Tampilkan postingan dengan label jomblo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jomblo. Tampilkan semua postingan

Desember 31, 2011

6 Tips Merayakan Tahun Baru Tanpa Pasangan

 Sebentar lagi tahun 2011 akan segera berakhir. Namun nasib buruk menimpa hubungan Anda dan pasangan. Hubungan Anda kandas menjelang malam pergantian tahun.

Sekarang Anda bersedih karena tidak mempunyai rencana apapun untuk mengisi malam pergantian tahun tersebut. Tidak usah khawatir, berikut beberapa tips yang patut Anda coba untuk merayakan tahun baru tanpa pasangan.

1. Berkumpul Bersama Teman

Berakhirnya hubungan Anda dan pasangan bukan berarti akhir dari kehidupan. Masih banyak teman yang siap menemani Anda, bahkan mereka akan dengan senang hati menghibur Anda yang sedang bersedih. Manfaatkanlah kesempatan ini untuk kembali berkumpul bersama teman-teman Anda. Undang mereka ke rumah Anda untuk pesta barbeque dan tukar kado.

2. Berlibur

Mungkin Anda mempunyai daftar destinasi liburan untuk merayakan tahun baru bersama pasangan. Cobalah ajak teman-teman kantor Anda untuk menghabiskan waktu ke salah satu destinasi tersebut. Banyak hotel, vila, maupun cottage yang menyediakan paket tahun baru untuk rombongan. Bukankah itu lebih terdengar menarik? Siapa tahu di tempat tersebut Anda dapat bertemu dengan pria baru. Double pleasure!

3. Gala Dinner Bersama Keluarga

Anda telah memesan sebuah tempat di hotel maupun restoran mahal untuk menikmati gala dinner bersama pasangan di akhir tahun. Sayangnya hubungan Anda kandas dan Anda berniat melupakan saja rencana tersebut.

Tunggu dulu, kenapa Anda tidak mengajak orang tua maupun saudara untuk pergi makan malam bersama? Merayakan akhir tahun dengan orang tua di tempat mewah tidak ada salahnya, justru hal ini dapat membahagiakan mereka. Mungkin selama ini Anda kehilangan waktu bersama keluarga karena kesibukan masing-masing. Ini adalah saat yang tepat untuk mengakrabkan diri dengan keluarga. Jangan lupa untuk menambah jumlah reservasi terlebih dulu.

4. Girl's Night Out

Amatilah di sekitar Anda. Berapa banyak wanita single yang menghabiskan akhir tahun mereka tanpa pasangan? Ya, Anda tidak sendiri. Ajaklah teman wanita Anda untuk menghabiskan akhir tahun dengan berpesta di sebuah klub atau restoran. Awali dengan berbelanja bersama, kemudian Anda bisa beramai-ramai pergi ke salon atau saling mendandani satu sama lain. Pakai baju pesta yang baru saja Anda beli dan bersiaplah untuk menjadi Party Queen di malam Tahun Baru.

5. Maraton DVD

Anda bisa melakukan kegiatan ini sendiri maupun beramai-ramai bersama teman atau keluarga. Hindari film-film bernuansa melankolis dan pilihlah film-film komedi seperti 'Four Christmases' dan 'Happy Ever After', atau film-film bertema persahabatan seperti 'Sex and The City'. Alternatif lain, Anda bisa menonton TV Series yang selama ini terlewatkan seperti The Walking Death atau drama-drama korea. Jangan lupa siapkan pastries yang bisa membuat mood Anda kembali ceria.

6. Tahun Baru di Panti Asuhan

Kehidupan Anda yang nyaris sempurna bersama si dia, membuat Anda kacau ketika hubungan itu berakhir. Jangan merasa bahwa Anda adalah orang yang paling menderita di dunia ini.

