Tampilkan postingan dengan label pacar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pacar. Tampilkan semua postingan

Desember 16, 2011

3 Tanda Anda Salah Pilih Pacar

Terkadang wanita tidak mengetahui bahwa mereka sedang menjalin hubungan yang salah. Mungkin Anda sudah merasakannya dan telah memiliki intuisi, namun banyak dari wanita yang masih mempertahankan hubungan.

Tidak pernah bertengkar atau tidak meributkan sebuah masalah bukan berarti hubungan Anda merupakan hubungan yang baik untuk diteruskan. Ada faktor lain yang mendukung bahwa dia bukan orang yang tepat bagi Anda. Seperti dilansir dari She Knows, inilah tiga tanda Anda salah memilih kekasih.

1. Memiliki Tujuan Hidup yang Jauh Berbeda
Ada yang bilang, perbedaan semestinya bukan menjadi masalah, justru dapat melengkapi. Namun jika perbedaan terlalu jauh dan menyangkut prinsip hidup Anda maka akan sulit untuk disatukan. Misalkan saja, si dia tidak ingin punya anak setelah menikah nanti atau dia ingin pindah ke kota lebih kecil karena tidak tahan dengan tekanan di ibu kota. Sedangkan Anda ingin segera memiliki anak setelah menikah dan Anda ingin mengembangkan karir, sehingga tidak mungkin untuk ikut pindah ke kota kecil. Hal-hal serupa yang membuat hubungan sulit untuk bisa sukses. Mungkin pada awalnya Anda dan si dia tidak mempermasalahkannya, namun waktu terus berputar dan keputusan harus segera dibuat. Bagus jika kedua pasangan bisa berkompromi, jika tidak? Maka hubungan akan sulit dipertahankan.

2. Tidak Pernah Bicara dari Hati ke Hati
Saling berbagi tentang impian dan cita-cita merupakan momen paling membahagiakan. Ketika Anda dan si dia tidak pernah tahu apa yang diinginkan kekasih, begitu pun sebaliknya maka Anda berada dalam hubungan yang salah. Ini bukti Anda ataupun si dia tidak menganggap penting dan tidak mengizinkan dia ataupun Anda masuk ke kehidupan yang lebih dalam.

3. Tidak Menyukai Keluarga atau Teman-teman Anda
Tentu hubungan tidak akan berjalan sempurna ketika si di tidak menyukai keluarga dan teman-teman Anda. Ketika diajak berkumpul dengan mereka, si dia menolak mentah-mentah. Padahal keluarga serta sahabat Anda merupakan orang penting di hidup Anda. Hidup pun terasa semakin lengkap jika kekasih dan sahabat bisa berkumpul bersama. Untuk itu, jangan habiskan waktu Anda hanya untuk membujuknya agar mau menerima keluarga dan teman-teman Anda.

source : wolipop.com

5 Masalah Komunikasi yang Sering Terjadi dalam Percintaan

Dalam setiap hubungan asmara, pasti pernah diwarnai dengan pertengkaran, salah paham, bahkan saling menyakiti. Setiap masalah dalam percintaan selalu ada jalan keluarnya, namun tak sedikit pasangan yang berakhir dengan putus.

Salah satu penyebab hubungan asmara tak berjalan mulus, adalah kurangnya komunikasi yang baik antara masing-masing pasangan. Janelle Alex, seorang konsultan dari Inward Oasis, mengemukakan masalah komunikasi yang sering terjadi dalam percintaan dan solusi mengatasinya, seperti dilansir All Women Stalk.

1. Kurangnya Komunikasi
Rutinitas Anda dan pasangan seringkali membuat kualitas maupun kuantitas komunikasi berkurang. Seringkali aktivitas Anda berdua lebih sering dihabiskan di kantor dan saat ada waktu senggang, baik Anda maupun pasangan sudah cukup lelah dan memilih beristirahat saja di rumah. Percaya atau tidak, ketika terus terjebak dalam rutinitas seperti ini, hubungan Anda dan pasangan bisa semakin renggang. Ketika mulai menyadari sedang berada dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda segera benahi semuanya dan temukan waktu untuk bercengkerama bersama pasangan agar hubungan kembali harmonis.

2. Menghindari Masalah
Menghindari pembicaraan tentang sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan, bisa menjadi penyebab Anda berhenti bicara dengannya. Pembicaraan yang membuat Anda merasa tidak nyaman, seringkali mendorong Anda untuk membangun dinding pemisah yang menjadi jarak antara kalian berdua. Awalnya Anda mungkin merasa nyaman dengan situasi ini, tapi sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama karena hal ini bisa membuat hubungan memburuk. Hadapilah masalah tersebut, jangan didiamkan. Bicarakan baik-baik dengan pasangan dan carilah jalan keluar bersama sehingga masalah selesai dan hubungan kembali membaik.

3. Interupsi
Apakah Anda sering memotong pembicaraan saat sang kekasih sedang menyuarakan pendapatnya? Menurut Janelle, menginterupsi pembicaraan orang adalah tidakan yang tidak sopan, karena menunjukkan kurangnya perhatian, tidak ada rasa hormat bahkan kurangnya rasa percaya Anda terhadap lawan bicara. Sebaiknya, biarkan pasangan menyelesaikan kata-katanya tanpa ada sedikitpun interupsi. Jika Anda memang tidak punya banyak waktu untuk mendengar seluruh omongannya, katakan padanya untuk berbicara di lain kesempatan saat Anda dan dia sedang tidak sibuk.

