Tampilkan postingan dengan label kekasih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekasih. Tampilkan semua postingan

Juni 17, 2013

Semua ini tentang kamu ...

Aku suka tengah malamku, ketika ku temukan alasan untuk sekedar begadang bersama ribuan kata dan rasa yg bergejolak. Berkirim pesan singkat, simple memang tapi aku memaknainya dengan dalam. Ketika orang lain lebih memilih tertidur pulas bersama mimpi-mimpi mereka. Aku disini masih terbangun dengan bahagia, mencoba memecah keheningan malah bersamamu dalam untaian kata yg kadang hanya sekedar canda tawa, namun bagiku ini bukan hal biasa...ini berarti.

Setiap hari aku selalu menanti malam hanya untuk ini, untuk sekedar tau bagaimana keadaanmu dan ceritamu yg sering kamu bagi denganku. Lewat tengah malah obrolan kita terkadang semakin hangat namun juga sering menjadi singkat.

Sebenarnya aku ingin tau bagaimana sesungguhnya ekspresi wajahmu ketika menerima balasan pesanku, apakah sama denganku? Balasan pesan berwarna biru, sengaja ku beri warna berbeda agar lebih bermakna bahwa itu kamu. Aku selalu menunggu, bahkan hingga berjam-jam pesan itu tak kunjung datang. Hmmm aku harus bergelut dengan kegalauan dihatiku, hanya karena kamu tak membalas pesanku? Iya. Entah mengapa segala hal tentangmu begitu mudahnya membuatku resah, aku juga tak mengerti mengapa bisa se-peka ini jika menyangkut kamu.

Mereka bilang aku stalker handal? Apakah sehebat itu? Haha... Sungguh ini sebenarnya menyakitkan, namun kenapa aku masih saja bertahan dengan julukan itu. Mencari tau tentangmu dari segala sisi membuatku semakin sakit hati, ini tidak membuatku kapok sama sekali.

Berhenti berbicara tentangmu mungkin terlalu sulit untukku, maaf jika aku harus menggenggammu se-erat ini. Aku hanya tidak ingin kehilangan kamu lagi :')

***

Desember 16, 2011

3 Tanda Anda Salah Pilih Pacar

Terkadang wanita tidak mengetahui bahwa mereka sedang menjalin hubungan yang salah. Mungkin Anda sudah merasakannya dan telah memiliki intuisi, namun banyak dari wanita yang masih mempertahankan hubungan.

Tidak pernah bertengkar atau tidak meributkan sebuah masalah bukan berarti hubungan Anda merupakan hubungan yang baik untuk diteruskan. Ada faktor lain yang mendukung bahwa dia bukan orang yang tepat bagi Anda. Seperti dilansir dari She Knows, inilah tiga tanda Anda salah memilih kekasih.

1. Memiliki Tujuan Hidup yang Jauh Berbeda
Ada yang bilang, perbedaan semestinya bukan menjadi masalah, justru dapat melengkapi. Namun jika perbedaan terlalu jauh dan menyangkut prinsip hidup Anda maka akan sulit untuk disatukan. Misalkan saja, si dia tidak ingin punya anak setelah menikah nanti atau dia ingin pindah ke kota lebih kecil karena tidak tahan dengan tekanan di ibu kota. Sedangkan Anda ingin segera memiliki anak setelah menikah dan Anda ingin mengembangkan karir, sehingga tidak mungkin untuk ikut pindah ke kota kecil. Hal-hal serupa yang membuat hubungan sulit untuk bisa sukses. Mungkin pada awalnya Anda dan si dia tidak mempermasalahkannya, namun waktu terus berputar dan keputusan harus segera dibuat. Bagus jika kedua pasangan bisa berkompromi, jika tidak? Maka hubungan akan sulit dipertahankan.

2. Tidak Pernah Bicara dari Hati ke Hati
Saling berbagi tentang impian dan cita-cita merupakan momen paling membahagiakan. Ketika Anda dan si dia tidak pernah tahu apa yang diinginkan kekasih, begitu pun sebaliknya maka Anda berada dalam hubungan yang salah. Ini bukti Anda ataupun si dia tidak menganggap penting dan tidak mengizinkan dia ataupun Anda masuk ke kehidupan yang lebih dalam.