Coba lihat di sekeliling Anda, banyak sekali anak-anak yang kurang beruntung, yang tidak bisa menikmati malam tahun barunya dengan acara-acara meriah. Ajaklah beberapa teman Anda untuk melakukan kegiatan amal dengan merayakan pergantian tahun di panti asuhan.

Tidak perlu acara mewah, siapkan saja terompet, topi, makanan, dan kembang api untuk para anggota panti asuhan. Pasti Anda akan melewati malam tahun baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dan di akhir acara tersebut Anda pasti akan bersyukur atas kehidupan Anda walaupun tidak lagi bersama kekasih tercinta.

sumber : wolipop.com

Desember 04, 2011

12 Tipe Cewek Lajang/Jomblowati

http://zaifzuned.files.wordpress.com/2010/08/jomblo.gif
Dalam buku ‘Seeking Happily Ever After: Navigating the Ups and Downs of Being Single Without Losing Your Mind (and Finding Lasting Love Along the Way)’ karya Michele Cove mengupas tentang berbagai tipe serta karakter wanita lajang. Cove telah mensurvei lebih dari 100 wanita lajang dan akhirnya dibuatlah semacam kesimpulan hasil jejak pendapatnya tersebut dalam buku tadi.


Al hasil dari sekian banyak tipikal wanita yang diteliti bisa ditarik 12 jenis dan tipe wanita lajang, nah bagi para cowok yang saat ini sedang lakukan pdkt alias pendekatan pada lawan jenis Anda, mungkin setidaknya artikel ini bisa sedikit mambantu memetakan wanita yang kelak bakal mendampingi hidupmu, mari kita simak bersama kutipan ruanghati.com dari situs Sine berikut ini, semoga saja bermanfaat, setidaknya bagi para jomblowati sendiri bisa dijadikan bahan refleksi diri, yuk kita simak ke-12 tipe tersebut.
  1. The Soulmate Seeker: Seseorang yang rela melakukan segalanya demi untuk menemukan belahan jiwanya.
  2. Phoenix: Seorang wanita yang baru saja putus hubungan yang menyakitkan dan ingin melakukan semua yang bisa membuatnya bangkit dari keterpurukan agar bisa lebih baik lagi.
  3. Organic: Dia lebih suka pasrah menunggu takdir dan lebih senang hidup sendiri daripada berburu pria dengan cara atau metode apapun.
  4. The Princess-in-Waiting: Wanita yang menunggu untuk diselamatkan oleh seorang pangeran.
  5. The Late Bloomer: Sisa hidupnya tertahan sementara wanita ini menunggu calon suaminya untuk tampil.
  6. The Free Spirit: Ingin selalu bebas tanpa ada komitmen
  7. The Wedding Wisher: Dia tiba-tiba menemukan dirinya berkhayal tentang pernikahan setelah sebelumnya tidak pernah peduli tentang hal itu.
  8. The Rebel Town: Dia bercita-cita tidak ingin hidup dengan gaya bebas seperti orang-orang di komunitasnya, meskipun ia pernah merasakannya.
  9. The Ritual Re-inventor: Seorang wanita yang ingin mendapatkan pasangan dan berharap bisa menjalani upacara pernikahan yang tidak konvensional.
  10. The Mom Wannabe: Dia mendambakan memiliki bayi suatu hari nanti, namun dia ingin tidak merasa begitu banyak tekanan biologis untuk mengetahuinya dengan cepat.
  11. The Slow & Steady: Seorang wanita yang berharap bisa menikah pada waktu yang tepat. Sementara itu, dia selalu bersenang-senang dengan teman dan keluarga untuk mengusir tekanan besar.
sumber

November 19, 2011

12 Tipe Perempuan Lajang

Setiap orang pasti memiliki pemikiran dan impian-impian tentang suatu hubungan yang bahagia. Michelle Cove, seorang penulis, melakukan penelitian dengan mewawancarai lebih dari 100 perempuan. Dia mencoba menentukan apa saja yang menjadi keinginan dan mimpi dari para perempuan lajang tentang suatu hubungan. Setelah mewawancarai para peremuan tersebut, Cove menyimpulkan semua keinginan dan impian tersebut dalam 12 kategori.