4. Salah Paham
Seringkali apa yang Anda bicarakan tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh pasangan, begitu juga sebaliknya. Hal ini memicu timbulnya salah paham yang berakhir dengan pertengkaran. Walaupun bicara secara langsung, salah paham bisa saja terjadi. Untuk menghindari hal ini, Janelle menyarankan untuk mengulang kata-kata pasangan yang Anda tidak yakin akan maksudnya. Begitupun ketika Anda merasa mengatakan hal yang kurang jelas artinya, pastikan untuk menjelaskan kembali agar kesalahan dalam penerimaan komunikasi tidak terjadi.

5. Merasa Selalu Benar
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, seringkali komunikasi menjadi ajang kompetisi untuk menemukan siapa yang benar dan salah. Sebaiknya, komunikasi menjadi jembatan untuk menemukan sebuah solusi, bukan malah menjadi ajang dominasi. Cobalah untuk melihat kembali apa yang menjadi masalah Anda berdua. Kemudian, lihat masalah tersebut dari perspektif Anda maupun pasangan. Carilah letak ketidakcocokan dalam masalah itu dan secara bersama-sama mencari solusinya. Tidak ada yang menang dan yang kalah, kualitas komunikasi Anda berdua lebih penting daripada itu.

source : wolipop.com

4 Hal yang Penting Dilakukan Saat Tahu Kekasih Selingkuh

Anda merasa hubungan dengan kekasih baik-baik saja, tapi tiba-tiba Anda mendapati pesan teks mesra di ponselnya, atau melihat dia bergandengan tangan bersama wanita lain. Kesal, marah dan sakit hati sudah pasti Anda alami saat tahu dia telah berselingkuh.

Tapi, apa yang sebaiknya dilakukan begitu tahu kenyataan menyakitkan itu? Ada empat hal yang sebaiknya Anda lakukan pertama kali begitu tahu perselingkuhan si dia, seperti dilansir She Knows.

1. Tarik Napas Dalam-dalam
Ketika Anda mengetahui bahwa pasangan telah berselingkuh, mungkin Anda akan syok, marah dan kesal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah; tarik napas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan. Lakukan ini beberapa kali, cara ini akan membuat Anda lebih tenang, sehingga emosi tidak meledak-ledak dan membuat Anda bertindak gegabah.

Dengan cara ini, Anda juga dapat lebih efektif menghilangkan kepanikan. Menurut Sharon Rivkin, penulis 'Breaking the Argument Cycle: How to Stop Fighting Without Therapy', "Bila Anda tidak bernapas dalam-dalam, otak Anda akan kekurangan oksigen dan membuat Anda mengambil keputusan yang buruk."

2. Hadapilah Dia
Ketika mengetahui bahwa si dia selingkuh, Anda harus menghadapi kenyataan dan menyelesaikan masalah dengannya. Diam saja tidak akan menyelesaikan masalah dan membuat Anda merasa lebih baik, tapi justru bisa memperkeruh seuasana. Langkah paling tepat adalah merunut kembali hubungan Anda dan si dia sebelum perselingkuhannya terbongkar. Siapa Anda, bagaimana Anda mengetahui bahwa si dia selingkuh, seperti apa hubungan Anda dengan si dia, dan sebagainya. Semua itu akan menjadi faktor yang menuntun Anda untuk memutuskan apa yang ingin Anda lakukan setelah Anda telah menemukan bahwa pasangan selingkuh.

 "Seluruh dunia Anda hancur berantakan, seperti mengalami bencana alam atau gempa bumi, jadi lakukanlah apa yang naluri Anda katakan. Tapi jangan menghakimi dan jangan keras kepala," tambah Sharon.

3. Berpikir dengan Logika
Meskipun Anda sedang mengalami krisisnya suatu hubungan, kehidupan tetap harus berjalan. Anda tetap harus pergi bekerja, mengerjakan tugas-tugas kantor, hang out bersama teman, dan kegiatan lainnya yang tidak melibatkan sang kekasih.

"Tidak ada yang mudah, merasa kewalahan adalah normal, tetapi jangan biarkan perasaan tersebut mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, terutama jika Anda sudah memiliki anak," terang Sharon.

Jika kesedihan dan rasa putus asa sudah tak bisa dibendung lagi, saran Sharon, segeralah cari orang untuk berkeluh kesah. Tumpahkan rasa kesal Anda di depan sahabat atau keluarga yang memahami Anda. Ingat, Anda berada dalam suasana hati yang krisis, jadi lebih baik mencari bantuan sementara.

4. Ajukan Pertanyaan
Setelah Anda dihadapkan dengan masalah perselingkuhan, berjuta pertanyaan pasti akan membanjiri pikiran Anda, seperti; 'Mengapa aku tidak tahu?', 'Mengapa aku tidak percaya intuisi?' atau 'Mengapa ini terjadi?'.

Ajukanlah pertanyaan itu kepada pasangan atau orang yang bersangkutan dengan perselingkuhan. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, sedikit banyak bisa membantu menyembuhkan pikiran Anda. Karena pertanyaan dan jawaban dari mereka merupakan langkah pertama untuk mengetahui apa yang terjadi pada hubungan Anda. Sangat penting untuk melihat sejarah bagaimana pola hubungan Anda dengan si dia, kapan memulainya kepercayaan antara satu sama lain, dan kapan mulai memahami satu sama lain.

source : wolipop.com

Manfaat 'Break' Dalam Hubungan Asmara

Jakarta - Dalam menjalani hubungan asmara, seringkali kata break menjadi momok bagi Anda maupun pasangan. Tapi sebenarnya ada beberapa manfaat yang Anda dapat dari masa kritis tersebut.

