Agustus 27, 2013

Aku tak boleh lagi menunggumu :)

Selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan selamat apapun disaat kamu membacanya. Jika kemarin aku sempat lebih mampu mengungkapkan perasaanku dengan mudahnya di segala sosial media yg aku punya, mungkin kini aku akan mencoba untuk lebih bisa memendamnya sendiri. Tak usah engkau tau, tak usah engkau mengerti dan terimakasih atas kepekaanmu selama ini, yg aku kira kamu tak pernah punya rasa peka dalam hatimu namun sebenarnya kamu tau . Maaf telah mengganggumu, dengan keluhan-keluhanku yg selalu aku bagi. Karena kamu juga yg mengajariku untuk dapat membaginya, karena kamu bilang itu akan terasa lebih menyakitkan jika dipendam sendirian. Kemudian aku membaginya dan semua terlihat begitu salah di matamu.
Apakah kamu tau? Bahwa yg terjadi padaku saat ini, yg kamu lakukan padaku sekarang ini adalah hal sungguh paling wanita hindari. Jarang wanita yg punya cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, apalagi jika perasaannya di iringi dengan penantian yg begitu panjang. Kamu tau kenapa? Karena jawaban dari sebuah penantian itu tak selalu manis sayang, tak selalu sesuai dengan keinginan wanita itu sendiri. Banyak wanita yg lebih memilih untuk memendamnya, atau cukup memberikan kode-kode yg dia rasa mampu membuat lelaki yg di tunggunya mengerti daripada harus mengungkapkannya dan jadinya yaa... seperti sekarang ini. Aku tak menyebutnya sia-sia, karena aku percaya bahwa semua yg terjadi di dunia ini tak ada yg sia-sia, di balik sebuah peristiwa pasti Tuhan punya rencana untuk hamba-Nya.
Aku bukan wanita yg cukup tegar untuk bisa dengan cepat menganggap semua ini baik-baik saja. Tentu, ini masih jadi luka bagiku. Setelah luka lalu saja belum sempat kamu sembuhkan, dan kini aku harus terluka lagi. Sebenarnya apa yg salah dengan diriku, kenapa akhirnya aku lagi yg seperti ini. Ah sudahlah, tak ada habisnya berbicara soal ini. Intinya, aku kecewa tapi aku tak bisa memaksakan perasaan orang lain untuk ini. Kita punya jalan masing-masing, tak ada yg tau ujungnya. Jika Tuhan telah menciptakan jalan untuk kita dengan ujung yg sama pasti kelak kita akan bertemu lagi. Aku tak akan mengucapkan “selamat tinggal” , ingat kan petikan lagu ini “wherever you are, I never say good bye” hehe aku masih senang mendengarkannya. Dan aku juga masih berusaha untuk melafalkan part bahasa jepang di lagu ini dengan baik.

Terimakasih :’)

Agustus 02, 2013

Aishiteru yo~

Selamat pagi...

2 Agustus 2013, 3 hari sudah aku mengasingkan diri dari duniamu. Sejenak melupakanmu dan berharap bisa selalu begitu. Namun taukah kamu? Bahwa selama 3 hari ini, aku tak benar-benar pergi. Masih ku lihat kamu dengan gurauanmu, dengan candaanmu yg terlihat lebih menyenangkan tanpaku. Sampai disini sepertinya aku cukup mengerti, kamu bukan yg dulu lagi. Kamu bukan pria manis dengan tinggi 174cm yg 58 hari lalu menerbangkanku. Apalagi? Tak ada alasanku untuk bertahan, aku harus berhenti mencari sesuatu yg sebenarnya tak pernah ada.

Aku tersenyum lega, setelah pagi ini memelukmu dalam do'a. Kali ini benar hanya Tuhan yg tau bagaimana kekalutan dalam hatiku. Bagaimana aku tetap berusaha mencari celah untuk mempertahankanmu. Meskipun nampak dari luar aku sedang giat-giatnya mencari kesibukan untuk tak lagi mengingatmu. Begitu hebatnya kah aku? Bisa melakoni 2 sisi yg berbanding terbalik. Aku hanya ingin nampak bahagia, nampak seperti gadis lainnya yg punya cerita yg layak untuk mereka kenang. Bukan cerita kesedihan, bukan cerita yg berbalut luka dan air mata seperti yg selama ini aku dapatkan.

Sesekali aku menyesal, telah banyak waktu yg aku sia-siakan. Benar kan? Aku terlalu bodoh untuk mengakui ini semua. Aku terlalu bodoh untuk menyesalinya. Aku terlalu terlalu dan terlalu bodoh! Menyesal telah mempertahankanmu kemudian masih juga menunggu. Penyesalan yg selalu ku ulang sebabnya. Kamu alasannya? Iya. Kali ini aku mengakuinya, perasaanku memang keterlaluan. Aishiteru yo~