3. Tidak Menyukai Keluarga atau Teman-teman Anda
Tentu hubungan tidak akan berjalan sempurna ketika si di tidak menyukai keluarga dan teman-teman Anda. Ketika diajak berkumpul dengan mereka, si dia menolak mentah-mentah. Padahal keluarga serta sahabat Anda merupakan orang penting di hidup Anda. Hidup pun terasa semakin lengkap jika kekasih dan sahabat bisa berkumpul bersama. Untuk itu, jangan habiskan waktu Anda hanya untuk membujuknya agar mau menerima keluarga dan teman-teman Anda.

source : wolipop.com

5 Masalah Komunikasi yang Sering Terjadi dalam Percintaan

Dalam setiap hubungan asmara, pasti pernah diwarnai dengan pertengkaran, salah paham, bahkan saling menyakiti. Setiap masalah dalam percintaan selalu ada jalan keluarnya, namun tak sedikit pasangan yang berakhir dengan putus.

Salah satu penyebab hubungan asmara tak berjalan mulus, adalah kurangnya komunikasi yang baik antara masing-masing pasangan. Janelle Alex, seorang konsultan dari Inward Oasis, mengemukakan masalah komunikasi yang sering terjadi dalam percintaan dan solusi mengatasinya, seperti dilansir All Women Stalk.

1. Kurangnya Komunikasi
Rutinitas Anda dan pasangan seringkali membuat kualitas maupun kuantitas komunikasi berkurang. Seringkali aktivitas Anda berdua lebih sering dihabiskan di kantor dan saat ada waktu senggang, baik Anda maupun pasangan sudah cukup lelah dan memilih beristirahat saja di rumah. Percaya atau tidak, ketika terus terjebak dalam rutinitas seperti ini, hubungan Anda dan pasangan bisa semakin renggang. Ketika mulai menyadari sedang berada dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda segera benahi semuanya dan temukan waktu untuk bercengkerama bersama pasangan agar hubungan kembali harmonis.

2. Menghindari Masalah
Menghindari pembicaraan tentang sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan, bisa menjadi penyebab Anda berhenti bicara dengannya. Pembicaraan yang membuat Anda merasa tidak nyaman, seringkali mendorong Anda untuk membangun dinding pemisah yang menjadi jarak antara kalian berdua. Awalnya Anda mungkin merasa nyaman dengan situasi ini, tapi sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama karena hal ini bisa membuat hubungan memburuk. Hadapilah masalah tersebut, jangan didiamkan. Bicarakan baik-baik dengan pasangan dan carilah jalan keluar bersama sehingga masalah selesai dan hubungan kembali membaik.

3. Interupsi
Apakah Anda sering memotong pembicaraan saat sang kekasih sedang menyuarakan pendapatnya? Menurut Janelle, menginterupsi pembicaraan orang adalah tidakan yang tidak sopan, karena menunjukkan kurangnya perhatian, tidak ada rasa hormat bahkan kurangnya rasa percaya Anda terhadap lawan bicara. Sebaiknya, biarkan pasangan menyelesaikan kata-katanya tanpa ada sedikitpun interupsi. Jika Anda memang tidak punya banyak waktu untuk mendengar seluruh omongannya, katakan padanya untuk berbicara di lain kesempatan saat Anda dan dia sedang tidak sibuk.

4. Salah Paham
Seringkali apa yang Anda bicarakan tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh pasangan, begitu juga sebaliknya. Hal ini memicu timbulnya salah paham yang berakhir dengan pertengkaran. Walaupun bicara secara langsung, salah paham bisa saja terjadi. Untuk menghindari hal ini, Janelle menyarankan untuk mengulang kata-kata pasangan yang Anda tidak yakin akan maksudnya. Begitupun ketika Anda merasa mengatakan hal yang kurang jelas artinya, pastikan untuk menjelaskan kembali agar kesalahan dalam penerimaan komunikasi tidak terjadi.