Setiap hubungan pasti mengalami masalah yang rumit. Putus bukanlah jalan satu-satunya dalam menyelesaikan masalah. Dalam masa-masa genting tersebut 'break' merupakan keputusan yang tepat untuk diambil.

Dalam masa 'break' Anda dan pasangan tidak perlu melakukan kontak agar bisa saling fokus berintropeksi diri dan meredam emosi. Seperti dilansir All Womens Talk, ini dia lima manfaat 'break' dalam hubungan asmara.

1. Memberikan Ruang
Adakalanya hubungan yang sangat intens membuat Anda dan pasangan hampir tidak mempunyai waktu untuk diri sendiri. Selama masa break, ada sebuah jarak antara Anda dan pasangan sehingga masing-masing individu memiliki sedikit ruang yang membebaskan Anda berdua untuk beristirahat sejenak dari kebosanan maupun kepenatan hubungan yang selama ini terjalin.

2. Mengenal Diri Sendiri
Alasan break terkadang untuk membuat diri bisa lebih baik lagi. Ya, tentu saja dalam ma sa kesendirian yang sementara tersebut, Anda punya cukup banyak waktu untuk mengoreksi diri Anda sebagai seorang individu bebas, bukan individu yang terikat. Anda bisa mengoreksi kekurangan-kekurangan Anda dan membenahi diri sehingga Anda akan lebih mengenal bagaimana karakter Anda yang sesungguhnya.

3. Menjadi Lebih Tenang
Pertengkaran hebat dengan pasangan membuat Anda tertekan dan emosi. Selama break, Anda bisa berhenti sejenak dari keributan yang memakan banyak energi tersebut. Anda dapat memikirkan kembali tentang masalah yang Anda hadapi dan menjadi lebih tenang. Break juga dapat menghindarkan dari pertengkaran yang lebih hebat.

4. Waktu Untuk Mengukur Kecocokan
Mungkin selama ini Anda ragu tentang hubungan asamara Anda, apakah harus dilanjutkan atau memutuskan jalinan hubungan. Ketika Anda dan pasangan berpisah untuk waktu yang cukup lama, inilah saat yang tepat untuk membuat keputusan tersebut. Jika Anda merasa lebih nyaman dan bahagia dengan kesendirian Anda, mungkin Anda memang perlu untuk mengakhiri hubungan Anda. Tapi jika Anda merasa membutuhkan si dia lebih dari saat Anda bersamanya, mungkin memperbaiki hubungan antara Anda dan pasangan adalah keputusan yang terbaik.

5. Mencari Apa Yang Anda Mau
Break bisa Anda manfaatkan untuk mencari apa yang sesungguhnya Anda inginkan dari pasangan. Apakah Anda ingin hubungan yang lebih serius, atau Anda lebih tertarik bertemu orang baru atau justru Anda mempunyai tujuan masing-masing yang saling bertentangan. Carilah apa yang sebenarnya Anda inginkan sehingga ketika jeda ini berakhir Anda bisa membuat keputusan yang sesuai dengan hati nurani Anda.

6. Membuat Prioritas
Mungkin alasan Anda dan pasangan break adalah untuk sama-sama memahami apa yang menjadi prioritas Anda berdua. Mungkin saja Anda ingin melanjutkan sekolah, sementara pasangan Anda ingin menikah. Jika memang Anda dan psangan masih bisa kompromi dengan prioritas masing-masing, maka hubungan ini bisa diteruskan. Jika memang Anda berdua tidak menemukan jalan tengah, coba pikirkan kembali apa yang menjadi prioritas hidup Anda saat ini dan ke depannya.

7. Memastikan Perasaan
Bisa saja Anda break dengan pasangan karena bosan atau justru tidak lagi merasakan cinta dalam hubungan tersebut. Terpisahnya Anda dan pasangan akan memberikan jeda pada perasaan Anda berdua. Bila ketidakhadirannya membuat Anda rindu dengan apa yang telah Anda lewati dengan pasangan, mungkin Anda hanya jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja. Jika ternyata selama tidak bertemu dengannya membuat Anda merasa lebih baik dan perasaan Anda semakin hambar, bisa saja memang sudah tidak ada cinta di antara Anda.

Ingat, break bukan berarti putus. Ini adalah saat untuk mengoreksi kesalahan dan keinginan masing-masing individu. Secara umum, break terjadi karena kejenuhan, keragu-raguan, dan kurangnya cinta antara Anda dan pasangan. Dan pada masa ini, Anda bisa menemukan hal-hal apa saja yang terlewat dari hubungan tersebut. Walaupun tak jarang break menjadi awal berakhirnya sebuah hubungan, tapi break dapat memberikan dampak positif ke hubungan Anda karena setiap orang perlu waktu untuk sendiri.

source : wolipop.com

November 03, 2011

4 Tipe Orang Pacaran, Mana tipe mu ?




Kayaknya di suatu masa dalam hidup seseorang, semua orang pengen pacaran. Gak peduli apapun orientasi seksualnya, semua orang pasti pernah ingin merasakan rasanya pacaran. Tapi sebenernya, pacaran itu sendiri juga ada macem-macem loh. Inilah 4 tipe pacaran menurut MBDC.


