Tampilkan postingan dengan label setia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label setia. Tampilkan semua postingan

Agustus 27, 2013

Aku tak boleh lagi menunggumu :)

Selamat pagi, selamat siang, selamat malam dan selamat apapun disaat kamu membacanya. Jika kemarin aku sempat lebih mampu mengungkapkan perasaanku dengan mudahnya di segala sosial media yg aku punya, mungkin kini aku akan mencoba untuk lebih bisa memendamnya sendiri. Tak usah engkau tau, tak usah engkau mengerti dan terimakasih atas kepekaanmu selama ini, yg aku kira kamu tak pernah punya rasa peka dalam hatimu namun sebenarnya kamu tau . Maaf telah mengganggumu, dengan keluhan-keluhanku yg selalu aku bagi. Karena kamu juga yg mengajariku untuk dapat membaginya, karena kamu bilang itu akan terasa lebih menyakitkan jika dipendam sendirian. Kemudian aku membaginya dan semua terlihat begitu salah di matamu.
Apakah kamu tau? Bahwa yg terjadi padaku saat ini, yg kamu lakukan padaku sekarang ini adalah hal sungguh paling wanita hindari. Jarang wanita yg punya cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, apalagi jika perasaannya di iringi dengan penantian yg begitu panjang. Kamu tau kenapa? Karena jawaban dari sebuah penantian itu tak selalu manis sayang, tak selalu sesuai dengan keinginan wanita itu sendiri. Banyak wanita yg lebih memilih untuk memendamnya, atau cukup memberikan kode-kode yg dia rasa mampu membuat lelaki yg di tunggunya mengerti daripada harus mengungkapkannya dan jadinya yaa... seperti sekarang ini. Aku tak menyebutnya sia-sia, karena aku percaya bahwa semua yg terjadi di dunia ini tak ada yg sia-sia, di balik sebuah peristiwa pasti Tuhan punya rencana untuk hamba-Nya.
Aku bukan wanita yg cukup tegar untuk bisa dengan cepat menganggap semua ini baik-baik saja. Tentu, ini masih jadi luka bagiku. Setelah luka lalu saja belum sempat kamu sembuhkan, dan kini aku harus terluka lagi. Sebenarnya apa yg salah dengan diriku, kenapa akhirnya aku lagi yg seperti ini. Ah sudahlah, tak ada habisnya berbicara soal ini. Intinya, aku kecewa tapi aku tak bisa memaksakan perasaan orang lain untuk ini. Kita punya jalan masing-masing, tak ada yg tau ujungnya. Jika Tuhan telah menciptakan jalan untuk kita dengan ujung yg sama pasti kelak kita akan bertemu lagi. Aku tak akan mengucapkan “selamat tinggal” , ingat kan petikan lagu ini “wherever you are, I never say good bye” hehe aku masih senang mendengarkannya. Dan aku juga masih berusaha untuk melafalkan part bahasa jepang di lagu ini dengan baik.

Terimakasih :’)

Agustus 02, 2013

Aishiteru yo~

Selamat pagi...

2 Agustus 2013, 3 hari sudah aku mengasingkan diri dari duniamu. Sejenak melupakanmu dan berharap bisa selalu begitu. Namun taukah kamu? Bahwa selama 3 hari ini, aku tak benar-benar pergi. Masih ku lihat kamu dengan gurauanmu, dengan candaanmu yg terlihat lebih menyenangkan tanpaku. Sampai disini sepertinya aku cukup mengerti, kamu bukan yg dulu lagi. Kamu bukan pria manis dengan tinggi 174cm yg 58 hari lalu menerbangkanku. Apalagi? Tak ada alasanku untuk bertahan, aku harus berhenti mencari sesuatu yg sebenarnya tak pernah ada.

Aku tersenyum lega, setelah pagi ini memelukmu dalam do'a. Kali ini benar hanya Tuhan yg tau bagaimana kekalutan dalam hatiku. Bagaimana aku tetap berusaha mencari celah untuk mempertahankanmu. Meskipun nampak dari luar aku sedang giat-giatnya mencari kesibukan untuk tak lagi mengingatmu. Begitu hebatnya kah aku? Bisa melakoni 2 sisi yg berbanding terbalik. Aku hanya ingin nampak bahagia, nampak seperti gadis lainnya yg punya cerita yg layak untuk mereka kenang. Bukan cerita kesedihan, bukan cerita yg berbalut luka dan air mata seperti yg selama ini aku dapatkan.

