Tampilkan postingan dengan label mantan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mantan. Tampilkan semua postingan

Agustus 27, 2013

Aku tak boleh lagi menunggumu :)

Selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan selamat apapun disaat kamu membacanya. Jika kemarin aku sempat lebih mampu mengungkapkan perasaanku dengan mudahnya di segala sosial media yg aku punya, mungkin kini aku akan mencoba untuk lebih bisa memendamnya sendiri. Tak usah engkau tau, tak usah engkau mengerti dan terimakasih atas kepekaanmu selama ini, yg aku kira kamu tak pernah punya rasa peka dalam hatimu namun sebenarnya kamu tau . Maaf telah mengganggumu, dengan keluhan-keluhanku yg selalu aku bagi. Karena kamu juga yg mengajariku untuk dapat membaginya, karena kamu bilang itu akan terasa lebih menyakitkan jika dipendam sendirian. Kemudian aku membaginya dan semua terlihat begitu salah di matamu.
Apakah kamu tau? Bahwa yg terjadi padaku saat ini, yg kamu lakukan padaku sekarang ini adalah hal sungguh paling wanita hindari. Jarang wanita yg punya cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, apalagi jika perasaannya di iringi dengan penantian yg begitu panjang. Kamu tau kenapa? Karena jawaban dari sebuah penantian itu tak selalu manis sayang, tak selalu sesuai dengan keinginan wanita itu sendiri. Banyak wanita yg lebih memilih untuk memendamnya, atau cukup memberikan kode-kode yg dia rasa mampu membuat lelaki yg di tunggunya mengerti daripada harus mengungkapkannya dan jadinya yaa... seperti sekarang ini. Aku tak menyebutnya sia-sia, karena aku percaya bahwa semua yg terjadi di dunia ini tak ada yg sia-sia, di balik sebuah peristiwa pasti Tuhan punya rencana untuk hamba-Nya.
Aku bukan wanita yg cukup tegar untuk bisa dengan cepat menganggap semua ini baik-baik saja. Tentu, ini masih jadi luka bagiku. Setelah luka lalu saja belum sempat kamu sembuhkan, dan kini aku harus terluka lagi. Sebenarnya apa yg salah dengan diriku, kenapa akhirnya aku lagi yg seperti ini. Ah sudahlah, tak ada habisnya berbicara soal ini. Intinya, aku kecewa tapi aku tak bisa memaksakan perasaan orang lain untuk ini. Kita punya jalan masing-masing, tak ada yg tau ujungnya. Jika Tuhan telah menciptakan jalan untuk kita dengan ujung yg sama pasti kelak kita akan bertemu lagi. Aku tak akan mengucapkan “selamat tinggal” , ingat kan petikan lagu ini “wherever you are, I never say good bye” hehe aku masih senang mendengarkannya. Dan aku juga masih berusaha untuk melafalkan part bahasa jepang di lagu ini dengan baik.

Terimakasih :’)

Agustus 02, 2013

Aishiteru yo~

Selamat pagi...

2 Agustus 2013, 3 hari sudah aku mengasingkan diri dari duniamu. Sejenak melupakanmu dan berharap bisa selalu begitu. Namun taukah kamu? Bahwa selama 3 hari ini, aku tak benar-benar pergi. Masih ku lihat kamu dengan gurauanmu, dengan candaanmu yg terlihat lebih menyenangkan tanpaku. Sampai disini sepertinya aku cukup mengerti, kamu bukan yg dulu lagi. Kamu bukan pria manis dengan tinggi 174cm yg 58 hari lalu menerbangkanku. Apalagi? Tak ada alasanku untuk bertahan, aku harus berhenti mencari sesuatu yg sebenarnya tak pernah ada.

Aku tersenyum lega, setelah pagi ini memelukmu dalam do'a. Kali ini benar hanya Tuhan yg tau bagaimana kekalutan dalam hatiku. Bagaimana aku tetap berusaha mencari celah untuk mempertahankanmu. Meskipun nampak dari luar aku sedang giat-giatnya mencari kesibukan untuk tak lagi mengingatmu. Begitu hebatnya kah aku? Bisa melakoni 2 sisi yg berbanding terbalik. Aku hanya ingin nampak bahagia, nampak seperti gadis lainnya yg punya cerita yg layak untuk mereka kenang. Bukan cerita kesedihan, bukan cerita yg berbalut luka dan air mata seperti yg selama ini aku dapatkan.