Pacaran Munyu-Munyu (Alias Bikin Orang Lain Geli)

Ini adalah tipe pacaran dimana sebuah pasangan terlihat sangat akrab di muka umum dan jelas-jelasan mengumbar bahwa mereka sedang pacaran. Biasanya, pasangan ini memiliki julukan sendiri untuk pasangannya masing-masing. Julukannya bisa yang normal (seperti mungkin ‘Bubu’…itu normal gak sih?) sampe yang bikin orang lain geli (seperti misalnya Pipi-Mimi). Pasangan tipe ini juga biasanya memiliki bahasa atau ungkapan yang hanya bisa dimengerti oleh mereka sendiri. Pasangan tipe ini bisa menjadi pasangan favorit banyak orang, tapi bisa juga jadi pasangan yang diketawain sama banyak orang.


Pacaran Drama


Pacaran drama adalah tipe pacaran dimana sebuah pasangan memiliki banyak sekali drama dalam kisah percintaan mereka sampe-sampe rasanya kalo ada di sekitar mereka, kamu ngerasa sedang berada di dalam sebuah cerita film. Ceritanya bisa macem-macem. Mulai dari pacaran biasa, terus cowoknya selingkuh sama cewek lain, ceweknya mau bunuh diri, terus balikan, terus ceweknya hamil, cowoknya gak ngaku kalo dia yang menghamili, ceweknya dituduh selingkuh, keluarga si cewek gak terima, gebuk-gebukan, masuk penjara. Gitu deh. Pokoknya pastinya bikin kamu sama temen-temen kamu mikir, “Taek, drama banget sih.”

Pacaran Berantem Mulu


Sesuai namanya, ini adalah pasangan yang pacaran, tapi kerjanya berantem mulu. Bedanya sama yang tipe pacaran drama, pacaran berantem mulu ini gak pake drama-dramaaan. Emang murni berantem aja. Semua hal bisa bikin mereka berantem. Biasanya kalo lagi pergi rame-rame, pasangan ini datengnya paling telat (karena berantem dulu di parkiran), terus pas dateng mukanya sama-sama merengut, trus bikin suasana gak nyaman. Kadang-kadang pasangan ini membuat kamu berpikir kenapa mereka masih juga pacaran.

Pacaran yang Gak Kayak Pacaran


Ini adalah pasangan yang katanya pacaran, tapi gak pernah kayak pacaran. Ada beberapa skenario yang membuat mereka gak pernah keliatan kayak orang pacaran
  1. Katanya pacaran tapi gak pernah keliatan berduaan. Masing-masing sibuk dengan urusan masing-masing
  2. Katanya pacaran, tapi becandanya gak kayak orang pacaran (misal: gebuk-gebukan)
  3. Katanya pacaran, tapi pasangannya cuma dimanfaatin untuk hal-hal tertentu, misalnya kalo cowok, cuma dimanfaatin buat jadi supir aja.
Nah, kalo kayak gini emang cukup bisa dipertanyakan sih. Ya udah sih terserah mereka.
Ada tambahan? Boleh nulis-nulis di comments loh.


September 25, 2011

Mulai Psycho Karena Cinta

Jadi ceritanya kamu baru putus cinta nih. Kamu sedih banget. Sedih itu wajar, jangan khawatir. Tapi tiba-tiba, kamu mulai mendengar kalo temen-temen kamu mulai bilang kalo kamu gila. Loh kok gitu??! Kamu kan lagi putus cinta?!?! Moso malah dikatain gila sih? Jahat banget! Ehm, sebenernya mereka belum tentu jahat sih. Bisa aja kamu ternyata emang mulai jadi psycho. Tanda-tandanya antara lain:

Udah Bertahun-tahun Kamu Masih Galau

Jadi ceritanya kamu lagi galau. Trus kamu liat tanggalan. Kamu baru sadar, udah 5 tahun sejak kamu putus sama pacar kamu. Tapi kamu masih galau. Kamu ngerasa itu fine-fine aja, normal. Namanya juga orang lagi putus cinta. Ehm, maaf untuk mengacaukan mind set kamu ya, tapi itu super gak normal loh. Beneran deh. Orang galau karena cinta tuh paling lama 3 bulan aja dan galau lama-lama itu sungguh gak baik. Kalo udah sampe 5 tahun dan kamu masih ngerasain hal yang sama kayak 5 tahun lalu, kayaknya kamu butuh ke psikolog deh.

Kamu Gak Seneng Dia Happy

Wajar lah ya kalo kamu ngerasa agak gimana gitu pas ngeliat mantan pacar kamu kayaknya udah move on dan jadi bahagia. Jadi agak galau gimana gitu. Tapi kalo reaksi kamu abis mengetahui bahwa mantan kamu sudah bahagia adalah “KENAPA SIH DIA BAHAGIA?!!?! KENAPA GUE ENGGAK?!?! INI GAK FAIR!!” sambil banting-banting barang dan nyilet tangan trus darahnya kamu isep, kemungkinan besar kamu mulai gila (atau mulai jadi pecandu narkoba). Serius deh, emang salah mantan kamu kalo dia bahagia?

Stalking Pacar Barunya & Teman-Temannya

Penasaran sama pacar baru mantan kamu itu wajar. Tapi stalking pacar baru mantan kamu dan menelusuri sampai teman-temannya, itu gak wajar. Apalagi kalo tujuan kamu itu untuk nyari jelek-jeleknya pacar baru mantan kamu supaya kamu bisa merasa diri kamu lebih baik. Itu sungguh menyedihkan lho. Itu kayak bukti bahwa kamu sangat merasa insecure. Lagian emang gak malu ya? Malu lagi kalo ketauan.