5. Merasa Selalu Benar
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, seringkali komunikasi menjadi ajang kompetisi untuk menemukan siapa yang benar dan salah. Sebaiknya, komunikasi menjadi jembatan untuk menemukan sebuah solusi, bukan malah menjadi ajang dominasi. Cobalah untuk melihat kembali apa yang menjadi masalah Anda berdua. Kemudian, lihat masalah tersebut dari perspektif Anda maupun pasangan. Carilah letak ketidakcocokan dalam masalah itu dan secara bersama-sama mencari solusinya. Tidak ada yang menang dan yang kalah, kualitas komunikasi Anda berdua lebih penting daripada itu.

source : wolipop.com

4 Hal yang Penting Dilakukan Saat Tahu Kekasih Selingkuh

Anda merasa hubungan dengan kekasih baik-baik saja, tapi tiba-tiba Anda mendapati pesan teks mesra di ponselnya, atau melihat dia bergandengan tangan bersama wanita lain. Kesal, marah dan sakit hati sudah pasti Anda alami saat tahu dia telah berselingkuh.

Tapi, apa yang sebaiknya dilakukan begitu tahu kenyataan menyakitkan itu? Ada empat hal yang sebaiknya Anda lakukan pertama kali begitu tahu perselingkuhan si dia, seperti dilansir She Knows.

1. Tarik Napas Dalam-dalam
Ketika Anda mengetahui bahwa pasangan telah berselingkuh, mungkin Anda akan syok, marah dan kesal. Hal pertama yang harus dilakukan adalah; tarik napas dalam-dalam dan keluarkan secara perlahan. Lakukan ini beberapa kali, cara ini akan membuat Anda lebih tenang, sehingga emosi tidak meledak-ledak dan membuat Anda bertindak gegabah.

Dengan cara ini, Anda juga dapat lebih efektif menghilangkan kepanikan. Menurut Sharon Rivkin, penulis 'Breaking the Argument Cycle: How to Stop Fighting Without Therapy', "Bila Anda tidak bernapas dalam-dalam, otak Anda akan kekurangan oksigen dan membuat Anda mengambil keputusan yang buruk."

2. Hadapilah Dia
Ketika mengetahui bahwa si dia selingkuh, Anda harus menghadapi kenyataan dan menyelesaikan masalah dengannya. Diam saja tidak akan menyelesaikan masalah dan membuat Anda merasa lebih baik, tapi justru bisa memperkeruh seuasana. Langkah paling tepat adalah merunut kembali hubungan Anda dan si dia sebelum perselingkuhannya terbongkar. Siapa Anda, bagaimana Anda mengetahui bahwa si dia selingkuh, seperti apa hubungan Anda dengan si dia, dan sebagainya. Semua itu akan menjadi faktor yang menuntun Anda untuk memutuskan apa yang ingin Anda lakukan setelah Anda telah menemukan bahwa pasangan selingkuh.

 "Seluruh dunia Anda hancur berantakan, seperti mengalami bencana alam atau gempa bumi, jadi lakukanlah apa yang naluri Anda katakan. Tapi jangan menghakimi dan jangan keras kepala," tambah Sharon.

3. Berpikir dengan Logika
Meskipun Anda sedang mengalami krisisnya suatu hubungan, kehidupan tetap harus berjalan. Anda tetap harus pergi bekerja, mengerjakan tugas-tugas kantor, hang out bersama teman, dan kegiatan lainnya yang tidak melibatkan sang kekasih.

"Tidak ada yang mudah, merasa kewalahan adalah normal, tetapi jangan biarkan perasaan tersebut mengganggu kehidupan Anda sehari-hari, terutama jika Anda sudah memiliki anak," terang Sharon.

Jika kesedihan dan rasa putus asa sudah tak bisa dibendung lagi, saran Sharon, segeralah cari orang untuk berkeluh kesah. Tumpahkan rasa kesal Anda di depan sahabat atau keluarga yang memahami Anda. Ingat, Anda berada dalam suasana hati yang krisis, jadi lebih baik mencari bantuan sementara.

4. Ajukan Pertanyaan
Setelah Anda dihadapkan dengan masalah perselingkuhan, berjuta pertanyaan pasti akan membanjiri pikiran Anda, seperti; 'Mengapa aku tidak tahu?', 'Mengapa aku tidak percaya intuisi?' atau 'Mengapa ini terjadi?'.