1. Pencari "soulmate"
Perempuan ini percaya setiap orang memiliki belahan jiwa dan ia akan melakukan apa saja untuk bisa menemukan "the one". Sayangnya, kadang-kadang ia terlalu terfokus untuk mencari pria yang tepat sehingga melewatkan pria-pria lain yang mungkin akan cocok untuknya.

2. Ingin bangkit

Lajang yang baru saja mengakhiri hubungan yang menyakitkan akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk bangkit dari keterpurukan dan menjadi lebih baik. Ia tidak menyesali apa yang terjadi dan berusaha mengambil hikmah dari semua peristiwa yang terjadi.

3. Mengalir saja

Perempuan seperti ini lebih suka membiarkan hidupnya mengalir begitu saja. Dia lebih suka hidup sendiri daripada berburu pria dengan berbagai cara. Bila akhirnya ia bertemu jodoh, hal itu terjadi secara alami.

4. Menunggu

Mereka percaya dengan kisah-kisah dongeng, di mana para perempuan menunggu untuk "diselamatkan" oleh seorang pangeran. Perempuan ini yakin suatu saat akan ada pria yang mampu mengangkat kehidupannya dan ia memilih menunggu kehadiran pria tersebut.

5. Telat kawin

Seumur hidupnya ia memuaskan keinginan dirinya untuk meraih kepuasan, entah itu dalam karier, pergaulan, maupun pencapaian lainnya. Ketika akhirnya ia merasa sudah waktunya mencari calon suami, ia menghentikan begitu saja segala aktivitas yang semula menjadi prioritasnya.

6. Tipe bebas

Perempuan pada kategori ini selalu mengkhawatirkan apakah dia harus memilih antara hidup sendiri dan berkomitmen. Biasanya, dia akan memilih hidup sendiri, tetapi bebas menentukan arah hidupnya.

7. Ingin menikah

Perempuan ini biasanya baru akan berkhayal tentang suatu pernikahan setelah seumur hidupnya tidak memedulikan konsep pernikahan. Hal ini biasanya terdorong oleh suatu peristiwa besar yang membuka pikirannya bahwa sesuatu yang semula diyakininya ternyata tidak tepat.

8. Pembelot

Perempuan yang tak lagi ingin hidup dengan cara yang sama yang dijalani komunitasnya meskipun dulunya ia juga penganut gaya hidup tersebut. Ia ingin menemukan cara yang sesuai dengan pilihan hatinya meskipun itu berarti harus meninggalkan teman-temannya.

9. Ingin beda

Perempuan yang ingin menikah, tetapi juga merasakan kekuatan untuk menjalani suatu pernikahan yang tidak konvensional. Perbedaan itu bisa dimulai sejak menentukan konsep pernikahannya.

10. Menjadi ibu

Perempuan ini selalu berpikir, suatu saat ia pasti akan menjadi ibu. Namun, dia berharap tidak ada orang lain yang mendesaknya segera mewujudkan harapannya itu. Bahkan, kadang-kadang ia sebenarnya merasa tidak harus menikah untuk mempunyai anak.

11. Lambat dan mantap

Perempuan ini, mungkin juga seperti kebanyakan perempuan pada umumnya, berharap menikah pada waktu yang tepat. Sementara itu, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak menghiraukan segala desakan atau tekanan dari teman-teman atau keluarganya untuk segera menikah.

12. Para perintis

Perempuan ini merasa kehidupan pernikahan tidak cocok untuknya. Maka, ia mencoba menemukan cara baru untuk mendapatkan kebahagiaan.