Sesekali aku menyesal, telah banyak waktu yg aku sia-siakan. Benar kan? Aku terlalu bodoh untuk mengakui ini semua. Aku terlalu bodoh untuk menyesalinya. Aku terlalu terlalu dan terlalu bodoh! Menyesal telah mempertahankanmu kemudian masih juga menunggu. Penyesalan yg selalu ku ulang sebabnya. Kamu alasannya? Iya. Kali ini aku mengakuinya, perasaanku memang keterlaluan. Aishiteru yo~

Juli 30, 2013

Aku mulai JENUH

Aku mulai jenuh dengan hari-hariku
Jenuh dengan penantian yg tak kunjung menemukan jalan
Jenuh dengan kesendirian setelah lama kamu tinggal
Apakah kamu juga merasakan?

Aku mulai jenuh dengan hatiku
Yg selalu saja dipenuhi oleh kamu
Yg selalu saja disakiti dengan harapan palsu
Apakah kamu sadar?

Aku mulai jenuh dengan malamku
Ketika harus menunggu pesan yg tak lagi datang
Ketika harus menunggu kamu dalam daftar obrolan
Apakah kamu telah melupakan?

Aku mulai jenuh dengan duniaku
Semua orang masih saja mengingatkanku padamu
Semua orang masih saja melihat kamu dalam diriku
Apakah kamu tau?

Bagaikan hujan yg terus-menerus datang
Membuat jenuh setiap orang
Bagaikan terik mentari yg panas menyinari
Membuat gerah setiap hari

Aku ingin bebas, aku ingin lepas
Dari bayang-bayangmu
Yg selama ini mengikuti setiap langkahku
Ku rasa cukup aku tersakiti olehmu
Karena 3 tahun bukanlah putaran waktu yg singkat
Bukanlah detik yg bisa dengan mudahnya kau hitung
Tak bisa kau bayangkan bukan?
Betapa selama 3 tahun ini,
Seorang gadis bodoh menunggumu
Aku.

Juli 26, 2013

Sabtu Malam .

"Come back, come back, come back to me. Like you could, you could if this was a movie..."

Lagu berjudul 'If This Was a Movie' dari Taylor Swift menemaniku menikmati derasnya hujan di sabtu malam yg sering mereka sebut dengan malam minggu. Selalu saja aku melalui nya sendiri, entah sudah berapa sabtu malam yg ku lewati sejak akhir tahun 2010 itu. Aku mencoba menghitung dengan jariku dan... ah entah ini terlalu banyak.
Aku sejenak terdiam, sedikit tersentak ketika lagu tadi berakhir dan kini berganti menjadi lagu 'Not With Me' milik Bondan and Fade2Black. Kenapa harus lagu ini, iyaa memang aku sengaja men-shuffle nya tapi apa iya harus lagu ini? Hftt... Perasaanku menjadi tak karuan setiap ku dengar lagu ini, ada sakit yg mengiris hati yg seakan membuatku kembali merasakan pahitnya sabtu malam itu. Aku benci!
Ku matikan mp3 di handphoneku, sembari ku lihat mungkin ada pesan yg masuk. Dan ternyata... aku kembali menghela nafas panjang, belum ada pesan masuk juga. Padahal sudah jam 10 malam lebih, loh? apakah ini sebuah masalah? Tentu bukan kan? Ah berpikir apa aku ini. Tentu tidak menjadi masalah ketika jarum jam menunjukkan pukul 10 malam namun tak juga ku dapati nama nya muncul dalam layar handphone ku. Bodoh sekali aku ini. Apa kalian tau? Aku selalu merasakan ini di setiap sabtu malamku, perasaan yg sudah aku tau ini bodoh namun tetap ku rasakan juga.