Ajukanlah pertanyaan itu kepada pasangan atau orang yang bersangkutan dengan perselingkuhan. Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut, sedikit banyak bisa membantu menyembuhkan pikiran Anda. Karena pertanyaan dan jawaban dari mereka merupakan langkah pertama untuk mengetahui apa yang terjadi pada hubungan Anda. Sangat penting untuk melihat sejarah bagaimana pola hubungan Anda dengan si dia, kapan memulainya kepercayaan antara satu sama lain, dan kapan mulai memahami satu sama lain.

source : wolipop.com

6 Cara Mencegah Pertengkaran Dalam Hubungan Asmara

Jakarta - Hubungan asmara bisa saja berjalan tidak sehat. Biasanya, hubungan yang tidak sehat ditandai seringnya bertengkar. Pertengkaran, bisa berujung pada kekerasan fisik dan psikis.

Tentu Anda tidak ingin berada di dalam hubungan yang mengerikan seperti itu. Untuk itu, sejak awal membangun hubungan, lakukan cara-cara pencegahan agar hubungan berjalan mulus. Seperti apa? Ini dia 6 cara yang dapat menghindari hubungan dari pertengkaran.

1. Olahraga Bersama
Selain memberikan kesehatan fisik, olahraga bersama dapat mendekatkan hubungan Anda dan si dia. Selain itu, olahraga juga baik untuk mengatur emosi menjadi lebih stabil. Latihan fisik seperti jogging atau yoga sangat disarankan untuk pasangan.

2. Bertukar Peran
Anda mungkin sering kesal karena si dia telat menjemput atau si dia sering meminta Anda untuk memasakkannya, namun Anda sendiri jarang punya waktu. Sesekali sediakan waktu untuk saling bertukar peran. Anda yang menjemput si dia dan si dia yang memasakkan Anda makanan. Dengan begini Anda dan pasangan sama-sama merasakan peran yang sering dijalankan, sehingga dikemudian hari Anda dan si dia dapat mengurangi keluhan-keluhan.

4. Membagi Pembayaran
Pria tidak harus selalu membayar saat kencan, begitu pun dengan wanita yang tidak boleh terus memaklumi jika pria tidak pernah membayar atau membelikan sesuatu untuk Anda. Selalu pria yang mengeluarkan uang atau wanita yang membiayai pria, lama-kelamaan bisa membuat hubungan tidak sehat, pasangan pun bisa merasa tidak nyaman.

Untuk itu, membagi tagihan saat makan di resto tidak menjadi masalah dalam hubungan asmara di zaman modern saat ini. Situasi lainnya adalah si dia yang membayarkan Anda makan dan Anda yang membelikan tiket nonton bioskop. Intinya, keadilan dalam finansial selain menghindari menghindari masalah keuangan di kemudian hari, Anda pun akan terhindar dari cap 'cewek matre' oleh pasangan.

5. Tidak Selalu Mengatakan 'I Love You'
Mengatakan ungkapan sayang memang harus dilakukan oleh setiap pasangan, namun kata-kata manis seharusnya tidak diungkapkan setiap saat. Mengapa? Jika Anda mengatakan 'i love you' setiap selesai berbicara di telepon, atau setiap SMS maupun chatting dengan pasangan, tentu makna 'aku cinta kamu' itu tidak lagi terlalu berarti. Pernyatan 'i love you' paling tepat diungkapkan saat Anda benar-benar merasakannya dan dalam keadaan romantis.

6. Memisahkan Diri dari Pasangan
Hubungan yang terlalu intim yang terkadang membuat hubungan terasa hambar dan lebih mudah bertengkar. Untuk menjaga hubungan tetap harmonis dan terhindar dari kebosanan sebaiknya tetaplah menjaga jarak. Tidak melulu malam minggu Anda dan pasangan bersama, jika si dia ingin menghabiskan waktunya dengan teman-teman prianya sebaiknya diperbolehkan. Begitu pun dengan Anda yang tetap menjaga hubungan dengan teman-teman Anda.

source : wolipop.com

1 dari 4 Pria Masih Sering Mimpikan Mantan Kekasih

Jakarta - Pria lebih rentan terjebak dalam bayang-bayang mantan kekasih dibandingkan wanita. Berdasarkan studi terbaru, satu dari empat pria sering bermimpi tentang mantan kekasihnya.

Tak hanya mantan kekasih yang sering dimimpikan mereka. Saat malam hari, para pria punya kecenderungan membayangkan rekan kerja atau atasannya. Sebanyak 26% responden mengaku memimpikan rekan kerja, bahkan mertua mereka.