Sesekali aku menyesal, telah banyak waktu yg aku sia-siakan. Benar kan? Aku terlalu bodoh untuk mengakui ini semua. Aku terlalu bodoh untuk menyesalinya. Aku terlalu terlalu dan terlalu bodoh! Menyesal telah mempertahankanmu kemudian masih juga menunggu. Penyesalan yg selalu ku ulang sebabnya. Kamu alasannya? Iya. Kali ini aku mengakuinya, perasaanku memang keterlaluan. Aishiteru yo~

Juli 22, 2013

Maafkan aku memberimu 'Harapan Palsu'

“Cinta itu harusnya kamu jadiin tujuan, bukan cuma persinggahan.”
Kata-kata itu kian mengendap di otakku, kata-kata dari seorang gadis manis di masa lalu yg beberapa waktu lalu sempat kembali menghiasi hari-hariku.

Semenjak 3 tahun lalu aku meninggalkannya, dia masih rajin menyapaku dan aku pun kerap menegurnya. Sesekali terbesit perasaan menyesal pernah menyakitinya, namun perasaan itu begitu mudahnya sirna. Kini dia kembali hadir, lebih tepatnya aku yg mengusiknya dan memaksanya untuk kembali menyentuh kenangan kita. Beberapa waktu lalu entah kenapa aku merasa begitu merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya yg tak begitu aku ingat. Hingga aku seakan memintanya untuk kembali bersama, aku tak yakin dengan itu semua yg aku tau saat itu aku benar-benar ingin membuatnya kembali disini denganku.
Hari-hari berlalu dengan perhatiannya yg selalu menghangatkanku, dia masih seperti dulu. Sosok gadis manis yg paling mengerti aku, yg paling mampu menerima segala sifatku. Meski aku sering mengabaikannya, dia tak pernah berhenti mewarnai hariku. ‘Yuna’ , sebut saja dia Yuna dan aku sendiri Aldi.

Begitu singkatnya perasaanku, aku mulai jenuh. Entah apa yg membuatku merasa seperti itu... Yuna kembali menjadi sosok yg asing bagiku, meski dia masih setia menemani tengah malam hingga pagi ku melalui susunan huruf dalam kalimat yg terkadang membuatku tersentak. Dia sering menyisipkan tanya dalam canda yg mampu membuatku sedikit merenung, ‘apakah benar aku mempermainkan perasaannya’. Bukan hal yg mudah untuk bertahan dalam sebuah pengabaian yg terus aku lakukan, sementara dia tetap saja setia.
Aku mengerti dia begitu berharap akan kembalinya ‘kita’. Apa yg sesungguhnya aku lakukan? Terus mengulur waktuku tanpa tau kapan aku benar-benar bisa menemuinya. Ya, aku pernah menjanjikan sebuah pertemuan yg sampai saat ini belum kesampaian.


Aku kejam? Aku memberinya sebuah harapan kosong? Aku tak bisa berkata ‘iya’ atau 'tidak' atas itu semua. Maafkan aku atas semua ini, terus memberikanmu harapan yg tak pasti.

Desember 31, 2011

Tips Move On Saat Masih Mencintai Mantan

 Putus dengan pria yang masih sangat Anda cintai memang sebuah tantangan hidup yang menyulitkan. Anda mungkin akan terjebak dalam kesedihan dan patah hati yang mendalam.

Sisi baiknya, proses putus cinta dapat membuat Anda menjadi pribadi yang baru dan lebih berkembang. Ambil beberapa langkah berikut ini untuk membuat Anda lebih kuat melewati putus cinta karena masih memiliki rasa pada sang mantan, seperti dirangkum dari eHow.

1. Menangislah
Hati manusia tidak terbuat dari baja, yang tidak merasakan apa-apa saat disakiti. Di minggu-minggu awal setelah putus, Anda mungkin akan merasa sedih dan kesepian. Menangislah, bila itu membuat Anda merasa lebih baik. 'Nikmati' kesendirian dengan berdiam di kamar sambil memutar lagu-lagu romantis. Tapi ingat, jangan hanyut dalam kesedihan yang berlarut-larut.

"Waktu ideal untuk mengatasi sedih dan sakit hati karena putus cinta maksimal 4 bulan. Lebih dari itu, Anda harus coba lebih keras lagi untuk keluar dari kesedihan," saran Psikolog Alexander Sriewijono.

2. Apa yang Anda Inginkan?
Tanyakan pada diri Anda, apa yang Anda inginkan lima tahun kedepan? Mengetahui keinginan Anda di masa depan dapat membuat pikiran Anda terbuka dan mengesampingkan perasaan sedih Anda. Pikirkan juga hubungan yang seperti apa yang Anda ingin jalankan nanti. Anda juga perlu memikirkan, bagaimana kehidupan Anda nantinya jika harus mempertahankan kekasih Anda? Namun ingat, jangan membayangkan seolah si dia telah berubah.

