“Cinta itu harusnya
kamu jadiin tujuan, bukan cuma persinggahan.”
Kata-kata itu kian mengendap di otakku, kata-kata dari
seorang gadis manis di masa lalu yg beberapa waktu lalu sempat kembali
menghiasi hari-hariku.
Semenjak 3 tahun lalu aku meninggalkannya, dia masih rajin
menyapaku dan aku pun kerap menegurnya. Sesekali terbesit perasaan menyesal
pernah menyakitinya, namun perasaan itu begitu mudahnya sirna. Kini dia kembali
hadir, lebih tepatnya aku yg mengusiknya dan memaksanya untuk kembali menyentuh
kenangan kita. Beberapa waktu lalu entah kenapa aku merasa begitu
merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya yg tak begitu aku ingat. Hingga
aku seakan memintanya untuk kembali bersama, aku tak yakin dengan itu semua yg
aku tau saat itu aku benar-benar ingin membuatnya kembali disini denganku.
Hari-hari berlalu dengan perhatiannya yg selalu
menghangatkanku, dia masih seperti dulu. Sosok gadis manis yg paling mengerti
aku, yg paling mampu menerima segala sifatku. Meski aku sering mengabaikannya,
dia tak pernah berhenti mewarnai hariku. ‘Yuna’ , sebut saja dia Yuna dan aku
sendiri Aldi.
Begitu singkatnya perasaanku, aku mulai jenuh. Entah apa yg
membuatku merasa seperti itu... Yuna kembali menjadi sosok yg asing bagiku,
meski dia masih setia menemani tengah malam hingga pagi ku melalui susunan huruf
dalam kalimat yg terkadang membuatku tersentak. Dia sering menyisipkan tanya
dalam canda yg mampu membuatku sedikit merenung, ‘apakah benar aku mempermainkan perasaannya’. Bukan hal yg mudah
untuk bertahan dalam sebuah pengabaian yg terus aku lakukan, sementara dia
tetap saja setia.
Aku mengerti dia begitu berharap akan kembalinya ‘kita’. Apa
yg sesungguhnya aku lakukan? Terus mengulur waktuku tanpa tau kapan aku
benar-benar bisa menemuinya. Ya, aku pernah menjanjikan sebuah pertemuan yg
sampai saat ini belum kesampaian.
Aku kejam? Aku memberinya sebuah harapan kosong? Aku tak
bisa berkata ‘iya’ atau 'tidak' atas itu semua. Maafkan aku atas semua ini, terus
memberikanmu harapan yg tak pasti.
0 komentar:
Posting Komentar