September 03, 2013

Soundcloud @addictedleli

Gak asing kan sama icon di atas? Iyes~ soundcloud , gatau semenjak kapan sii sosmed yg satu ini ada. Cuman, baru ngeh atas keberadaannya karena salah satu akun terkenal di twitter ( @dwitasaridwita )
Anak twitter mana sih yg gatau dia, haha ga keren kalo gatau :D Tweets nya yg galau-galau itu kan banyak di minati , apa cuma karena gue suka pas sama tweets nya jadi gue ngomong gini ya ? Gatau deh :v

Semenjak kenal soundcloud gue jadi narsis bangettttt! Tapi bukan narsis foto loh ya, ya masa iya di soundcloud mau upload foto ? Ya kagak bisa atuh. Narsis nya dalam hal suara pastinya, jadi demen banget nyanyi terus di rekam terus upload ke soundcloud. Haduh haha kayak suara bagus aja yee :D
Kali aja ada yg mau kepo-in suara gue (?) suara di kepo-in itu gimana yah wkwk , tau ah . Ini nih my beloved soundcloud's account : @addictedleli di follow yak , di dengerin semua cover-an nya terus di like sama kasih komentar *maksa ._.

Terus ini nih beberapa cover-an lagu yg belum bisa di bilang berhasil gue cover dengan baik, tapi gapapa dong yg penting bahagia haha apa hubungannya coba - -

1. ONE OK ROCK - Notes n Words
2. ONE OK ROCK - Wherever You're
3. ONE OK ROCK - Be The Light
4. Perpisahan ( ga ngerti lagu nya siapa ._. )
5. YUI - I Remember You
6. Asher Book - TRY
7. Kotak - Saat Ku Jauh

Wah udah lumayan banyak juga yah buat ukuran seorang newbie di soundcloud wkwk, menurut gue salah satu yg paling jelek ada yg Wherever You're eh tapi itu malah yg paling banyak di play lho :D
Okedeh, sekian dan terimakasih. Wajib di dengerin loh, tapi ga tanggung jawab kalo entar telinga nya pada sakit wkwk ga denk ~ suara bagus begitu kok hehehe ^^


Agustus 27, 2013

Aku tak boleh lagi menunggumu :)

Selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan selamat apapun disaat kamu membacanya. Jika kemarin aku sempat lebih mampu mengungkapkan perasaanku dengan mudahnya di segala sosial media yg aku punya, mungkin kini aku akan mencoba untuk lebih bisa memendamnya sendiri. Tak usah engkau tau, tak usah engkau mengerti dan terimakasih atas kepekaanmu selama ini, yg aku kira kamu tak pernah punya rasa peka dalam hatimu namun sebenarnya kamu tau . Maaf telah mengganggumu, dengan keluhan-keluhanku yg selalu aku bagi. Karena kamu juga yg mengajariku untuk dapat membaginya, karena kamu bilang itu akan terasa lebih menyakitkan jika dipendam sendirian. Kemudian aku membaginya dan semua terlihat begitu salah di matamu.
Apakah kamu tau? Bahwa yg terjadi padaku saat ini, yg kamu lakukan padaku sekarang ini adalah hal sungguh paling wanita hindari. Jarang wanita yg punya cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, apalagi jika perasaannya di iringi dengan penantian yg begitu panjang. Kamu tau kenapa? Karena jawaban dari sebuah penantian itu tak selalu manis sayang, tak selalu sesuai dengan keinginan wanita itu sendiri. Banyak wanita yg lebih memilih untuk memendamnya, atau cukup memberikan kode-kode yg dia rasa mampu membuat lelaki yg di tunggunya mengerti daripada harus mengungkapkannya dan jadinya yaa... seperti sekarang ini. Aku tak menyebutnya sia-sia, karena aku percaya bahwa semua yg terjadi di dunia ini tak ada yg sia-sia, di balik sebuah peristiwa pasti Tuhan punya rencana untuk hamba-Nya.
Aku bukan wanita yg cukup tegar untuk bisa dengan cepat menganggap semua ini baik-baik saja. Tentu, ini masih jadi luka bagiku. Setelah luka lalu saja belum sempat kamu sembuhkan, dan kini aku harus terluka lagi. Sebenarnya apa yg salah dengan diriku, kenapa akhirnya aku lagi yg seperti ini. Ah sudahlah, tak ada habisnya berbicara soal ini. Intinya, aku kecewa tapi aku tak bisa memaksakan perasaan orang lain untuk ini. Kita punya jalan masing-masing, tak ada yg tau ujungnya. Jika Tuhan telah menciptakan jalan untuk kita dengan ujung yg sama pasti kelak kita akan bertemu lagi. Aku tak akan mengucapkan “selamat tinggal” , ingat kan petikan lagu ini “wherever you are, I never say good bye” hehe aku masih senang mendengarkannya. Dan aku juga masih berusaha untuk melafalkan part bahasa jepang di lagu ini dengan baik.