Sebaliknya, wanita lebih bisa melupakan mantan kekasihnya. Lebih dari 1/3 wanita Inggris yang disurvei, pikirannya dipenuhi bayangan tentang kekasihnya yang sekarang, orangtua atau anak-anaknya.

Hasil tersebut didapatkan setelah Premier Inn, perusahaan hotel terbesar di Inggris menanyakan kepada lebih dari 2.000 orang tentang pola mimpi mereka. Penelitian itu sendiri dinamakan The Dream Study.

Dari studi itu juga ditemukan bahwa hubungan persahabatan antar wanita juga kerap memengaruhi mimpi mereka. Sekitar 1/3 wanita menyatakan, teman-temannya sering muncul dalam mimpi mereka.

Sementara 20% responden, mengaku sering memimpikan orang yang belum pernah mereka temui, bahkan tidak mereka kenal. Tingkat stres dan tekanan dari kehidupan sehari-hari juga bisa memengaruhi mimpi, dengan 31% orang bermimpi sedang mengerjakan hal-hal penting yang belum mereka selesaikan di dunia nyata.

Secara garis besar, sekitar 20% orang akan mengalami mimpi lebih sering saat mereka berada dalam tekanan. Dalam artian, mereka sulit untuk tidak memikirkan pekerjaan bahkan dalam tidur sekalipun.

"Mimpi merupakan salah satu bagian dari kehidupan yang tidak bisa kita kontrol. Meskipun di dunia nyata kita jarang bertemu orang tertentu, mereka tetap bisa muncul dalam mimpi dengan frekuensi yang sering," jelas Claire High, juru bicara Premier Inn, seperti dikutip dari Daily Mail.

Ahli penganalisa mimpi Dabina MacKail menambahkan, "Mimpi membantu kita belajar, mengembangkan dan memroses emosi. Jadi tidak aneh jika kita lebih sering bermimpi buruk dan memimpikan masalah, karena di alam bawah sadar pikiran kita masih mencoba mencari solusinya."

Mengenai hasil penelitian, disimpulkan bahwa wanita lebih terbuka dalam asmara sehingga mereka kerap memimpikan hubungan dengan kekasihnya yang sekarang. Sementara pria, cenderung memendam emosi sehingga permasalahan dengan asmaranya yang terdahulu masih berkecamuk di pikiran dan sering keluar lewat mimpi.

"Ini berarti pria punya kecenderungan mengatasi masalah lewat mimpi mereka. Ini juga bisa mencerminkan kerapuhan dan rasa tidak aman yang mereka alami dari hubungan asmara yang sekarang," tambah Davina.

source : wolipop.com

Manfaat 'Break' Dalam Hubungan Asmara

Jakarta - Dalam menjalani hubungan asmara, seringkali kata break menjadi momok bagi Anda maupun pasangan. Tapi sebenarnya ada beberapa manfaat yang Anda dapat dari masa kritis tersebut.

Setiap hubungan pasti mengalami masalah yang rumit. Putus bukanlah jalan satu-satunya dalam menyelesaikan masalah. Dalam masa-masa genting tersebut 'break' merupakan keputusan yang tepat untuk diambil.

Dalam masa 'break' Anda dan pasangan tidak perlu melakukan kontak agar bisa saling fokus berintropeksi diri dan meredam emosi. Seperti dilansir All Womens Talk, ini dia lima manfaat 'break' dalam hubungan asmara.

1. Memberikan Ruang
Adakalanya hubungan yang sangat intens membuat Anda dan pasangan hampir tidak mempunyai waktu untuk diri sendiri. Selama masa break, ada sebuah jarak antara Anda dan pasangan sehingga masing-masing individu memiliki sedikit ruang yang membebaskan Anda berdua untuk beristirahat sejenak dari kebosanan maupun kepenatan hubungan yang selama ini terjalin.

2. Mengenal Diri Sendiri
Alasan break terkadang untuk membuat diri bisa lebih baik lagi. Ya, tentu saja dalam ma sa kesendirian yang sementara tersebut, Anda punya cukup banyak waktu untuk mengoreksi diri Anda sebagai seorang individu bebas, bukan individu yang terikat. Anda bisa mengoreksi kekurangan-kekurangan Anda dan membenahi diri sehingga Anda akan lebih mengenal bagaimana karakter Anda yang sesungguhnya.