"Perasaan tidak bisa dipaksakan"
Aku tidak pernah memaksa perasaanku untuk merasakan ini semua, karena ini terjadi dengan begitu saja. Hari demi hari berlalu dengan wajarnya, aku mengingatnya. Itu tidak wajar? Ini sangat wajar bagiku, inilah hariku. Mengingat, mengenang kemudian menangis merasakan kerinduan. Hanya manusia bodoh yg mau menjalani harinya dengan rutinitas tak masuk akal dan hanya menyakiti diri sendiri.
Apakah aku termasuk dalam kategori itu? Sungguh aku tak berharap begitu.
Kembali ku nyalakan lagu, kali ini lagu milik Bruno Mars berjudul 'Move On'. Aku mendengarkan lagu ini dengan perasaan, kemudian merasa kesal dan mengganti lagu nya dengan yg lebih bersemangat. Betapa labilnya aku?! Aku saja bingung dengan diriku sendiri, apalagi teman-temanku. Manusia macam apa yg rela membiarkan hatinya terus-menerus merasakan sakit yg sebenarnya bisa saja dia sembuhkan.
Sudah cukup jenuh, kesal dan galau. Aku memutuskan untuk men-non aktifkan handphone ku, ku tekan tombol power untuk mematikannya. Dan.. taaraa! Nama nya kemudian muncul di layar handphone ku, wah! dia mengirim pesan untukku. Senyumku mengembang, sungguh... perasaan yg tadinya campur aduk tak karuan kini berubah menjadi kebahagiaan. Ini dia moodbooster sekaligus moodbreakerku. Haha, dia yg menggalaukanku dan menyembuhkan kegalauan di hatiku.
Yah, terdengar labil. Sangat labil.

Juli 22, 2013

Maafkan aku memberimu 'Harapan Palsu'

“Cinta itu harusnya kamu jadiin tujuan, bukan cuma persinggahan.”
Kata-kata itu kian mengendap di otakku, kata-kata dari seorang gadis manis di masa lalu yg beberapa waktu lalu sempat kembali menghiasi hari-hariku.

Semenjak 3 tahun lalu aku meninggalkannya, dia masih rajin menyapaku dan aku pun kerap menegurnya. Sesekali terbesit perasaan menyesal pernah menyakitinya, namun perasaan itu begitu mudahnya sirna. Kini dia kembali hadir, lebih tepatnya aku yg mengusiknya dan memaksanya untuk kembali menyentuh kenangan kita. Beberapa waktu lalu entah kenapa aku merasa begitu merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya yg tak begitu aku ingat. Hingga aku seakan memintanya untuk kembali bersama, aku tak yakin dengan itu semua yg aku tau saat itu aku benar-benar ingin membuatnya kembali disini denganku.
Hari-hari berlalu dengan perhatiannya yg selalu menghangatkanku, dia masih seperti dulu. Sosok gadis manis yg paling mengerti aku, yg paling mampu menerima segala sifatku. Meski aku sering mengabaikannya, dia tak pernah berhenti mewarnai hariku. ‘Yuna’ , sebut saja dia Yuna dan aku sendiri Aldi.

Begitu singkatnya perasaanku, aku mulai jenuh. Entah apa yg membuatku merasa seperti itu... Yuna kembali menjadi sosok yg asing bagiku, meski dia masih setia menemani tengah malam hingga pagi ku melalui susunan huruf dalam kalimat yg terkadang membuatku tersentak. Dia sering menyisipkan tanya dalam canda yg mampu membuatku sedikit merenung, ‘apakah benar aku mempermainkan perasaannya’. Bukan hal yg mudah untuk bertahan dalam sebuah pengabaian yg terus aku lakukan, sementara dia tetap saja setia.
Aku mengerti dia begitu berharap akan kembalinya ‘kita’. Apa yg sesungguhnya aku lakukan? Terus mengulur waktuku tanpa tau kapan aku benar-benar bisa menemuinya. Ya, aku pernah menjanjikan sebuah pertemuan yg sampai saat ini belum kesampaian.


Aku kejam? Aku memberinya sebuah harapan kosong? Aku tak bisa berkata ‘iya’ atau 'tidak' atas itu semua. Maafkan aku atas semua ini, terus memberikanmu harapan yg tak pasti.

Juni 21, 2013

Dua minggu lalu.

Entah sampai kapan aku bisa bertahan
Untuk selalu tersenyum ketika menerima pesan darimu
Untuk selalu setia mendengar ceritamu, sementara kamu tak bicara sedikitpun tentangku
Untuk selalu merasakan rindu ...