Terimakasih :’)

Agustus 02, 2013

Aishiteru yo~

Selamat pagi...

2 Agustus 2013, 3 hari sudah aku mengasingkan diri dari duniamu. Sejenak melupakanmu dan berharap bisa selalu begitu. Namun taukah kamu? Bahwa selama 3 hari ini, aku tak benar-benar pergi. Masih ku lihat kamu dengan gurauanmu, dengan candaanmu yg terlihat lebih menyenangkan tanpaku. Sampai disini sepertinya aku cukup mengerti, kamu bukan yg dulu lagi. Kamu bukan pria manis dengan tinggi 174cm yg 58 hari lalu menerbangkanku. Apalagi? Tak ada alasanku untuk bertahan, aku harus berhenti mencari sesuatu yg sebenarnya tak pernah ada.

Aku tersenyum lega, setelah pagi ini memelukmu dalam do'a. Kali ini benar hanya Tuhan yg tau bagaimana kekalutan dalam hatiku. Bagaimana aku tetap berusaha mencari celah untuk mempertahankanmu. Meskipun nampak dari luar aku sedang giat-giatnya mencari kesibukan untuk tak lagi mengingatmu. Begitu hebatnya kah aku? Bisa melakoni 2 sisi yg berbanding terbalik. Aku hanya ingin nampak bahagia, nampak seperti gadis lainnya yg punya cerita yg layak untuk mereka kenang. Bukan cerita kesedihan, bukan cerita yg berbalut luka dan air mata seperti yg selama ini aku dapatkan.

Sesekali aku menyesal, telah banyak waktu yg aku sia-siakan. Benar kan? Aku terlalu bodoh untuk mengakui ini semua. Aku terlalu bodoh untuk menyesalinya. Aku terlalu terlalu dan terlalu bodoh! Menyesal telah mempertahankanmu kemudian masih juga menunggu. Penyesalan yg selalu ku ulang sebabnya. Kamu alasannya? Iya. Kali ini aku mengakuinya, perasaanku memang keterlaluan. Aishiteru yo~

Juli 30, 2013

Aku mulai JENUH

Aku mulai jenuh dengan hari-hariku
Jenuh dengan penantian yg tak kunjung menemukan jalan
Jenuh dengan kesendirian setelah lama kamu tinggal
Apakah kamu juga merasakan?

Aku mulai jenuh dengan hatiku
Yg selalu saja dipenuhi oleh kamu
Yg selalu saja disakiti dengan harapan palsu
Apakah kamu sadar?

Aku mulai jenuh dengan malamku
Ketika harus menunggu pesan yg tak lagi datang
Ketika harus menunggu kamu dalam daftar obrolan
Apakah kamu telah melupakan?

Aku mulai jenuh dengan duniaku
Semua orang masih saja mengingatkanku padamu
Semua orang masih saja melihat kamu dalam diriku
Apakah kamu tau?