Merusak Hubungan Mantan Kamu

Jadi ceritanya kamu lagi stalking mantan kamu sama pacar barunya di twitter. Tiba-tiba entah kenapa kamu merasa wajib untuk ngupload screenshot sms-sms cinta dari mantan kamu di masa lalu sambil mention pacar barunya, tanpa suatu tujuan yang jelas. Kalo kamu sampe melakukan hal ini, kamu beneran butuh ke psikolog sekarang juga. Sekarang mungkin cuma mention-mention, tapi siapa tau di masa depan kamu ngerasa wajib untuk nusuk-nusuk pacar baru mantan kamu pake obeng? Kita gak mau ambil resiko itu dong?

Sok ‘Ngalah’ Setelah Mulai Cari Masalah Duluan

Ngalah itu adalah hal yang baik. Tapi kalo kamu ‘ngalah’ setelah memulai masalah duluan (seperti misalnya upload screenshot sms mantan kamu dan dimention ke pacarnya yang baru) itu namanya gila. Siapa yang mulai duluan? Kenapa sekarang kamu jadi yang ngalah padahal kamu yang jelas-jelas main api? Ngarep diliat orang jadi pihak yang baik gitu? Gak bisa. Kamu gila.

Jangan Galau Lama-Lama Karena Cinta

Jadi ceritanya kamu baru patah hati. Pacar kamu selingkuh sama nenek-nenek yang mana adalah tetangganya. Galau dong pastinya. Kamu mulai ngetwit kata-kata galau setiap detik dan mulai me-retweet quotes-quotes dari @damnitstrue. Kita gak bilang kamu gak boleh galau, karena galau itu sesungguhnya sangat wajar dan manusiawi. Yang mau kita bilang adalah kamu gak boleh galau lama-lama. Kenapa? Karena:

1. Mengganggu Teman-Teman Kamu

Mungkin gak ada temen yang bakal bilang ini langsung di muka kamu. Mereka adalah temen kamu dan gak mungkin tega untuk ngomong langsung ke kamu. Tapi kalo kamu galau kelamaan, ini udah pasti mengganggu teman-teman kamu. Masalahnya, kamu pasti akan memenuhi timeline mereka dengan twit-twit galau kamu dan tentang bagaimana kamu gak terima kamu dikalahkan sama nenek-nenek. Belum lagi kalo kamu curhat setiap detik via telepon dengan masalah yang itu-itu aja dan biarpun temen kamu udah nyoba ngasih solusi tapi kamu tetep akan curhat masalah yang sama dua jam lagi. Gak akan ada yang ngomong langsung di depan kamu, tapi kemungkinan kamu bakal diomongin di belakang.

2. Membuat Kamu Terlihat Konyol

Jadi ini adalah bulan ketiga kamu galau. Setiap pagi kamu masih nge-twit “aQ gk aKn lp4in kmUuuh. Aq chayaank kMmmuuuh b9t”. Di titik ini, temen-temen kamu akan mulai mikir, kamu beneran galau gak sih? Atau cuma dibuat-buat supaya dikasihani? Masalahnya, kalo kamu ngetwit hal semacam ini setiap hari, ini akan membuat kamu terlihat konyol dan sepertinya kamu tuh gak sungguh-sungguh. Kayak cuma buat pencitraan gitu. Kalo udah gini maunya galau malah jadi dijauhin temen kan?

3. Galau Itu Gak Menyelesaikan Masalah

Kita tahu banyak orang di luar sana yang menikmati masa galaunya. Kayaknya sakit-sakit di perut tuh enak-enak gimana gitu. Ya itu pilihan kamu sih untuk selalu galau. Tapi, kalau keinginan kamu sesungguhnya adalah untuk move on, bertemu orang baru, dan hidup bahagia, maka sesungguhnya galau itu gak akan menyelesaikan masalah. Ada juga bikin kamu jadi gak sehat.

4. Semua Orang Pernah Berbuat Kesalahan

Mungkin saat ini kamu masih tidak habis pikir gimana mantan pacar kamu bisa meninggalkan kamu yang masih cantik, seksi, dan semlohai untuk seorang nenek yang teteknya aja slek. Kamu tidak terima dan kami bisa mengerti. Tapi, semua orang pernah berbuat kesalahan. Mulai dari kesalahan yang sederhana sampai kesalahan yang bener-bener merubah hidup. Itu wajar dan manusiawi. Ada yang menyesali kesalahan itu tapi ada juga yang biasa-biasa saja atau mungkin hidup bahagia dari kesalahannya itu. Yang namanya kesalahan itu sudah telanjur terjadi dan udah gak bisa diapa-apain lagi. Kalo kamu adalah korban kesalahan itu, maka satu-satunya hal yang bisa kamu lakukan adalah terima aja dan coba maafin orang yang berbuat salah sama kamu, biarpun orang itu gak pernah minta maaf sama kamu. Itu akan sangat membantu meringankan beban hidup kamu.

5. Akhirnya Kamu Akan Menemukan Orang Baru

Percaya sama kita, pada akhirnya, cepat atau lambat, bisa 1 bulan atau 10 tahun lagi, kamu pasti akan ketemu orang baru. Dan mungkin orang ini yang pada akhirnya akan menyelamatkan kamu. Semua orang pasti ketemu seseorang. Itu cuma masalah pilihan masing-masing apakah kamu mau membuka hati kamu cukup lebar untuk seseorang ini. Masalah kapan kamu akan menemukan orang baru ini gak ada yang tahu. Tapi yang jelas, kamu harus survive dulu supaya kamu bisa ketemu orang baru ini. 