3. Hindari Mantan Anda
Setelah putus terkadang mantan kekasih masih sangat sulit untuk dihindari, namun jika masih mengetahui keadaannya dan masih berhubungan malah memperpanjang penderitaan Anda. Terkadang, benar-benar hilang dari hidupnya adalah keputusan yang terbaik. Singkirkan barang-barang kenangan Anda dan bersama si mantan, jangan dengarkan lagu-lagu yang sering diputar bersama mantan.

Jika perlu, hapus Facebook dan Twitter. Anda juga perlu menghapus instant messengernya seperti Blackberry Messenger atau Yahoo Messenger dan nomor teleponnya untuk menyingkirkan keinginan menghubunginya.

4. Mengalihkan Perhatian
Alihkan perhatian Anda dengan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca buku atau mengikuti kursus-kursus. Hubungi teman-teman lama Anda dan ajak mereka pergi. Semakin sibuk Anda, semakin Anda bisa melupakannya.

sumber : wolipop.com

5 Cara Kendalikan Perasaan Cemburu Pada Mantan Kekasih

Meski telah putus, terkadang perasaan cemburu kepada mantan kekasih masih sangat besar. Perasaan tersebut merupakan hal yang wajar, apalagi perpisahan Anda belum lama dengannya.

Namun bukan berarti perasaan tersebut boleh berkembang hingga mengusik si mantan dengan menanyakan kedekatannya dengan wanita lain. Untuk itu Anda harus segera mengatasi perasaan yang mengganjal tersebut dengan cara-cara brikut ini, seperti dilansir Wiki How.

1. Bangun Percaya Diri
Setelah kandasnya hubungan asmara terkadang membuat banyak wanita menjadi rendah diri. Apalagi mengetahui si dia telah dekat dengan seseorang bisa membuat Anda semakin terpuruk. Harga diri Anda menjadi terusik dan merasa menjadi rendah diri. Untuk itu, bangunlah sikap percaya diri. Percayalah Anda wanita yang spesial dan berbeda.

2. Jangan Membandingkan diri Anda dengan Wanitanya
Berhentilah membandingkan wanita yang sedang dekat dengan si mantan dengan diri Anda. Hal ini malah membuat Anda terpuruk dan semakin merasa rendah diri.

3. Hapus Pertemanan di Sosial Media
Di zaman teknologi seperti saat ini untuk mencari tahu keberadaan seseorang sangat mudah berkat adanya situs sosial media seperti Facebook dan Twitter. Namun, sosial media terkadang bisa menambah perasaan cemburu Anda menjadi lebih besar karena Anda semakin banyak tahu tentang keadaan si mantan kekasih dengan wanita lain.

Untuk mengendalikan perasaan cemburu yang masih sangat besar tersebut, tidak ada salahnya menghapus pertemanan dengan sang mantan di situs jejaringan sosial. Cara tersebut akan mencegah Anda untuk mencari tahu lebih jauh dengan siapa si mantan berkencan.

4. Jangan Membalasnya
Adakalanya Anda ingin juga membuktikan bahwa Anda bisa dekat dengan pria lain. Akan tetapi sikap pemabalasan tersebut justru merugikan Anda dan pria yang sedang dekat dengan Anda.

Hal itu sama saja Anda memanfaatkan pria lain untuk keuntungan Anda dan memainkan perasaannya. Belum tentu si mantan peduli dengan kedekatan Anda dengan pria yang dekat dengan Anda. Bersikaplah bijaksana, jika Anda memang belum siap untuk dekat dengan pria lain, sebaiknya jangan paksakan diri Anda untuk kembali menjalin kasih.

5. Menyibukkan Diri
Agar perasaan cemburu terobati, lakukanlah banyak kegitan-kegitan menyenangkan. Seperti bergau dengan teman-teman, menikuti kelas gym atau yoga atau menjalankan hobi Anda. Dengan menyibukkan diri Anda menjadi lupa dengan sang mantan dan perasaan cemburu Anda.

sumber : wolipop.com

Desember 16, 2011

1 dari 4 Pria Masih Sering Mimpikan Mantan Kekasih

Jakarta - Pria lebih rentan terjebak dalam bayang-bayang mantan kekasih dibandingkan wanita. Berdasarkan studi terbaru, satu dari empat pria sering bermimpi tentang mantan kekasihnya.

Tak hanya mantan kekasih yang sering dimimpikan mereka. Saat malam hari, para pria punya kecenderungan membayangkan rekan kerja atau atasannya. Sebanyak 26% responden mengaku memimpikan rekan kerja, bahkan mertua mereka.

Sebaliknya, wanita lebih bisa melupakan mantan kekasihnya. Lebih dari 1/3 wanita Inggris yang disurvei, pikirannya dipenuhi bayangan tentang kekasihnya yang sekarang, orangtua atau anak-anaknya.