Bagaikan hujan yg terus-menerus datang
Membuat jenuh setiap orang
Bagaikan terik mentari yg panas menyinari
Membuat gerah setiap hari

Aku ingin bebas, aku ingin lepas
Dari bayang-bayangmu
Yg selama ini mengikuti setiap langkahku
Ku rasa cukup aku tersakiti olehmu
Karena 3 tahun bukanlah putaran waktu yg singkat
Bukanlah detik yg bisa dengan mudahnya kau hitung
Tak bisa kau bayangkan bukan?
Betapa selama 3 tahun ini,
Seorang gadis bodoh menunggumu
Aku.

Juli 29, 2013

Masih tentang kamu.

Dari jauh aku sudah tau itu kamu... Entah , aku juga heran dengan diriku sendiri. Begitu hafal sosokmu meski sudah lama tak bertemu. Seorang pria dengan tinggi 174cm yg selalu memenuhi rongga pikiran dan hatiku. Kemarin, dia nampak masih seperti dulu. Tatap matanya yg selalu saja berpaling dari tatapanku. Gerak-geriknya yg seakan tak peduli, oh atau memang benar tak peduli? :')

Sembari bercerita dengan teman-temanku, aku mendengar tawa renyah itu. Candaanmu, yg pernah ku nikmati dulu. Terdengar sedikit canggung di telingaku, apa kamu risih dengan adanya aku?
Aku bahkan berfikir kamu tak akan hadir, dan aku sempat berucap "kalo dia dateng berarti dia jodoh gue" hahaha terdengar lucu dan berlebihan. Tapi aku berharap itu adalah kenyataan.

Seusai itu, aku di kagetkan dengan ledekanmu. Ya Tuhan , betapa berdebar jantungku kala itu. Sungguh? Dia ... aaa bukan hal yg penting tapi buatku bermakna. Aku bahagia.

"Semua wanita pasti ingin di perhatikan oleh orang yg dia sayang."
Begitu jg denganku, sedikit tingkah kecil ku lakukan untuk membuatmu melirik ke arahku. Namun sepertinya itu sia-sia, kamu bahkan begitu kaku dihadapanku.

Moment itupun berakhir, sedih... Tak banyak hal yg bisa aku lakukan, begitu juga denganmu. "Kalo niat sih seharusnya ga gini, kalo niat loh.. kalo niat!" keluhku dalam hati. Kenapa kamu tak bisa manfaatkan kesempatan ini? Kamu bilang .... ah sudahlah mungkin kamu menyesal pernah mengirim pesan itu untukku. Meski jujur, aku masih menanti kepastian darimu sejak 5 Juli lalu.

Perpisahan kecil itu pun terjadi, dan kejadian sederhana yg membuatku bahagia kembali ku temui. Kamu dan salam kita, lagi-lagi begitu bermakna :)

Juli 26, 2013

Sabtu Malam .

"Come back, come back, come back to me. Like you could, you could if this was a movie..."

Lagu berjudul 'If This Was a Movie' dari Taylor Swift menemaniku menikmati derasnya hujan di sabtu malam yg sering mereka sebut dengan malam minggu. Selalu saja aku melalui nya sendiri, entah sudah berapa sabtu malam yg ku lewati sejak akhir tahun 2010 itu. Aku mencoba menghitung dengan jariku dan... ah entah ini terlalu banyak.
Aku sejenak terdiam, sedikit tersentak ketika lagu tadi berakhir dan kini berganti menjadi lagu 'Not With Me' milik Bondan and Fade2Black. Kenapa harus lagu ini, iyaa memang aku sengaja men-shuffle nya tapi apa iya harus lagu ini? Hftt... Perasaanku menjadi tak karuan setiap ku dengar lagu ini, ada sakit yg mengiris hati yg seakan membuatku kembali merasakan pahitnya sabtu malam itu. Aku benci!
Ku matikan mp3 di handphoneku, sembari ku lihat mungkin ada pesan yg masuk. Dan ternyata... aku kembali menghela nafas panjang, belum ada pesan masuk juga. Padahal sudah jam 10 malam lebih, loh? apakah ini sebuah masalah? Tentu bukan kan? Ah berpikir apa aku ini. Tentu tidak menjadi masalah ketika jarum jam menunjukkan pukul 10 malam namun tak juga ku dapati nama nya muncul dalam layar handphone ku. Bodoh sekali aku ini. Apa kalian tau? Aku selalu merasakan ini di setiap sabtu malamku, perasaan yg sudah aku tau ini bodoh namun tetap ku rasakan juga.