Hal-Hal yang Di Hindari Abis Putus Cinta



Jadi ceritanya kamu baru aja putus. Kamu kira dia adalah jodoh kamu, tapi apa daya nasib berkata lain. Kamu pastinya sedih banget. Itu wajar banget. maklum banget lah sama orang yang jadi sedih dan galau karena putus cinta, asal galaunya gak lama-lama. Tapi, ada beberapa hal yang harus kamu hindari kalo abis putus cinta, yaitu:

Mengumbar ke Semua Orang

Apa yang kamu lakukan begitu abis putus? Nangis? Mengurung diri di kamar? Bersemedi? Mengembara? Semua orang punya pilihannya masing-masing, tapi ada segelintir orang yang hal pertama yang mereka lakukan setelah putus adalah mengumbarnya ke semua orang. Apalagi setelah era social media. Coba liat facebook atau Twitter kamu. Pasti ada aja temen kamu yang pernah atau bahkan lagi mengumbar masalah cintanya ke khalayak ramai. Eh tapi ini kan sah-sah aja dong! Orang itu ruang pribadinya dia! Mungkin begitu pikir kamu. Ya bener sih, memang semua orang bebas menulis apa aja di social medianya. Tapi coba sekarang coba gini deh. Coba kamu liat skenario berikut ini. Kamu baru putus, terus kamu langsung ngetweet:
Putus. Sedih banget. Gak tau kenapa jadi begini. Malu banget. Gak tau harus ngomong apa ke keluarga dan temen-temen. :(
Itu udah pasti mengundang pertanyaan dan simpati dari temen-temen kamu dong? Eh trus gak taunya malemnya kamu baikan sama mantan kamu, terus besoknya kamu balikan lagi. Antiklimaks gak tuh? Tengsin gak? Tengsin lah. Makanya jangan terlalu ngumbar. Biar lebih misterius dan keren gitu.

Jelek-Jelekin Mantan Kamu

Iya ngerti kamu sakit hati. Ngerti kamu marah banget sama dia. Tapi bukan berarti kamu harus bikin dosa dengan jelek-jelekin si mantan di depan orang-orang dong? Itu sama sekali gak bikin keadaan jadi lebih baik lho. Mungkin kamu ngerasa puas dikit, tapi kalo dipikir-pikir lebih banyak jeleknya lho, misalnya:
  1. Kamu jadi keliatan desperate banget
  2. Kamu bakal dinilai sebagai orang yang suka jelek-jelekin orang di belakang
  3. Kalo ntar balik lagi gimana? Yee malu tuh.
  4. Kalo suatu hari kamu bener-bener butuh dia gimana?
  5. Kamu ngotor-ngotorin timeline orang dengan kata-kata kasar kamu.
Kalo kamu emang terpaksa banget jelek-jelekin mantan kamu, lakukanlah di grup kecil dan hanya teman-teman terdekat kamu, jangan di social media. Kasian juga lah mantan kamu. Kamu juga gak mau kan nama kamu dirusak di depan banyak orang?

Gangguin Temen Kamu

Temen yang baik pasti bakal ada buat kamu saat kamu sedang sedih banget karena putus cinta. Tapi ya kamu sebagai teman yang baik juga harus tau diri dong. Inget bahwa temen kamu juga punya kehidupan pribadi selain mengayomi kamu dan menghibur kamu dari kepatah-hatian kamu itu. Apalagi kalo kamu cuma bakal ngomong hal yang sama jutaan kali dan temen kamu cuma bisa dengerin karena dia gak enak sama kamu karena kamu lagi sedih. Kasian lah. Curhat seperlunya dan kalo temen kamu ngasih advice didengerin. Gimanapun juga dia berusaha membantu kamu loh.

Bunuh Diri

Eh ya jangan dong. Moso gara-gara putus kamu mau bunuh diri? Ya gak gitu juga kali. Iya kita tahu kamu sedih banget, tapi hidup kamu kan gak selesai sampe di situ dong. Siapa yang tahu kalo ternyata hidup bahagia kamu baru dimulai setelah kamu putus? Siapa tahu kamu malah ketemu jodoh beneran kamu? Gak ada yang tahu kan? Yang jelas kamu gak bakal tahu kalo kamu bunuh diri. Makanya jangan putus asa karena putus cinta ya. Ada banyak hal menarik yang menunggu kamu di depan sana. Yang jelas, kamu harus bangkit dan semangat dulu. Okeh? Sip.

sumber

Lari Dari Kesedihan Karena Putus Cinta

 
Gak ada orang yang pengen sedih karena putus cinta, tapi terkadang kesedihan itu dateng gitu aja dan gak bisa dihindari. Nah, kalo udah kayak gini, biasanya tiap orang punya caranya masing-masing untuk lari dari kesedihan atau berusaha memulihkan dirinya dari kesedihan. Berikut adalah 5 cara yang paling sering digunakan orang untuk lari dari kesedihan yang disebabkan oleh putus cinta.

1. Jadi Giat Bekerja

Karena udah gak ada yang diurusin lagi dan kalo dipikirin malah bikin galau, setelah putus cinta biasanya ada orang yang jadi giat sekali bekerja. Giat bekerja ini biasanya digambarkan dengan dateng ke kantor pagi-pagi banget dan pulang paling malem, kalau bisa malah nginep. Pekerjaan semua orang dengan sukarela ditekel sendiri, demi mengalihkan perhatian dari hal-hal yang menyedihkan. Ini bisa bagus buat perusahaan sih. Berharap aja punya banyak karyawan kayak gitu.