Bukan tentang seberapa sering kamu ada untukku
Tapi tentang bukti dari setiap kata-katamu dua minggu lalu
Aku bilang harapanmu palsu !
Tapi kamu menolak aku berkata begitu
Aku menulis ini sembari sesekali mengusap air mataku
Yang entah mengapa begitu saja mengalir dipipiku

Aku harap angin mampu sampaikan ini padamu, ketika kamu terlelap
Angin hembuskan setiap kata ini dalam mimpinya
Agar ketika ia terbangun, ia menyadarinya

20 Juni 2013, 00.03

Juni 17, 2013

Semua ini tentang kamu ...

Aku suka tengah malamku, ketika ku temukan alasan untuk sekedar begadang bersama ribuan kata dan rasa yg bergejolak. Berkirim pesan singkat, simple memang tapi aku memaknainya dengan dalam. Ketika orang lain lebih memilih tertidur pulas bersama mimpi-mimpi mereka. Aku disini masih terbangun dengan bahagia, mencoba memecah keheningan malah bersamamu dalam untaian kata yg kadang hanya sekedar canda tawa, namun bagiku ini bukan hal biasa...ini berarti.

Setiap hari aku selalu menanti malam hanya untuk ini, untuk sekedar tau bagaimana keadaanmu dan ceritamu yg sering kamu bagi denganku. Lewat tengah malah obrolan kita terkadang semakin hangat namun juga sering menjadi singkat.

Sebenarnya aku ingin tau bagaimana sesungguhnya ekspresi wajahmu ketika menerima balasan pesanku, apakah sama denganku? Balasan pesan berwarna biru, sengaja ku beri warna berbeda agar lebih bermakna bahwa itu kamu. Aku selalu menunggu, bahkan hingga berjam-jam pesan itu tak kunjung datang. Hmmm aku harus bergelut dengan kegalauan dihatiku, hanya karena kamu tak membalas pesanku? Iya. Entah mengapa segala hal tentangmu begitu mudahnya membuatku resah, aku juga tak mengerti mengapa bisa se-peka ini jika menyangkut kamu.

Mereka bilang aku stalker handal? Apakah sehebat itu? Haha... Sungguh ini sebenarnya menyakitkan, namun kenapa aku masih saja bertahan dengan julukan itu. Mencari tau tentangmu dari segala sisi membuatku semakin sakit hati, ini tidak membuatku kapok sama sekali.

Berhenti berbicara tentangmu mungkin terlalu sulit untukku, maaf jika aku harus menggenggammu se-erat ini. Aku hanya tidak ingin kehilangan kamu lagi :')

***

November 12, 2011

6 Tanda Persahabatan Yang Baik

Menjalin hubungan yang sehat dan berkualitas dengan para sahabat bisa menjadi pekerjaan yang menantang. Ada kalanya, seseorang yang selama ini Anda anggap sebagai sahabat tenyata berbalik menjadi musuh dalam selimut.

Padahal, bagi sebagian besar orang, sahabat menjadi tempat bersandar dan mencurahkan perasaan selain dengan anggota keluarga. Nah, ukur kualitas persahabatan Anda dengan menyimak enam ciri hubungan persahabatan yang sehat berikut ini:


1. Loyalitas
Kesetiaan merupakan poin utama untuk membina sebuah hubungan yang sehat, baik dalam persahabatan atau pun dalam keluarga. Setiap orang tentu pernah membuat kesalahan pada suatu waktu, mengalami pasang surut kehidupan, bahkan menampilkan perilaku yang tidak dapat dibanggakan.

Ketika kita menemukan teman atau orang-orang terkasih yang dapat memaafkan dan mendampingi kita dalam keadaan apa pun, kita patut bersyukur. Jangan pernah menyia-nyiakan loyalitas yang ditunjukkan oleh para sahabat dan hargailah selalu hal itu.


2. Respek
Perlakukan orang lain secara baik dan hormat agar Anda pun diperlakukan dengan cara yang sama. Anda tentu tahu, tidak enak rasanya diabaikan, dihakimi, dimanipulasi, direndahkan, atau diperlakukan secara kasar dan tidak layak. Memang ada kalanya kita tidak sependapat dengan opini teman atau orang terdekat. Tapi, menunjukkan rasa hormat tetap menjadi satu hal yang mutlak.


3. Tanpa syarat
Ada kalanya seseorang membantu orang lain dengan harapan mendapatkan sesuatu yang lain sebagai imbalan di masa depan. Seorang sahabat sejati bersedia membantu Anda dengan tulus tanpa tendensi apa pun.