"Perasaan tidak bisa dipaksakan"
Aku tidak pernah memaksa perasaanku untuk merasakan ini semua, karena ini terjadi dengan begitu saja. Hari demi hari berlalu dengan wajarnya, aku mengingatnya. Itu tidak wajar? Ini sangat wajar bagiku, inilah hariku. Mengingat, mengenang kemudian menangis merasakan kerinduan. Hanya manusia bodoh yg mau menjalani harinya dengan rutinitas tak masuk akal dan hanya menyakiti diri sendiri.
Apakah aku termasuk dalam kategori itu? Sungguh aku tak berharap begitu.
Kembali ku nyalakan lagu, kali ini lagu milik Bruno Mars berjudul 'Move On'. Aku mendengarkan lagu ini dengan perasaan, kemudian merasa kesal dan mengganti lagu nya dengan yg lebih bersemangat. Betapa labilnya aku?! Aku saja bingung dengan diriku sendiri, apalagi teman-temanku. Manusia macam apa yg rela membiarkan hatinya terus-menerus merasakan sakit yg sebenarnya bisa saja dia sembuhkan.
Sudah cukup jenuh, kesal dan galau. Aku memutuskan untuk men-non aktifkan handphone ku, ku tekan tombol power untuk mematikannya. Dan.. taaraa! Nama nya kemudian muncul di layar handphone ku, wah! dia mengirim pesan untukku. Senyumku mengembang, sungguh... perasaan yg tadinya campur aduk tak karuan kini berubah menjadi kebahagiaan. Ini dia moodbooster sekaligus moodbreakerku. Haha, dia yg menggalaukanku dan menyembuhkan kegalauan di hatiku.
Yah, terdengar labil. Sangat labil.

Juli 22, 2013

Maafkan aku memberimu 'Harapan Palsu'

“Cinta itu harusnya kamu jadiin tujuan, bukan cuma persinggahan.”
Kata-kata itu kian mengendap di otakku, kata-kata dari seorang gadis manis di masa lalu yg beberapa waktu lalu sempat kembali menghiasi hari-hariku.

Semenjak 3 tahun lalu aku meninggalkannya, dia masih rajin menyapaku dan aku pun kerap menegurnya. Sesekali terbesit perasaan menyesal pernah menyakitinya, namun perasaan itu begitu mudahnya sirna. Kini dia kembali hadir, lebih tepatnya aku yg mengusiknya dan memaksanya untuk kembali menyentuh kenangan kita. Beberapa waktu lalu entah kenapa aku merasa begitu merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya yg tak begitu aku ingat. Hingga aku seakan memintanya untuk kembali bersama, aku tak yakin dengan itu semua yg aku tau saat itu aku benar-benar ingin membuatnya kembali disini denganku.
Hari-hari berlalu dengan perhatiannya yg selalu menghangatkanku, dia masih seperti dulu. Sosok gadis manis yg paling mengerti aku, yg paling mampu menerima segala sifatku. Meski aku sering mengabaikannya, dia tak pernah berhenti mewarnai hariku. ‘Yuna’ , sebut saja dia Yuna dan aku sendiri Aldi.

