Selamat pagi, selamat siang, selamat
malam dan selamat apapun disaat kamu membacanya. Jika kemarin aku
sempat lebih mampu mengungkapkan perasaanku dengan mudahnya di segala
sosial media yg aku punya, mungkin kini aku akan mencoba untuk lebih
bisa memendamnya sendiri. Tak usah engkau tau, tak usah engkau
mengerti dan terimakasih atas kepekaanmu selama ini, yg aku kira kamu
tak pernah punya rasa peka dalam hatimu namun sebenarnya kamu tau . Maaf telah mengganggumu, dengan
keluhan-keluhanku yg selalu aku bagi. Karena kamu juga yg mengajariku
untuk dapat membaginya, karena kamu bilang itu akan terasa lebih
menyakitkan jika dipendam sendirian. Kemudian aku membaginya dan
semua terlihat begitu salah di matamu.
Apakah kamu tau? Bahwa yg terjadi
padaku saat ini, yg kamu lakukan padaku sekarang ini adalah hal
sungguh paling wanita hindari. Jarang wanita yg punya cukup
keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, apalagi jika perasaannya
di iringi dengan penantian yg begitu panjang. Kamu tau kenapa? Karena
jawaban dari sebuah penantian itu tak selalu manis sayang, tak selalu
sesuai dengan keinginan wanita itu sendiri. Banyak wanita yg lebih
memilih untuk memendamnya, atau cukup memberikan kode-kode yg dia
rasa mampu membuat lelaki yg di tunggunya mengerti daripada harus
mengungkapkannya dan jadinya yaa... seperti sekarang ini. Aku tak
menyebutnya sia-sia, karena aku percaya bahwa semua yg terjadi di
dunia ini tak ada yg sia-sia, di balik sebuah peristiwa pasti Tuhan
punya rencana untuk hamba-Nya.
Aku bukan wanita yg cukup tegar untuk
bisa dengan cepat menganggap semua ini baik-baik saja. Tentu, ini
masih jadi luka bagiku. Setelah luka lalu saja belum sempat kamu
sembuhkan, dan kini aku harus terluka lagi. Sebenarnya apa yg salah
dengan diriku, kenapa akhirnya aku lagi yg seperti ini. Ah sudahlah,
tak ada habisnya berbicara soal ini. Intinya, aku kecewa tapi aku tak
bisa memaksakan perasaan orang lain untuk ini. Kita punya jalan
masing-masing, tak ada yg tau ujungnya. Jika Tuhan telah menciptakan
jalan untuk kita dengan ujung yg sama pasti kelak kita akan bertemu
lagi. Aku tak akan mengucapkan “selamat tinggal” , ingat kan
petikan lagu ini “wherever you are, I never say good bye” hehe
aku masih senang mendengarkannya. Dan aku juga masih berusaha untuk
melafalkan part bahasa jepang di lagu ini dengan baik.
Terimakasih :’)
0 komentar:
Posting Komentar