3. Menjadi Lebih Tenang
Pertengkaran hebat dengan pasangan membuat Anda tertekan dan emosi. Selama break, Anda bisa berhenti sejenak dari keributan yang memakan banyak energi tersebut. Anda dapat memikirkan kembali tentang masalah yang Anda hadapi dan menjadi lebih tenang. Break juga dapat menghindarkan dari pertengkaran yang lebih hebat.

4. Waktu Untuk Mengukur Kecocokan
Mungkin selama ini Anda ragu tentang hubungan asamara Anda, apakah harus dilanjutkan atau memutuskan jalinan hubungan. Ketika Anda dan pasangan berpisah untuk waktu yang cukup lama, inilah saat yang tepat untuk membuat keputusan tersebut. Jika Anda merasa lebih nyaman dan bahagia dengan kesendirian Anda, mungkin Anda memang perlu untuk mengakhiri hubungan Anda. Tapi jika Anda merasa membutuhkan si dia lebih dari saat Anda bersamanya, mungkin memperbaiki hubungan antara Anda dan pasangan adalah keputusan yang terbaik.

5. Mencari Apa Yang Anda Mau
Break bisa Anda manfaatkan untuk mencari apa yang sesungguhnya Anda inginkan dari pasangan. Apakah Anda ingin hubungan yang lebih serius, atau Anda lebih tertarik bertemu orang baru atau justru Anda mempunyai tujuan masing-masing yang saling bertentangan. Carilah apa yang sebenarnya Anda inginkan sehingga ketika jeda ini berakhir Anda bisa membuat keputusan yang sesuai dengan hati nurani Anda.

6. Membuat Prioritas
Mungkin alasan Anda dan pasangan break adalah untuk sama-sama memahami apa yang menjadi prioritas Anda berdua. Mungkin saja Anda ingin melanjutkan sekolah, sementara pasangan Anda ingin menikah. Jika memang Anda dan psangan masih bisa kompromi dengan prioritas masing-masing, maka hubungan ini bisa diteruskan. Jika memang Anda berdua tidak menemukan jalan tengah, coba pikirkan kembali apa yang menjadi prioritas hidup Anda saat ini dan ke depannya.

7. Memastikan Perasaan
Bisa saja Anda break dengan pasangan karena bosan atau justru tidak lagi merasakan cinta dalam hubungan tersebut. Terpisahnya Anda dan pasangan akan memberikan jeda pada perasaan Anda berdua. Bila ketidakhadirannya membuat Anda rindu dengan apa yang telah Anda lewati dengan pasangan, mungkin Anda hanya jenuh dengan rutinitas yang itu-itu saja. Jika ternyata selama tidak bertemu dengannya membuat Anda merasa lebih baik dan perasaan Anda semakin hambar, bisa saja memang sudah tidak ada cinta di antara Anda.

Ingat, break bukan berarti putus. Ini adalah saat untuk mengoreksi kesalahan dan keinginan masing-masing individu. Secara umum, break terjadi karena kejenuhan, keragu-raguan, dan kurangnya cinta antara Anda dan pasangan. Dan pada masa ini, Anda bisa menemukan hal-hal apa saja yang terlewat dari hubungan tersebut. Walaupun tak jarang break menjadi awal berakhirnya sebuah hubungan, tapi break dapat memberikan dampak positif ke hubungan Anda karena setiap orang perlu waktu untuk sendiri.

source : wolipop.com

5 Hal yang Harus Dirahasiakan dari Kekasih

Jakarta - Keterbukaan kepada pasangan merupakan salah satu kunci langgengnya hubungan asmara. Tapi bukan berarti Anda harus mengumbar berbagai hal hingga yang terkecil dan sangat pribadi.

Terlalu terbuka justru bisa membuat hubungan diwarnai cekcok dan ketegangan. Menurut Marti Olsen Laney, PsyD, penulis 'The Introvert and Extrovert in Love', tetap menjaga privasi akan menghasilkan hubungan asmara yang sehat.

"Beberapa hal mungkin bisa menyakiti hati pasangan, jadi akan lebih baik jika Anda merahasiakannya demi keharmonisan hubungan," tambah Marti.