Hasil tersebut didapatkan setelah Premier Inn, perusahaan hotel terbesar di Inggris menanyakan kepada lebih dari 2.000 orang tentang pola mimpi mereka. Penelitian itu sendiri dinamakan The Dream Study.

Dari studi itu juga ditemukan bahwa hubungan persahabatan antar wanita juga kerap memengaruhi mimpi mereka. Sekitar 1/3 wanita menyatakan, teman-temannya sering muncul dalam mimpi mereka.

Sementara 20% responden, mengaku sering memimpikan orang yang belum pernah mereka temui, bahkan tidak mereka kenal. Tingkat stres dan tekanan dari kehidupan sehari-hari juga bisa memengaruhi mimpi, dengan 31% orang bermimpi sedang mengerjakan hal-hal penting yang belum mereka selesaikan di dunia nyata.

Secara garis besar, sekitar 20% orang akan mengalami mimpi lebih sering saat mereka berada dalam tekanan. Dalam artian, mereka sulit untuk tidak memikirkan pekerjaan bahkan dalam tidur sekalipun.

"Mimpi merupakan salah satu bagian dari kehidupan yang tidak bisa kita kontrol. Meskipun di dunia nyata kita jarang bertemu orang tertentu, mereka tetap bisa muncul dalam mimpi dengan frekuensi yang sering," jelas Claire High, juru bicara Premier Inn, seperti dikutip dari Daily Mail.

Ahli penganalisa mimpi Dabina MacKail menambahkan, "Mimpi membantu kita belajar, mengembangkan dan memroses emosi. Jadi tidak aneh jika kita lebih sering bermimpi buruk dan memimpikan masalah, karena di alam bawah sadar pikiran kita masih mencoba mencari solusinya."

Mengenai hasil penelitian, disimpulkan bahwa wanita lebih terbuka dalam asmara sehingga mereka kerap memimpikan hubungan dengan kekasihnya yang sekarang. Sementara pria, cenderung memendam emosi sehingga permasalahan dengan asmaranya yang terdahulu masih berkecamuk di pikiran dan sering keluar lewat mimpi.

"Ini berarti pria punya kecenderungan mengatasi masalah lewat mimpi mereka. Ini juga bisa mencerminkan kerapuhan dan rasa tidak aman yang mereka alami dari hubungan asmara yang sekarang," tambah Davina.

source : wolipop.com

September 25, 2011

Mulai Psycho Karena Cinta

Jadi ceritanya kamu baru putus cinta nih. Kamu sedih banget. Sedih itu wajar, jangan khawatir. Tapi tiba-tiba, kamu mulai mendengar kalo temen-temen kamu mulai bilang kalo kamu gila. Loh kok gitu??! Kamu kan lagi putus cinta?!?! Moso malah dikatain gila sih? Jahat banget! Ehm, sebenernya mereka belum tentu jahat sih. Bisa aja kamu ternyata emang mulai jadi psycho. Tanda-tandanya antara lain:

Udah Bertahun-tahun Kamu Masih Galau

Jadi ceritanya kamu lagi galau. Trus kamu liat tanggalan. Kamu baru sadar, udah 5 tahun sejak kamu putus sama pacar kamu. Tapi kamu masih galau. Kamu ngerasa itu fine-fine aja, normal. Namanya juga orang lagi putus cinta. Ehm, maaf untuk mengacaukan mind set kamu ya, tapi itu super gak normal loh. Beneran deh. Orang galau karena cinta tuh paling lama 3 bulan aja dan galau lama-lama itu sungguh gak baik. Kalo udah sampe 5 tahun dan kamu masih ngerasain hal yang sama kayak 5 tahun lalu, kayaknya kamu butuh ke psikolog deh.

Kamu Gak Seneng Dia Happy

Wajar lah ya kalo kamu ngerasa agak gimana gitu pas ngeliat mantan pacar kamu kayaknya udah move on dan jadi bahagia. Jadi agak galau gimana gitu. Tapi kalo reaksi kamu abis mengetahui bahwa mantan kamu sudah bahagia adalah “KENAPA SIH DIA BAHAGIA?!!?! KENAPA GUE ENGGAK?!?! INI GAK FAIR!!” sambil banting-banting barang dan nyilet tangan trus darahnya kamu isep, kemungkinan besar kamu mulai gila (atau mulai jadi pecandu narkoba). Serius deh, emang salah mantan kamu kalo dia bahagia?

Stalking Pacar Barunya & Teman-Temannya

Penasaran sama pacar baru mantan kamu itu wajar. Tapi stalking pacar baru mantan kamu dan menelusuri sampai teman-temannya, itu gak wajar. Apalagi kalo tujuan kamu itu untuk nyari jelek-jeleknya pacar baru mantan kamu supaya kamu bisa merasa diri kamu lebih baik. Itu sungguh menyedihkan lho. Itu kayak bukti bahwa kamu sangat merasa insecure. Lagian emang gak malu ya? Malu lagi kalo ketauan.