2. Party / Mabok-Mabokan

Ini adalah pelarian buat orang yang duitnya banyak. Kenapa harus duitnya banyak? Soalnya mahal. Biasanya orang yang menggunakan pelarian seperti ini bakal sok cuek, sok gak sakit hati, terus ngajakin temennya untuk party dan mabok-mabokan. Nanti kalo udah mabok, rusuh, terus curhat. Sambil curhat nangis. Abis nangis trus muntah deh.

3. Berkarya Seni

Buat yang punya jiwa seni yang tinggi, biasanya sakit hati bisa dijadikan masa yang produktif untuk menghasilkan karya seni. Malah ada musisi-musisi yang karyanya jadi OK banget saat dia galau. Mungkin itu sebabnya ada orang-orang yang galau mulu kali ya? Tapi galau terus menghasilkan karya seni ini positif banget sih. Asal gak galau kelamaan terus depresi terus bunuh diri aja sih.

4. Cari Pacar Baru Terus PDA

Ini adalah ketika seseorang baru putus, terus tiba-tiba beberapa hari kemudian pacaran lagi dan kemudian mengumbar kebahagiannya di depan umum alias melakukan Public Display of Affection (PDA). Patut dipertanyakan sih sebenernya apakah mereka ini beneran seneng dengan pacar barunya atau cuma pengen manas-manasin mantan pacarnya aja. Yang jelas sih pastinya ini cara lari dari kesedihan juga. Idealnya sih mungkin semua orang mau mengobati kesedihan dengan cara kayak gini kali ya, tapi gak semua orang bisa kayak gini.

5. Jadi Religius (di Social Media)

Putus cinta adalah waktunya mendekatkan diri kembali ke Tuhan. Paling gak di social media lah. Kan banyak tuh begitu putus, twitnya langsung religius abis, seperti misalnya:
Mungkin Tuhan punya jalan yang lain buat aku…
Atau bisa juga:
Ya Allah, mungkin hambamu ini banyak dosa sampai disakiti seperti ini. Mungkin ini peringatan dari Allah.
Gitu deh. Nanti kalo udah dapet pacar juga twitnya PDA-PDAan lagi. Gak papa lah ya, paling gak sempet (keliatan) religius bentar. Pencitraan itu penting banget loh.

sumber

Agustus 27, 2011

7 Kebiasaan Buruk Para Jomblo




1. Negatif thinking
Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang tanya (teman kerja atau teman sekampus lain jurusan), “Koq sendiri?”

Langsung deh reaksinya seperti ini : “Sudah tau sendiri, pake tanya2. Mentang2 gua jomblo. Nyindir, ya?!”

Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang ngelihatin :

“Kenapa sih liat-liat?! Aneh ya, kerena gua jomblo?!”

Padahal “Koq Sendiri?” itu kan pertanyaan standar orang yang pengen tanya tapi ngga tahu mau tanya apaan. Cuma basa-basi. Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalo tanyanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?” jadi aneh bin konyol. Lha sudah jelas sendiri pake tanya “Koq berdua?” segala.


Dan orang yang ngelihatin bisa saja karena rasa-rasanya koq kenal. Atau kagum sama tahi lalat di pipinya. Dipikirnya, “Hoki bener tuh orang ada tahi lalat dipipinya. Coba kalo tahi kebo ato kucing, kan jelek.” – jadi ngga ada kaitannya sama kejombloan kita.


Begitulah kalau sudah dikuasai pikiran negatif. Segala sesuatu disikapi secara negatif. Ibarat orang pake kacamata hitam, semua yang dilihatnya jadi serba hitam. Lalu bagaimana mengatasinya? Tidak ada cara lain, ganti kacamatanya dengan yang lebih terang. Jangan salahkan obyek yang dilihat.


2. Citra diri yang negatif

“Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir ngga pernah bergeser dari C. Dapet B tuh untung. A, wah ajaib bener, anugerah-Mu deh. Mana ada yang mau sama saya. Seandainya saya jadi orang lain pun, ngga bakalan koq saya mau punya pacar kayak diri saya begini.”

Padahal gambaran kita tentang diri kita sendiri akan sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan sikap hidup kita.


3. Rumput tetangga kelihatan lebih hijau

“Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin and diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam minggu ngga cengo sendiri dirumah. Lonely. Isa ngerasain Dag Dig Dug Serr tiap nunggu doi. Kapan pun dan Dimana pun ada yang selalu bisa di-call. Pokoknya asyik deh.”


Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh lebih enak, lebih baik, lebih nikmat, lebih segalanya. Lalu kita berandai-andai ; seandainya hidup kita kayak die, dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih baru bahagia kalo kayak die. Kita jadi kurang bersyukur dengan hidup kita sendiri. Padahal, mana ada sih orang yang hidupnya selalu senang?


Siapapun pastilah punya senang dan susahnya sendiri. Punya pacar ngga melulu enak koq. Kadang ada sebelnya juga. Kadang bisa bikin jengkol, eh, jengkel dan stress juga. So, jangan heran kalau yang sudah punya pacar pun bisa mikir begini: “Duh, enak nian ngejomblo. Bebase sebebas burung di udara, Asyike seasyik ikan di laut. Nikmate senikmat udang rebus Mang Engking di Jogja, sambel terasinya itu loh… uueenak poll…. Apalagi pas puasa2 begini… hmm… yummy….. (Nah, apa coba hubungannya?! Hehehehe….. )


4. Berselubung topeng

Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya.

Contoh 1 (Gaya selebritis: kemayu, dengan sikap bertutur diatur) : “Aku emang belum mau pacaran koq. Suer. Masih ingin sendiri.” --> Yang sebenarnya : aku belum ketemu yang aku mau die mau. Yang ada aku mau die ngga mau, ato die mau akunya ngga mau. Ada yang aku mau die mau, eh die maunya nabok sama aku.