Apa saja hal-hal yang sebaiknya dirahasiakan dari kekasih? Cosmopolitan Amerika merangkum lima hal yang menurut ahli paling penting untuk dirahasiakan saja.

1. Hubungan Masa Lalu
Para pria mungkin akan bertanya tentang hubungan asmara kekasihnya di masa lalu, tapi bukan untuk tahu seberapa mesra atau romantis cinta mereka di saat itu. Yang sebenarnya ingin pria dengar adalah, bahwa dia jauh lebih baik dari mantan kekasihnya tersebut.

Saat pria bertanya tentang kisah cinta Anda, jawablah sesingkat mungkin. Katakan bahwa yang penting untuk dibahas adalah hubungan Anda dan si dia yang sekarang, bukan masa lalu.

2. Cara Anda Mengeluarkan Uang
Selama Anda tidak berbagi keuangan atau punya rekening bersama (karena berencana untuk menikah), pasangan tidak perlu tahu bagaimana Anda menghabiskan uang, apalagi jika Anda penggila belanja. Pria akan stres jika tahu Anda sering membeli baju atau sepatu yang menurut mereka kurang penting.

Ketika si dia memuji baju baru Anda, jangan ceritakan di mana Anda membelinya, merek atau seberapa mahal harganya. Jika dia bertanya, cukup katakan bahwa harga baju itu tidak lebih mahal dari smartphone yang baru saja dia beli.

3. Pandangan Anda Tentang Keluarga Si Dia
Ingat, selama Anda masih berpacaran, membicarakan hal-hal negatif tentang keluarganya adalah 'tabu' yang bisa merusak hubungan asmara. Walaupun menurut Anda ibunda sang kekasih sangat menyebalkan, tetap simpan perasaan itu dalam hati.

Begitu Anda berpendapat sesuatu yang negatif tentang keluarganya, dia akan merasa Anda membuatnya harus memilih antara keluarga atau kekasihnya. Jika memang sikap keluarganya membuat Anda tidak nyaman, hindari berada di dekat mereka sebisa mungkin.

4. Ada Pria Lain yang Menyukai Anda
Anda sudah pasti mencintai kekasih, tapi bukan berarti tidak bisa sedikit 'bermain mata'. Kagum pada pria lain boleh-boleh saja, asalkan tidak kebablasan.

Tahu bahwa masih ada pria lain yang tertarik pada Anda rasanya menyenangkan, tapi berkata terus terang pada kekasih tentang hal itu hanya akan membuatnya cemas dan ragu akan hubungan kalian. Terlebih lagi, Anda bisa menyebabkan perkelahian antara dua pria. Simpan saja perasaan tersanjung itu dalam hati.

5. Perasaan Anda tentang Hadiah yang Diberikannya
Pria suka memberikan hadiah untuk membuat kekasihnya senang. Tapi kadang mereka tidak tahu barang seperti apa yang disukai, sehingga memberi hadiah yang salah dan akhirnya tidak terpakai.

Saat si dia memberikan hadiah yang tidak Anda suka, jangan perlihatkan kekecewaan Anda atau secara terang-terangan menolaknya. Rasa kecewa dan sakit hati pasti akan menghantuinya. Tetap tersenyum dan ucapkan terima kasih. Bagaimanapun juga, itu merupakan bentuk perhatian dari si dia.

Agar sang kekasih tidak selalu memberi barang yang 'tak berguna', biarkan dia tahu apa yang Anda suka. Ajak dia ke toko pakaian favorit Anda, atau tunjukkan kalung yang sudah lama Anda inginkan.

source :  wolipop.com

Agustus 27, 2011

4 Sinyal Cinta Tak Lagi Bisa Bertahan



BERADA dalam sebuah hubungan jelas membutuhkan usaha. Cinta selalu memiliki pasang dan surut, tetapi tidak semua hubungan bisa bertahan kala keadaan kian memburuk.



Berikut empat sinyal cinta Anda tak lagi bisa diselamatkan, seperti dikutip dari Sheknows.



Anda tidak lagi percaya padanya


Suatu hubungan memerlukan pondasi kepercayaan. Jika Anda tidak lagi mempercayai si dia, Anda tidak akan bahagia. Apakah dia berbohong kepada Anda, tidak setia, atau sekadar tidak bisa menjaga keseriusan hubungan, kepercayaan bisa sangat sulit untuk kembali setelah hilang satu kali. Dan, putus mungkin satu-satunya jawaban.