Merusak Hubungan Mantan Kamu

Jadi ceritanya kamu lagi stalking mantan kamu sama pacar barunya di twitter. Tiba-tiba entah kenapa kamu merasa wajib untuk ngupload screenshot sms-sms cinta dari mantan kamu di masa lalu sambil mention pacar barunya, tanpa suatu tujuan yang jelas. Kalo kamu sampe melakukan hal ini, kamu beneran butuh ke psikolog sekarang juga. Sekarang mungkin cuma mention-mention, tapi siapa tau di masa depan kamu ngerasa wajib untuk nusuk-nusuk pacar baru mantan kamu pake obeng? Kita gak mau ambil resiko itu dong?

Sok ‘Ngalah’ Setelah Mulai Cari Masalah Duluan

Ngalah itu adalah hal yang baik. Tapi kalo kamu ‘ngalah’ setelah memulai masalah duluan (seperti misalnya upload screenshot sms mantan kamu dan dimention ke pacarnya yang baru) itu namanya gila. Siapa yang mulai duluan? Kenapa sekarang kamu jadi yang ngalah padahal kamu yang jelas-jelas main api? Ngarep diliat orang jadi pihak yang baik gitu? Gak bisa. Kamu gila.

Jangan Galau Lama-Lama Karena Cinta

Jadi ceritanya kamu baru patah hati. Pacar kamu selingkuh sama nenek-nenek yang mana adalah tetangganya. Galau dong pastinya. Kamu mulai ngetwit kata-kata galau setiap detik dan mulai me-retweet quotes-quotes dari @damnitstrue. Kita gak bilang kamu gak boleh galau, karena galau itu sesungguhnya sangat wajar dan manusiawi. Yang mau kita bilang adalah kamu gak boleh galau lama-lama. Kenapa? Karena:

1. Mengganggu Teman-Teman Kamu

Mungkin gak ada temen yang bakal bilang ini langsung di muka kamu. Mereka adalah temen kamu dan gak mungkin tega untuk ngomong langsung ke kamu. Tapi kalo kamu galau kelamaan, ini udah pasti mengganggu teman-teman kamu. Masalahnya, kamu pasti akan memenuhi timeline mereka dengan twit-twit galau kamu dan tentang bagaimana kamu gak terima kamu dikalahkan sama nenek-nenek. Belum lagi kalo kamu curhat setiap detik via telepon dengan masalah yang itu-itu aja dan biarpun temen kamu udah nyoba ngasih solusi tapi kamu tetep akan curhat masalah yang sama dua jam lagi. Gak akan ada yang ngomong langsung di depan kamu, tapi kemungkinan kamu bakal diomongin di belakang.

2. Membuat Kamu Terlihat Konyol

Jadi ini adalah bulan ketiga kamu galau. Setiap pagi kamu masih nge-twit “aQ gk aKn lp4in kmUuuh. Aq chayaank kMmmuuuh b9t”. Di titik ini, temen-temen kamu akan mulai mikir, kamu beneran galau gak sih? Atau cuma dibuat-buat supaya dikasihani? Masalahnya, kalo kamu ngetwit hal semacam ini setiap hari, ini akan membuat kamu terlihat konyol dan sepertinya kamu tuh gak sungguh-sungguh. Kayak cuma buat pencitraan gitu. Kalo udah gini maunya galau malah jadi dijauhin temen kan?

3. Galau Itu Gak Menyelesaikan Masalah

Kita tahu banyak orang di luar sana yang menikmati masa galaunya. Kayaknya sakit-sakit di perut tuh enak-enak gimana gitu. Ya itu pilihan kamu sih untuk selalu galau. Tapi, kalau keinginan kamu sesungguhnya adalah untuk move on, bertemu orang baru, dan hidup bahagia, maka sesungguhnya galau itu gak akan menyelesaikan masalah. Ada juga bikin kamu jadi gak sehat.

4. Semua Orang Pernah Berbuat Kesalahan

Mungkin saat ini kamu masih tidak habis pikir gimana mantan pacar kamu bisa meninggalkan kamu yang masih cantik, seksi, dan semlohai untuk seorang nenek yang teteknya aja slek. Kamu tidak terima dan kami bisa mengerti. Tapi, semua orang pernah berbuat kesalahan. Mulai dari kesalahan yang sederhana sampai kesalahan yang bener-bener merubah hidup. Itu wajar dan manusiawi. Ada yang menyesali kesalahan itu tapi ada juga yang biasa-biasa saja atau mungkin hidup bahagia dari kesalahannya itu. Yang namanya kesalahan itu sudah telanjur terjadi dan udah gak bisa diapa-apain lagi. Kalo kamu adalah korban kesalahan itu, maka satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah terima aja dan coba maafin orang yang berbuat salah sama kamu, biarpun orang itu gak pernah minta maaf sama kamu. Itu akan sangat membantu meringankan beban hidup kamu.

