Agustus 27, 2011

Pink , Si Penyala Gairah


ANDA mungkin tidak pernah berpikir kenapa warna merah muda atau pink dalam bahasa Inggrisnya menjadi simbol kasih sayang. Selain membangkitkan cinta tanpa pamrih, pink juga mampu menenangkan dan menyegarkan jiwa.

Di Belanda, pink dianggap berasal dari bahasa Perancis, yaitu la rose, yang berarti bunga mawar. Warna ini sering dipakai dalam bahasa-bahasa Eropa sebagai ungkapan kasih sayang, suasana hati positif, dan rasa optimisme. Juga untuk menggambarkan orang yang sedang mabuk kepayang atau berhalusinasi. Warna juga pink sering dikaitkan dengan suasana romantis, rileks, feminin, jiwa muda, naif dan tidak berdosa, tetapi juga perasaan labil.

Karena itu, kita bisa menggunakan warna ini untuk terapi membangkitkan cinta bahka menyembuhkan gangguan penyakit, baik fisik maupun psikis. Bisa lewat media air, sinar lilin, makanan, maupun pakaian.

Warna pink mengenal beragam gradasi. Mulai dari merah muda lembut, lila, violet, lembayung, magenta, fuchsia dan ungu, hingga merah jambu yang brutal atau mencolok mata. Pink adalah warna bermacam jenis bunga dan warna bayi yang baru lahir.

Uniknya, warna merah jambu lebih dari seratus tahun yang lalu justru lekat dengan anak laki-laki. Merah jambu didapat dari campuran warna merah dan putih. Merah dianggap sebagai penggambaran ideal pria dewasa, kuat, bertenaga, dan agresif.

Pink adalah versi yang disederhanakan untuk anak laki-laki. Kalau pink identik dengan anak laki-laki, warna biru disebut sebagai warna yang cocok bagi anak perempuan.

Menurut tradisi Katolik, warna biru dihubungkan dengan Bunda Maria yang disucikan. Tradisi ini mulai berubah pada sekitar tahun 1920, sewaktu bahan pewarna yang aman mulai digunakan untuk produksi pakaian.

Dulu, anak-anak sering didandani layaknya orang dewasa. Waktu itu, seragam pelaut dan anak buah kapal sangat populer. Anak laki-laki mendapat seragam biru dan anak perempuan dibuat padanannya berwarna merah jambu.

Sakit = Kekurangan Warna 
Sejak zaman Mesir kuno, kata Tom Suhalim, praktisi foto aura, warna sudah dipercaya mempunyai pengaruh yang besar pada tubuh manusia secara fisik maupun psikis. Warna memengaruhi aura tubuh. Bila tubuh kelebihan atau kekurangan salah satu warna, akan terjadi ketidakseimbangan tubuh, yang akhirnya memengaruhi kesehatan.

Seseorang yang sakit, berarti tubuhnya kekurangan satu atau beberapa unsur warna tertentu. Dengan mengaplikasikan warna yang kurang tersebut, diharapkan terbentuk kembali keseimbangan energi dalam tubuh. Tom menandaskan, terapi warna didasarkan pada fakta bagaimana manusia secara psikologis merespon warna-warna yang berbeda.

Bagaimana sebenarnya hal itu bisa terjadi? 
“Di otak manusia ada kelenjar pineal yang bertugas mengatur ritme hidup dari hari ke hari. Ketika sinar mengenai mata dan kulit, gelombang warna akan berjalan melalui saraf menuju kelenjar itu. Warna yang berbeda memiliki panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda pula. Perbedaan gelombang inilah yang bisa memengaruhi fungsi fisik dan psikologis manusia,” papar pria yang berpraktik di Klinik Gaya Hidup Sehat ini.

Semua spektrum warna, menurut ahli terapi warna dan bunga ini, sebenarnya sama saja, yaitu mejikuhibiniu. Prinsip yang kita kenal selama ini: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Jadi, yang membuat terapi warna bisa dimanfaatkan adalah bahwa frekuensi gelombang warna berbeda-beda.