4. Dapat Dipercaya
Seorang sahabat yang baik seharusnya dapat dipercaya dan mampu menyimpan rahasia yang telah diamanatkan padanya. Sahabat yang baik tidak akan menusuk Anda dari belakang, atau membeberkan aib temannya sendiri kepada orang lain. Jika Anda ingin menyampaikan sesuatu yang bersifat rahasia kepada sahabat, pastikan dulu bahwa ia memang dapat dipercaya.


5. Peduli
Memperlihatkan ketertarikan yang tulus dan mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan orang lain sangat penting dalam menjalin hubungan yang solid. Jauhi sikap egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Sebaliknya, tunjukkan kepedulian dengan memfokuskan perhatian terhadap orang lain agar ia merasa dihargai dan berarti.


 6. Dapat Diandalkan
Sahabat adalah orang yang dapat diandalkan ketika orang lain sepertinya tidak dapat diharapkan. Ketika seorang sahabat berjanji akan datang menghibur Anda yang sedang patah hati, maka ia akan benar-benar mengetuk pintu rumah Anda seperti yang telah dijanjikannya. Ia akan selalu ada untuk memberikan dukungan moral, bahkan materi, jika Anda membutuhkannya.


sumber  

Agustus 27, 2011

Tetap Bahagia Setelah Diputusin , Kenapa Tidak ?



Diputusin memang menjadi suatu hal yang berat bagi siapapun yang menghadapinya. Saat itu Anda sedang melewati fase dimana Anda merasa seperti seorang pecundang dan meragukan diri sendiri.

Harga diri Anda menjerit dan Anda berpikir apa yang bisa Anda lakukan agar semuanya menjadi lebih baik, bagaimana Anda bisa melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan dengan benar. Jika ‘doi’ memutuskan Anda karena adanya orang ketiga, Anda mungkin akan merasa lebih buruk lagi.

Anda semakin merasa menderita dengan sebuah pemikiran, apa yang ‘dia’ punya yang tidak Anda miliki atau bagaimana ‘mereka’ saat ini sedang menikmati indahnya kebersamaan yang dulu pernah Anda rasakan.

Namun jika Anda diam sejenak dan melihat segala sesuatu dengan lebih baik, Anda akan menyadari bahwa semua kesakitan yang Anda rasakan hanya akan menyebabkan kerusakan pada kesehatan emosional Anda yang sudah rapuh. Daripada melihat kegagalan atau mengapa hubungan Anda tidak berhasil, Anda perlu mengambil pandangan yang berbeda. Coba pikirkan, mengapa Anda menjadi lebih baik tanpa dirinya, dan bagaimana Anda pada akhirnya terbebas dari semua konflik berkepanjangan yang menyertai hubungan Anda dengan dirinya.

Bawa diri Anda untuk berpikir positif dan coba renungkan bagaimana hubungan ini mungkin tidak akan membawa kebaikan bagi Anda. Berikut adalah 5 alasan utama kenapa Anda harus tetap bahagia meskipun baru saja diputusin:

1. Anda dapat bernafas lega.

Menarik nafas lega bisa dijadikan sebagai pelepasan besar-besaran dari semua hal yang selama ini terpendam di dalam diri Anda. Ada banyak alasan bagi Anda untuk melakukan hal ini. Dan Andapun bisa terbebas dari perasaan kuat yang mengikat Anda selama ini. Cobalah untuk mengingat hal-hal yang membuat Anda sangat tidak nyaman ketika masih berhubungan dengan dirinya. Apakah dia adalah tipe pencemburu dan terlihat tidak senang ketika Anda memandang atau berbicara dengan lawan jenis. Atau dia adalah tipe posesif yang selalu menuntut Anda untuk memperhatikan dirinya setiap saat. Atau mungkin ‘doi’ adalah tipe dominan yang selalu berusaha mengontrol diri Anda sepenuhnya. Atau mungkin sangat emosional dan seringkali meledak dalam amarah. Atau lebih buruk lagi, bertindak kasar jika sesuatu terjadi tidak seperti yang diinginkannya. Dan tentu saja, bagaimana Anda merasa begitu tersiksa karena ‘doi’ telah berlaku tidak setia dan mengkhianati Anda. Anda bisa benar-benar yakin dan bersyukur Anda tidak perlu lagi terlibat dalam hubungan yang seperti itu.