5. Akhirnya Kamu Akan Menemukan Orang Baru

Percaya sama kita, pada akhirnya, cepat atau lambat, bisa 1 bulan atau 10 tahun lagi, kamu pasti akan ketemu orang baru. Dan mungkin orang ini yang pada akhirnya akan menyelamatkan kamu. Semua orang pasti ketemu seseorang. Itu cuma masalah pilihan masing-masing apakah kamu mau membuka hati kamu cukup lebar untuk seseorang ini. Masalah kapan kamu akan menemukan orang baru ini gak ada yang tahu. Tapi yang jelas, kamu harus survive dulu supaya kamu bisa ketemu orang baru ini. 

Hal-Hal yang Di Hindari Abis Putus Cinta



Jadi ceritanya kamu baru aja putus. Kamu kira dia adalah jodoh kamu, tapi apa daya nasib berkata lain. Kamu pastinya sedih banget. Itu wajar banget. maklum banget lah sama orang yang jadi sedih dan galau karena putus cinta, asal galaunya gak lama-lama. Tapi, ada beberapa hal yang harus kamu hindari kalo abis putus cinta, yaitu:

Mengumbar ke Semua Orang

Apa yang kamu lakukan begitu abis putus? Nangis? Mengurung diri di kamar? Bersemedi? Mengembara? Semua orang punya pilihannya masing-masing, tapi ada segelintir orang yang hal pertama yang mereka lakukan setelah putus adalah mengumbarnya ke semua orang. Apalagi setelah era social media. Coba liat facebook atau Twitter kamu. Pasti ada aja temen kamu yang pernah atau bahkan lagi mengumbar masalah cintanya ke khalayak ramai. Eh tapi ini kan sah-sah aja dong! Orang itu ruang pribadinya dia! Mungkin begitu pikir kamu. Ya bener sih, memang semua orang bebas menulis apa aja di social medianya. Tapi coba sekarang coba gini deh. Coba kamu liat skenario berikut ini. Kamu baru putus, terus kamu langsung ngetweet:
Putus. Sedih banget. Gak tau kenapa jadi begini. Malu banget. Gak tau harus ngomong apa ke keluarga dan temen-temen. :(
Itu udah pasti mengundang pertanyaan dan simpati dari temen-temen kamu dong? Eh trus gak taunya malemnya kamu baikan sama mantan kamu, terus besoknya kamu balikan lagi. Antiklimaks gak tuh? Tengsin gak? Tengsin lah. Makanya jangan terlalu ngumbar. Biar lebih misterius dan keren gitu.

Jelek-Jelekin Mantan Kamu

Iya ngerti kamu sakit hati. Ngerti kamu marah banget sama dia. Tapi bukan berarti kamu harus bikin dosa dengan jelek-jelekin si mantan di depan orang-orang dong? Itu sama sekali gak bikin keadaan jadi lebih baik lho. Mungkin kamu ngerasa puas dikit, tapi kalo dipikir-pikir lebih banyak jeleknya lho, misalnya:
  1. Kamu jadi keliatan desperate banget
  2. Kamu bakal dinilai sebagai orang yang suka jelek-jelekin orang di belakang
  3. Kalo ntar balik lagi gimana? Yee malu tuh.
  4. Kalo suatu hari kamu bener-bener butuh dia gimana?
  5. Kamu ngotor-ngotorin timeline orang dengan kata-kata kasar kamu.
Kalo kamu emang terpaksa banget jelek-jelekin mantan kamu, lakukanlah di grup kecil dan hanya teman-teman terdekat kamu, jangan di social media. Kasian juga lah mantan kamu. Kamu juga gak mau kan nama kamu dirusak di depan banyak orang?

Gangguin Temen Kamu

Temen yang baik pasti bakal ada buat kamu saat kamu sedang sedih banget karena putus cinta. Tapi ya kamu sebagai teman yang baik juga harus tau diri dong. Inget bahwa temen kamu juga punya kehidupan pribadi selain mengayomi kamu dan menghibur kamu dari kepatah-hatian kamu itu. Apalagi kalo kamu cuma bakal ngomong hal yang sama jutaan kali dan temen kamu cuma bisa dengerin karena dia gak enak sama kamu karena kamu lagi sedih. Kasian lah. Curhat seperlunya dan kalo temen kamu ngasih advice didengerin. Gimanapun juga dia berusaha membantu kamu loh.