Electromagnetic Medicine

Dalam bidang kedokteran, kata Dr. Erwin Tb. Kusuma, Sp.KJ, terapi warna digolongkan sebagai electromagnetic medicine atau pengobatan dengan gelombang elektromagnetik. Tanpa disadari, tubuh memiliki respon bawaan yang otomatis terhadap warna dan cahaya.

Hal itu dapat terjadi karena pada dasarnya warna merupakan unsur dari cahaya, dan cahaya adalah salah satu bentuk energi. Pemberian energi pada tubuh akan menimbulkan efek positif.

Bila diaplikasikan ke tubuh, warna memiliki karakteristik energi tersendiri. Pemanfaatan warna tergantung pada permasalahan masing-masing yang dialami seseorang.

Untuk mendeteksi apakah seorang anak hiperaktif, mengalami gangguan pertumbuhan, sulit makan, ketergantungan obat, stres, atau depresi, perlu digunakan foto aura. Namun, kata dokter ahli jiwa yang berpraktik di Klinik Pro V, Jakarta ini, terapi warna merupakan pelengkap pengobatan, bukan terapi tunggal.

Eryca Sudarsono dari Saraswati Inner Studies di Tangerang, Banten ini menyebutkan ada beberapa metode terapi warna. Di antaranya teknik sinar lampu atau lilin, pakaian, makanan (buah-buahan dan sayuran), air berenergi matahari, unsur dekorasi, dan visualisasi.

Pada teknik sinar lilin, kata praktisi Candle Healing ini, lilin yang digunakan dapat membentuk pikiran yang sangat kuat bila Anda terhubung dengannya. Warna pada lilin mendatangkan efek-efek penyembuhan dengan cara yang sama baiknya seperti warna pakaian yang Anda pakai atau buah-buahan berwarna yang Anda makan.

Sebenarnya terapi warna sudah berjalan dalam kehidupan sehari-hari. Para peneliti pernah melakukan penelitian efek warna pada kerja otot manusia. Contoh, ketika subjek penelitian diminta mengangkat beban dan disinari dengan warna biru, ternyata tegangan ototnya mengendur dan melemah. Ketika warna biru diganti merah, aktivitas otot mereka kembali tinggi. Karena itu, kata Tom, terapi warna lebih cocok digunakan untuk penyakit yang sifatnya emosional, bukan fisik.

Karena pengaruhnya kuat, peneliti mencoba memanfaatkannya untuk pengobatan. Warna hijau untuk mereka yang menderita lemah jantung, sakit pernapasan, dan kanker. Biru untuk mereka yang mengidap masalah nyeri. Merah untuk yang mengidap penyakit kulit, infeksi ginjal, dan anemia. Jingga lebih berfungsi untuk mengatasi masalah alergi dan konstipasi atau sembelit. Warna kuning lebih cocok untuk mereka yang lemah otot, hipoglikemia, dan menderita nyeri empedu.

Pink juga dibuktikan mempunyai efek yang cukup memuaskan. Sebagai bagian dari program penurunan berat badan, Johns Hopkins Medical di University Baltimore, memberi lingkaran warna yang disebut “permen karet pink” ke pasiennya. Pink diasumsikan memiliki efek menekan nafsu makan dan stres yang memicu keinginan untuk ngemil.

Warna ini ternyata juga bisa mengurangi potensi tindak kekerasan pada narapidana. Warna pink pada lilin, tambah Eryca, merupakan simbol cinta kasih, romantisme, ketertarikan, kehormatan, dan persahabatan. Warna ini juga membangkitkan kesucian niat, meningkatkan visi kejujuran dan kesuksesan.

Rileks dengan Pink
Penggunaan warna tak sebatas hanya untuk membantu pengobatan saja. Warna ini bisa dimanfaatkan untuk menenangkan jiwa. Penggunaan warna pink pada penyekat sel penjara diketahui mengurangi potensi terjadinya perilaku agresif dan tidak kekerasan para napi.

Lalu, bagaimana cara kita memanfaatkan warna pink untuk ketenangan jiwa agar tercapai suasana rileksasi? Hanya satu kata: visualisasi.