Lebih sering bertengkar ketimbang ngobrol


Semua pasangan berdebat—sebagian lebih sering daripada yang lain—, tapi jika Anda tidak dapat mengingat kapan terakhir kali berkomunikasi dengan cara yang menyenangkan (tidak berteriak), mungkin sudah saatnya untuk putus. Argumen yang baik akan membantu menyelesaikan masalah hubungan dan memberi manfaat pada akhirnya. Jika Anda berdua bertengkar hanya untuk memaksakan argumen masing-masing bahkan meremehkan argumen pihak lain, maka hubungan tidak akan harmonis.



Anda tidak bisa bahagia untuknya


Salah satu hal besar mengenai berada dalam hubungan cinta adalah perasaan bahagia dengan apapun yang berkaitan dengan kekasih hati. Namun saat Anda tidak senang melihatnya naik jabatan atau mendapatkan sesuatu yang diidamkan sejak lama, Anda mungkin tidak lagi mencintainya. Bahkan dalam hati terdalam, diam-diam Anda berharap ia gagal.




Anda tidak bahagia saat berdua dengannya


Rasanya, putus cinta karena alasan bosan atau tidak puas tidak bisa diterima. Jika Anda tidak dapat mengingat terakhir kali Anda tersenyum atau merasa bahagia di hadapan si dia, putus cinta bisa jadi tindakan terbaik. Menghabiskan sedikit waktu bersamanya saja tidak membuat Anda senang, apalagi nanti saat Anda hidup dalam satu atap.



Agustus 26, 2011

Pantangan Setelah Putus Cinta


Hal wajar jika seseorang yang mengalami putus cinta, melakukan berbagai cara untuk mengurangi rasa sakitnya. Agar rasa sakit tidak semakin parah, sebaiknya cari pelarian yang tepat.
Anda bisa melakukan banyak hal mulai dari berlibur, berbelanja atau hal positif lainnya. Tetapi hindari melakukan tiga hal yang dilansir dari Shine berikut, karena justru akan membuat perasaan sakit hati makin meradang.


1. Terlalu cepat mencari pengganti
Langsung mencari pria lain dan melakukan kencan mungkin terdengar sebagai pelarian yang tepat. Tetapi hal ini hanya akan menyiksa diri sendiri dan orang lain. Dengan segera berkencan, Anda berarti memaksa diri membuka hati yang baru terluka. Mungkin untuk beberapa saat bisa mengalihkan perhatian, tetapi jika kencan berjalan buruk, Anda justru bisa makin sakit hati dan berisiko menyalahkan diri sendiri yang berujung pada depresi.


2. Menghubungi mantan kekasih
Jika ia yang memutuskan hubungan, itu artinya ia tak ingin lagi bersama atau berhubungan dengan Anda. Jangan menghubunginya melalui SMS, telepon, atau email. Apalagi, berusaha membicarakan kembali hubungan yang sebenarnya sudah berakhir. Apabila Anda memang tidak melakukan kesalahan fatal seperti berselingkuh, berarti memang hubungan Anda dan dia sudahtak bisa lagi dipertahankan. Berusaha menghubungi atau berbicara dengannya hanya akan membuat Anda makin tenggelam dan terjebak dalam perasaan sakit hati.


3. Menyimpan kenangan
Selama berhubungan, pasti banyak kenangan. Mulai dari foto-foto, SMS mesra, email atau barang-barang yang diberikan padanya. Sebaiknya jangan simpan kenangan tersebut, kalau perlu hapus nomor teleponnya di ponsel, jangan lagi berteman dengannya di situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter.


Menyimpan kenangan hanya akan membuat Anda mengingat kembali hal manis bersamanya. Hal ini justru akan membuat Anda makin sulit untuk "menyembuhkan" diri. Faktanya, saat putus cinta Anda memang harus merasakan sakit karena hal itu membuat pribadi makin kuat. Jalani tiap rosesnya, mulai dari perasaan sakit, menangis, lalu merefleksi diri, hingga Anda benar-benar siap menjalani hubungan yang baru.


SUMBER