Bunuh Diri

Eh ya jangan dong. Moso gara-gara putus kamu mau bunuh diri? Ya gak gitu juga kali. Iya kita tahu kamu sedih banget, tapi hidup kamu kan gak selesai sampe di situ dong. Siapa yang tahu kalo ternyata hidup bahagia kamu baru dimulai setelah kamu putus? Siapa tahu kamu malah ketemu jodoh beneran kamu? Gak ada yang tahu kan? Yang jelas kamu gak bakal tahu kalo kamu bunuh diri. Makanya jangan putus asa karena putus cinta ya. Ada banyak hal menarik yang menunggu kamu di depan sana. Yang jelas, kamu harus bangkit dan semangat dulu. Okeh? Sip.

sumber

Lari Dari Kesedihan Karena Putus Cinta

 
Gak ada orang yang pengen sedih karena putus cinta, tapi terkadang kesedihan itu dateng gitu aja dan gak bisa dihindari. Nah, kalo udah kayak gini, biasanya tiap orang punya caranya masing-masing untuk lari dari kesedihan atau berusaha memulihkan dirinya dari kesedihan. Berikut adalah 5 cara yang paling sering digunakan orang untuk lari dari kesedihan yang disebabkan oleh putus cinta.

1. Jadi Giat Bekerja

Karena udah gak ada yang diurusin lagi dan kalo dipikirin malah bikin galau, setelah putus cinta biasanya ada orang yang jadi giat sekali bekerja. Giat bekerja ini biasanya digambarkan dengan dateng ke kantor pagi-pagi banget dan pulang paling malem, kalau bisa malah nginep. Pekerjaan semua orang dengan sukarela ditekel sendiri, demi mengalihkan perhatian dari hal-hal yang menyedihkan. Ini bisa bagus buat perusahaan sih. Berharap aja punya banyak karyawan kayak gitu.

2. Party / Mabok-Mabokan

Ini adalah pelarian buat orang yang duitnya banyak. Kenapa harus duitnya banyak? Soalnya mahal. Biasanya orang yang menggunakan pelarian seperti ini bakal sok cuek, sok gak sakit hati, terus ngajakin temennya untuk party dan mabok-mabokan. Nanti kalo udah mabok, rusuh, terus curhat. Sambil curhat nangis. Abis nangis trus muntah deh.

3. Berkarya Seni

Buat yang punya jiwa seni yang tinggi, biasanya sakit hati bisa dijadikan masa yang produktif untuk menghasilkan karya seni. Malah ada musisi-musisi yang karyanya jadi OK banget saat dia galau. Mungkin itu sebabnya ada orang-orang yang galau mulu kali ya? Tapi galau terus menghasilkan karya seni ini positif banget sih. Asal gak galau kelamaan terus depresi terus bunuh diri aja sih.

4. Cari Pacar Baru Terus PDA

Ini adalah ketika seseorang baru putus, terus tiba-tiba beberapa hari kemudian pacaran lagi dan kemudian mengumbar kebahagiannya di depan umum alias melakukan Public Display of Affection (PDA). Patut dipertanyakan sih sebenernya apakah mereka ini beneran seneng dengan pacar barunya atau cuma pengen manas-manasin mantan pacarnya aja. Yang jelas sih pastinya ini cara lari dari kesedihan juga. Idealnya sih mungkin semua orang mau mengobati kesedihan dengan cara kayak gini kali ya, tapi gak semua orang bisa kayak gini.

5. Jadi Religius (di Social Media)

Putus cinta adalah waktunya mendekatkan diri kembali ke Tuhan. Paling gak di social media lah. Kan banyak tuh begitu putus, twitnya langsung religius abis, seperti misalnya:
Mungkin Tuhan punya jalan yang lain buat aku…
Atau bisa juga:
Ya Allah, mungkin hambamu ini banyak dosa sampai disakiti seperti ini. Mungkin ini peringatan dari Allah.
Gitu deh. Nanti kalo udah dapet pacar juga twitnya PDA-PDAan lagi. Gak papa lah ya, paling gak sempet (keliatan) religius bentar. Pencitraan itu penting banget loh.

sumber

Agustus 27, 2011

Cara Melupakan Mantan Pasangan

 



PUTUS cinta memang menyebalkan. Namun masih ada yang lebih buruk, bagaimana bisa melupakan mantan.

Begitu putus, tetap saja Anda menyelidiki kehidupan mantan. Mengintip Facebook, terus mengamati akun Twitter-nya, sampai mencari tahu dengan siapa dia menjalin hubungan.

Tidak gampang memutuskan hubungan dengan pasangan, apalagi yang sudah cukup lama pacaran.