2. Tak perlu lagi mentolerir semua kebiasaan jelek sang mantan yang menjengkelkan.

Anda bisa membuat daftar semua kebodohan, hal-hal menjengkelkan, menyebalkan atau bahkan hal-hal yang benar-benar membuat Anda muak dari apa yang pernah mantan lakukan. Betapa beruntungnya Anda tidak perlu lagi melihatnya mengupil di depan umum. Atau mengeluarkan suara yang tidak sopan ketika sedang berkumpul bersama orang lain. Atau bagaimana ia minum terlalu banyak dan mulai berulah di depan umum sehingga membuat Anda malu. Jika Anda tidak cukup memiliki daftar kejelekan yang dimiliki sang mantan, Anda bisa meminta tolong teman Anda yang memang tidak suka kepadanya. Anda akan terkagum-kagum melihat bahwa ‘doi’ sebenarnya tidak pantas bagi Anda. Amanda, seorang mahasiswi dari kampus ternama, sangat kecewa ketika diputuskan oleh mantannya yang telah menjadi pacarnya selama enam bulan. Sampai akhirnya Amanda bicara dari hati ke hati dengan teman-temannya dan menemukan sesuatu yang telah diketahui oleh teman-temannya namun mereka segan untuk mengatakan langsung kepada dirinya. Brad selalu menggoda mereka setiap kali Amanda sedang tidak berada bersamanya. Amanda malu, namun akhirnya menyadari betapa ia sangat beruntung bisa lepas dari seorang pria yang selalu mencari cinta dalam hidupnya!.

3. Menemukan diri sendiri.

Ini adalah saatnya untuk kembali membangun identitas Anda. Seringkali dalam suatu hubungan, kita cenderung menghabiskan begitu banyak waktu hanya dengan dia sehingga kita melupakan diri kita yang sebenarnya. Dalam upaya untuk menyenangkannya atau menjaga pasangan Anda bahagia, Anda mungkin melakukan hal-hal yang sebenanya ‘bukan’ Anda dan mengabaikan untuk menjadi diri Anda sendiri. Temukan kebutuhan diri Anda kembali. Seringkali, agar bisa selalu bersamanya, sebagian besar telepon ataupun pertemuan Anda hanya dengan dirinya dan mengesampingkan orang lain maupun aktifitas lainnya. Dan akan semakin menyesakkan jika mantan Anda tidak memberikan ruang yang cukup bagi Anda dan terus-menerus berada di sekitar Anda. Hargai waktu yang Anda miliki saat ini dimana Anda memiliki banyak waktu untuk diri Anda sendiri. Anda mungkin akan terkejut ketika Anda menyadari betapa Anda sangat menikmati saat-saat seperti itu.

4. Melakukan hal-hal yang dulu selalu dilarang olehnya.

Saat ini pikirkan semua hal yang dulu selalu dilarang oleh sang mantan karena tidak sesuai dengan ide maupun hobi mereka. Anda juga bisa bertemu dengan teman-teman yang dulu telah Anda abaikan atau mantan Anda memang tidak tertarik untuk berteman dengan mereka. Atau Anda juga bisa mendaftar di kelas seni karena dulu sang mantan seringkali mengeluh bagaimana Anda mengabaikan dirinya ketika Anda sedang asyik dengan hobi Anda. Pikirkan hal ini: Jika semua hal itu adalah siksaan bagi Anda namun dulu Anda lakukan demi dia, maka sekarang Anda tidak perlu lagi menderita dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya diributkan dan siapa yang menang atau kalah.

5. Memperluas cakrawala.

Dan dengan melakukan semua hal itu berarti Anda telah merasa bebas untuk melakukan apa saja yang Anda mau. Atau Anda mulai bisa bergaul dengan siapa saja tanpa merasa bersalah. Tetap jalani hidup dengan ringan dan bersenang-senanglah. Jangan terlibat dulu dengan hubungan yang serius atau intens setelah Anda baru saja mengakhiri sebuah hubungan yang pahit dan Anda tidak ingin mengalaminya lagi bukan? Kuncinya adalah bersenang-senang dan ekspresikan kebebasan Anda sekali lagi.

sumber