1.Duduklah sendiri di sebuah ruangan yang sepi.
2.Amati semua benda yang ada di sekitar Anda selama 2 menit.
3.Tutup mata perlahan-lahan. Bayangkan semua benda yang Anda lihat tadi berubah warna menjadi pink.
4.Bayangkan ada warna pink mengalir menutupi lantai, semua perkakas, hingga jendela dan langit-langit ruangan. Akhirnya warna tersebut menyelimuti kaki hingga kepala.
5.Rasakan warna tersebut menghiasi seluruh tubuh.
6.Percayalah Anda sudah rileks sekarang.

Sifat dan Efek Warna
Eryca Sudarsono memberikan kiatnya untuk dapat membaca sifat dan efek warna yang ditimbulkan bagi tubuh.

Pink 
Secara emosi menenangkan dan membuat kalem, memberikan perasaan lembut dan hangat, mengurangi perasaan mudah marah dan agresif, mengelilingi kita dengan rasa cinta dan perlindungan. Juga mengatasi kesepian, perasaan murung, terlalu sensitif, dan rapuh. Jika merah berhubungan dengan seksualitas, pink berhubungan dengan cinta tanpa pamrih.

Merah
Warna yang kuat dan selalu dihubungkan dengan vitalitas, ambisi, tetapi juga kemarahan. Warna merah menambah tenaga, menghangatkan, dan memiliki daya penyembuh pada penyakit yang berkaitan dengan darah dan sirkulasinya. Namun, terlalu banyak warna merah dalam lingkungan akan menimbulkan perasaan mudah marah, tidak sabar, dan tak nyaman.

Kuning
Warna gembira, cerah, dan meningkatkan keceriaan. Warna ini berhubungan dengan sisi intelek dan ekspresi pikiran. Bisa menguatkan kemampuan melihat, membedakan, mengingat, berpikir jernih, dan membuat keputusan. Juga membantu mengorganisasi sesuatu dengan baik, menumbuhkan ide-ide baru, dan menimbulkan kemampuan melihat dari sudut pandang yang lain. Menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme.

Biru-hijau (turquoise)

Mengingatkan kita betapa menyegarkan dan dinginnya lautan. Sifatnya juga menyegarkan, mendinginkan, dan menenangkan. Sebagaimana hijau, warna ini bagus untuk mereka yang mengalami ketegangan mental atau kelelahan. Warna ini membuat kita berani mengawali sesuatu. Juga membantu mengatasi kesepian karena meningkatkan komunikasi, sensitivitas, dan kreativitas.

Hijau
Mempunyai daya tarik yang kuat dengan lingkungan, membantu kita berempati dengan sesama dan dengan alam. Secara naluri kita mencarinya ketika mengalami stres atau mengalami trauma emosional. Warna ini menimbulkan rasa nyaman, rileks, kalem, mengurangi stres, menyeimbangkan, dan menenangkan emosi.

Orange
Warna yang ceria. Mampu membebaskan dan melepaskan emosi, menghilangkan rasa mengasihani diri, rasa tak berguna, dan tak ingin memaafkan. Juga merangsang pikiran serta memperbarui ketertarikan dalam hidup. Merupakan antidepresi yang hebat dan bisa meningkatkan spirit.

Indigo, violet, dan ungu
Menimbulkan efek yang dalam pada jiwa dan telah digunakan dalam psikiatri untuk membantu menenangkan pasien yang menderita sejumlah gangguan mental dan gangguan panik. Warna-warni ini menyeimbangkan pikiran dan membantu menghilangkan obsesi dan rasa takut.

Biru 

Warna yang dingin dan menenangkan. Warna biru membuat kita tenang dan rileks seolah ditenangkan oleh warna langit di malam hari. Bisa membantu menurunkan tekanan darah. Sayang, terlalu banyak warna biru tua bisa membuat depresi.

Putih 
Warna yang betul-betul suci. Inilah warna perlindungan yang membawa damai dan perasaan nyaman, meredakan syok dan keputusasaan, serta membantu membersihkan emosi, pikiran, dan spirit.

Hitam
Warna yang membuat nyaman, melindungi, dan misterius. Berhubungan dengan kesunyian. Hitam mencegah kita untuk tumbuh dan berubah. Kita menutupi diri dengan warna hitam untuk bersembunyi dari dunia.

sumber 

0 komentar:

Poskan Komentar