Menurut Rebecca Gladding, MD, penulis buku You Are Not Your Brain, jika Anda mengatasi periode pascaputus dengan cara yang tepat, Anda mampu melupakan si dia lebih cepat, bahkan bisa menggandeng pacar baru lagi dalam waktu singkat –tanpa harus melewati hari demi hari penuh penyesalan dan air mata.

Anda yang memutuskan hubungan, berarti Anda lebih mudah melupakan si dia. Belum tentu. Meski tahu dia bukanlah pasangan yang tepat untuk mendampingi Anda, tidak semudah itu melupakan mantan pasangan.

“Mengingat hasrat diproses di bagian lain dalam otak –tidak menjadi satu dengan bagian rasional, jangan heran jika Anda bertindak tanpa mempertimbangkan tujuan jangka panjang,” cetus Rebecca.

Terlepas dari alasan putus, perpisahan memicu niat yang amat besar untuk segera mengisi kekosongan yang ditinggalkan. Putus-sambung dengan si mantan, atau langsung menanggapi siapa saja yang menggoda menjadi pemandangan biasa. Padahal ada cara yang tepat untuk melupakan si mantan dan siap menjalin hubungan baru. Caranya?

1.    Ikuti aturan 30 menit. Begitu terpikir untuk menghubungi mantan, Anda tahu sepertinya Anda kangen dan ingin bertemu. Tapi mungkin saja Anda a) kesepian atau b) bosan.

“Jika Anda menghentikan kebiasaan ini dan sempat memikirkannya lagi, Anda akan bisa membedakan hasrat ingin bertemu atau sekadar bosan,” kata Rebecca.

Gunakan aturan 30 menit. Ketika keinginan untuk mengirim SMS, menelepon, atau menemui dia begitu besar, lakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian, seperti joging atau mengintip blog favorit. Sepertinya sederhana, namun setelah setengah jam memikirkan hal lain, Anda tak lagi ingin menghubungi si mantan.

“Keinginan itu hanya sekelebatan saja, dan Anda bisa tetap di lintasan yang benar jika bisa mengalihkan perhatian,” lanjut Rebecca.

2.    Kenali pemicunya (hmm, Facebook?). “Kebanyakan wanita punya keinginan yang spesifik –sesuatu yang akan memicu ingatan dan kembali memikirkan si mantan,” jelas Rebecca.

Luangkan waktu untuk memikirkan dan mengenali perilaku seperti apa yang membuat Anda merasa kelimpungan –sampai-sampai terus mengamati wall Facebook si mantan, mendengarkan lagu-lagu favorit Anda berdua, kembali ke restoran tempat mantan biasa membawa Anda—dan ambil tindakan. Mungkin ini berarti memblok post mantan di Facebook untuk sementara waktu atau membuang segala macam benda yang berkaitan dengannya ke tempat sampah.

“Kalau baru putus, Anda masih rapuh dan emosional,” ungkap Rebecca.

“Membuang segala macam yang berkaitan dengan si mantan akan membantu Anda melupakan kepiluan.”

3.    Hubungi sahabat Anda. Salah satu pengalih perhatian terbaik? Tak lain obrolan panjang dengan sahabat. Masalahnya, curhat seperti ini bisa saja malah jadi bumerang. Jika tak terkendali, malah arahnya kepengin balik lagi.

“Pasti menyenangkan punya teman yang bisa memahami apa yang terjadi, tapi beda jika dia mendukung Anda yang terobsesi dengan mantan. Terus saja membicarakan mantan dengan menggebu-gebu, mencari berita paling anyar tentang dirinya. Jarang sekali setelah curhat begini Anda merasa lebih baik dengan status lajang,” kata Rebecca mengingatkan. “Anda pada akhirnya menanyakan kabar mantan, ingin tahu apakah dia sudah punya pacar baru, dan sebagainya.” Jadi jangan lupa untuk curhat kepada orang yang tepat. Orang yang bisa mengendalikan pembicaraan dan tetap fokus pada hal-hal di luar si mantan.

4.    Buat daftar. Cari dan ketahui 3 alasan utama Anda lebih baik tanpa mantan alias sendirian ketimbang meneruskan hubungan dengannya.

Apakah itu karena dia tidak cocok dengan keluarga Anda, dia tak pernah bisa mendukung Anda, atau karena dia tak punya selera film yang sama. Menarik melihat hubungan Anda dengannya dengan kacamata baru. Tapi ingat, ini pandangan yang realistis.

“Begitu Anda punya kesempatan melihat dalam kerangka yang lebih besar, Anda akan lebih memahami apa yang terjadi sebenarnya. Anda tak akan berkeinginan untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan yang jelas tidak tepat untuk Anda,” pungkas Rebecca.

SUMBER