Begitu singkatnya perasaanku, aku mulai jenuh. Entah apa yg membuatku merasa seperti itu... Yuna kembali menjadi sosok yg asing bagiku, meski dia masih setia menemani tengah malam hingga pagi ku melalui susunan huruf dalam kalimat yg terkadang membuatku tersentak. Dia sering menyisipkan tanya dalam canda yg mampu membuatku sedikit merenung, ‘apakah benar aku mempermainkan perasaannya’. Bukan hal yg mudah untuk bertahan dalam sebuah pengabaian yg terus aku lakukan, sementara dia tetap saja setia.
Aku mengerti dia begitu berharap akan kembalinya ‘kita’. Apa yg sesungguhnya aku lakukan? Terus mengulur waktuku tanpa tau kapan aku benar-benar bisa menemuinya. Ya, aku pernah menjanjikan sebuah pertemuan yg sampai saat ini belum kesampaian.


Aku kejam? Aku memberinya sebuah harapan kosong? Aku tak bisa berkata ‘iya’ atau 'tidak' atas itu semua. Maafkan aku atas semua ini, terus memberikanmu harapan yg tak pasti.

Juni 21, 2013

Dua minggu lalu.

Entah sampai kapan aku bisa bertahan
Untuk selalu tersenyum ketika menerima pesan darimu
Untuk selalu setia mendengar ceritamu, sementara kamu tak bicara sedikitpun tentangku
Untuk selalu merasakan rindu ...

Bukan tentang seberapa sering kamu ada untukku
Tapi tentang bukti dari setiap kata-katamu dua minggu lalu
Aku bilang harapanmu palsu !
Tapi kamu menolak aku berkata begitu
Aku menulis ini sembari sesekali mengusap air mataku
Yang entah mengapa begitu saja mengalir dipipiku

Aku harap angin mampu sampaikan ini padamu, ketika kamu terlelap
Angin hembuskan setiap kata ini dalam mimpinya
Agar ketika ia terbangun, ia menyadarinya

20 Juni 2013, 00.03

Juni 17, 2013

Semua ini tentang kamu ...

Aku suka tengah malamku, ketika ku temukan alasan untuk sekedar begadang bersama ribuan kata dan rasa yg bergejolak. Berkirim pesan singkat, simple memang tapi aku memaknainya dengan dalam. Ketika orang lain lebih memilih tertidur pulas bersama mimpi-mimpi mereka. Aku disini masih terbangun dengan bahagia, mencoba memecah keheningan malah bersamamu dalam untaian kata yg kadang hanya sekedar canda tawa, namun bagiku ini bukan hal biasa...ini berarti.

Setiap hari aku selalu menanti malam hanya untuk ini, untuk sekedar tau bagaimana keadaanmu dan ceritamu yg sering kamu bagi denganku. Lewat tengah malah obrolan kita terkadang semakin hangat namun juga sering menjadi singkat.

Sebenarnya aku ingin tau bagaimana sesungguhnya ekspresi wajahmu ketika menerima balasan pesanku, apakah sama denganku? Balasan pesan berwarna biru, sengaja ku beri warna berbeda agar lebih bermakna bahwa itu kamu. Aku selalu menunggu, bahkan hingga berjam-jam pesan itu tak kunjung datang. Hmmm aku harus bergelut dengan kegalauan dihatiku, hanya karena kamu tak membalas pesanku? Iya. Entah mengapa segala hal tentangmu begitu mudahnya membuatku resah, aku juga tak mengerti mengapa bisa se-peka ini jika menyangkut kamu.

Mereka bilang aku stalker handal? Apakah sehebat itu? Haha... Sungguh ini sebenarnya menyakitkan, namun kenapa aku masih saja bertahan dengan julukan itu. Mencari tau tentangmu dari segala sisi membuatku semakin sakit hati, ini tidak membuatku kapok sama sekali.

Berhenti berbicara tentangmu mungkin terlalu sulit untukku, maaf jika aku harus menggenggammu se-erat ini. Aku hanya tidak ingin kehilangan kamu lagi :')

***