Juli 22, 2013

Maafkan aku memberimu 'Harapan Palsu'

“Cinta itu harusnya kamu jadiin tujuan, bukan cuma persinggahan.”
Kata-kata itu kian mengendap di otakku, kata-kata dari seorang gadis manis di masa lalu yg beberapa waktu lalu sempat kembali menghiasi hari-hariku.

Semenjak 3 tahun lalu aku meninggalkannya, dia masih rajin menyapaku dan aku pun kerap menegurnya. Sesekali terbesit perasaan menyesal pernah menyakitinya, namun perasaan itu begitu mudahnya sirna. Kini dia kembali hadir, lebih tepatnya aku yg mengusiknya dan memaksanya untuk kembali menyentuh kenangan kita. Beberapa waktu lalu entah kenapa aku merasa begitu merindukannya, merindukan saat-saat bersamanya yg tak begitu aku ingat. Hingga aku seakan memintanya untuk kembali bersama, aku tak yakin dengan itu semua yg aku tau saat itu aku benar-benar ingin membuatnya kembali disini denganku.
Hari-hari berlalu dengan perhatiannya yg selalu menghangatkanku, dia masih seperti dulu. Sosok gadis manis yg paling mengerti aku, yg paling mampu menerima segala sifatku. Meski aku sering mengabaikannya, dia tak pernah berhenti mewarnai hariku. ‘Yuna’ , sebut saja dia Yuna dan aku sendiri Aldi.

Begitu singkatnya perasaanku, aku mulai jenuh. Entah apa yg membuatku merasa seperti itu... Yuna kembali menjadi sosok yg asing bagiku, meski dia masih setia menemani tengah malam hingga pagi ku melalui susunan huruf dalam kalimat yg terkadang membuatku tersentak. Dia sering menyisipkan tanya dalam canda yg mampu membuatku sedikit merenung, ‘apakah benar aku mempermainkan perasaannya’. Bukan hal yg mudah untuk bertahan dalam sebuah pengabaian yg terus aku lakukan, sementara dia tetap saja setia.
Aku mengerti dia begitu berharap akan kembalinya ‘kita’. Apa yg sesungguhnya aku lakukan? Terus mengulur waktuku tanpa tau kapan aku benar-benar bisa menemuinya. Ya, aku pernah menjanjikan sebuah pertemuan yg sampai saat ini belum kesampaian.


Aku kejam? Aku memberinya sebuah harapan kosong? Aku tak bisa berkata ‘iya’ atau 'tidak' atas itu semua. Maafkan aku atas semua ini, terus memberikanmu harapan yg tak pasti.

0 komentar:

Poskan Komentar