Padahal apa salahnya kalo bilang, “Aku bukannya ngga kepengen, tapi belum ketemu yang pas.” Titik. Kalau bilangnya : belum mau pacaran, masih ingin sendiri --> besok ato lusa ternyata ketemu yang cocok, nah luh baru NYAHO!. Malu kan mesti ngejilat ludah kuda (kalau ludah sendiri mah biasa).


Contoh 2 (gaya politisi: kemaki, dengan sikap bertutur tak diatur) : “Gue naksir die?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar goceng pun nggak bakalan gue ambil!” --> yang sebenernya: aku sih okelah sama die, tapi dienya cuek banget. Benci deh aku (Dengan gaya genit ala Tessy)


Padahal apa salahnya bilang, “Dienya cuek begono, mana berani gue.” Titik. Kalo bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun tak mau--- dan ternyata dia naksir sama kita, Cuma karena dia punya kemaluan gede (baca: pemalu) jadinya die pasang sikap cuek bebek, sok cool. Nah, gimana coba kalo gitu?! Masak mau ikut-ikut si selebritis : ngejilat ludah kuda.


So, tanggalkan topeng itu. Apa adanya sajalah. Tapi ya, jangan vulgar, mengobral ato norak. Jujur dengan elegan gitulah.


5. Hanyut terbawa perasaan

Nelangsa. Merasa kasihan dengan diri sendiri. Seakan dengan ke-jomblo-an itu, dia menjadi orang paling malang di dunia. Makan jadi ngga enak (apalagi sayurnya basi, kurang garem pula ), tidur ngga nyenyak (AC mati ngga ada listrik, banyak nyamuk lagi, lengkap deh penderitaannya.)


Nyanyinya pun lagu Chrisye : “Di malam yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang menemani…. Srot srot (nyedot ingus)

Akhirnya kini kusadari dia telah pergi tinggalkan diriku… pufz pufz (buang ingus pake lengan baju). Nanini nananininani ninaneniii (bagian ini ngga hapal). Reff:

Mengapa terjadi pada diriku, aku tak percaya kau telah tiada… hiks hiks (terisak) haruskah ku pergi, tinggalkan dunia… hoahh, hoahh (nangis sejadi-jadinya).”


Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-apa, ane takut ikutan sedih, ikutan nagins, ikut sedot ingus. Nanti thread ini malah ngga selesai lagi… :D

Malah repot, Lagian, orang yang terhanyut oleh aneka rupa perasaan susah dan sedih sebetulnya kan ngga butuh kata-kata, Ia lebih butuh empati dan simpati (Bukan kartu As ato IM3)


Saya Cuma mau bilang : “You’ll never walk alone, jomblo (ngutip lagu yang biasa dinyanyiin fans Liverpool). Kan banyak juga yang jomblo… hehehe…”


6. Memaksakan kehendak

Cara halus : “Hi cowok, godain kita dong!” (Ekstrim: Sambil melotot, satu tanga berkacak pinggang, satunya lagi menggenggam batu siap ditimpukin). Atau, “Hi cewek, kita godain ya!” (Ekstrim: Sambil memiting nenek-nenek yang kebetulan lewat, dan menodongkan pistol ke keningnya).


Cara Kasar : “Apapun yang terjadi gua harus dapetin doi; biar gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. Pokoknya harus dan kudu!” (Ekstrim: bayar segerombolan preman utk menculik doi, lalu dengan gaya Kung Fu Bruce Lee datang menyelamatkannya).


Atau, “Saya ngga bisa hidup tanpa doi. Udahlah, saya mau mati aja! Mana tali, mana tali! Saya mau gantung diri!” (Ekstrim: “Bunda, hidup ini kejam. Kembalikan saja aku kedalam rahimmu!” --- segede gitu, gimana masukinnya coba?!).

Atau, “Marilah kepadaku semua yang letih, lesu dan membutuhkan kehangatan, aku akan memberikan diriku seutuhnya!” (Ekstrim: DISENSOR!, maklumlah ini kan bukan H A :D)


Dan kalo berdoa, doanya gini: “Tuhan, kalau dia jodoh saya, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodoh saya, jodohkanlah, Tapi kalo ngga bisa jadi jodoh saya, biarkan dia ngejomblo seumur hidup, Amin…”


Padahal segala sesuatu yang dipaksakan (apalagi soal jodoh), pasti akan lebih banyak buruknya daripada baiknya. Usaha tentunya ngga salah, punya keinginan monggo, silahkan. Tapi iringilah itu dengan penyerahan diri kepada Tuhan YME.

“Bukan kehendakku yang jadi, melainkan Kehendak-Mu.”

Dengan berusaha da berserah diri, hidup akan terasa lebih ringan, Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita, percaya deh!….


7. Sirik

Orang Manado bilangnya mangiri. Alias iri dengki. Ngga senang melihat orang lain senang. Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin kebaikan orang lain, “Allaaaa, dia sih piala bergilir. Liat aja ntar juga dia bakalan pindah ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!”


“Eh, elu tau nggak, dia itu kan bekas pacarnya temen sodara gue, Nah, kata temen gue, temen gue dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang mantan dia itu, (Nah, bingung kan ente-ente semua… :LMAO: ) dia pernah terlibat narkoba tuh. Pernah digerebek Polisi segala. Ortunya ampe ngejual rumah buat ngebebasin dia dari penjara.”


sumber