Setiap orang pasti memiliki kategori sendiri karena pada dasarnya jalan hidup setiap orang memang berbeda. Tidak ada orang yang sempurna dalam menjalani sebuah hubungan. Jadi, termasuk dalam kategori apakah Anda?

Agustus 27, 2011

7 Kebiasaan Buruk Para Jomblo




1. Negatif thinking
Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang tanya (teman kerja atau teman sekampus lain jurusan), “Koq sendiri?”

Langsung deh reaksinya seperti ini : “Sudah tau sendiri, pake tanya2. Mentang2 gua jomblo. Nyindir, ya?!”

Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang ngelihatin :

“Kenapa sih liat-liat?! Aneh ya, kerena gua jomblo?!”

Padahal “Koq Sendiri?” itu kan pertanyaan standar orang yang pengen tanya tapi ngga tahu mau tanya apaan. Cuma basa-basi. Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalo tanyanya “Koq berdua?” atau “Sama siapa?” jadi aneh bin konyol. Lha sudah jelas sendiri pake tanya “Koq berdua?” segala.


Dan orang yang ngelihatin bisa saja karena rasa-rasanya koq kenal. Atau kagum sama tahi lalat di pipinya. Dipikirnya, “Hoki bener tuh orang ada tahi lalat dipipinya. Coba kalo tahi kebo ato kucing, kan jelek.” – jadi ngga ada kaitannya sama kejombloan kita.


Begitulah kalau sudah dikuasai pikiran negatif. Segala sesuatu disikapi secara negatif. Ibarat orang pake kacamata hitam, semua yang dilihatnya jadi serba hitam. Lalu bagaimana mengatasinya? Tidak ada cara lain, ganti kacamatanya dengan yang lebih terang. Jangan salahkan obyek yang dilihat.


2. Citra diri yang negatif

“Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa apa-apa pula. Otak belet, lha nilai kuliah saja hampir ngga pernah bergeser dari C. Dapet B tuh untung. A, wah ajaib bener, anugerah-Mu deh. Mana ada yang mau sama saya. Seandainya saya jadi orang lain pun, ngga bakalan koq saya mau punya pacar kayak diri saya begini.”

Padahal gambaran kita tentang diri kita sendiri akan sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan sikap hidup kita.


3. Rumput tetangga kelihatan lebih hijau

“Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-mana ada yang nemenin. Ada yang perhatiin and diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam minggu ngga cengo sendiri dirumah. Lonely. Isa ngerasain Dag Dig Dug Serr tiap nunggu doi. Kapan pun dan Dimana pun ada yang selalu bisa di-call. Pokoknya asyik deh.”


Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh lebih enak, lebih baik, lebih nikmat, lebih segalanya. Lalu kita berandai-andai ; seandainya hidup kita kayak die, dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih baru bahagia kalo kayak die. Kita jadi kurang bersyukur dengan hidup kita sendiri. Padahal, mana ada sih orang yang hidupnya selalu senang?


Siapapun pastilah punya senang dan susahnya sendiri. Punya pacar ngga melulu enak koq. Kadang ada sebelnya juga. Kadang bisa bikin jengkol, eh, jengkel dan stress juga. So, jangan heran kalau yang sudah punya pacar pun bisa mikir begini: “Duh, enak nian ngejomblo. Bebase sebebas burung di udara, Asyike seasyik ikan di laut. Nikmate senikmat udang rebus Mang Engking di Jogja, sambel terasinya itu loh… uueenak poll…. Apalagi pas puasa2 begini… hmm… yummy….. (Nah, apa coba hubungannya?! Hehehehe….. )


4. Berselubung topeng

Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya.

Contoh 1 (Gaya selebritis: kemayu, dengan sikap bertutur diatur) : “Aku emang belum mau pacaran koq. Suer. Masih ingin sendiri.” --> Yang sebenarnya : aku belum ketemu yang aku mau die mau. Yang ada aku mau die ngga mau, ato die mau akunya ngga mau. Ada yang aku mau die mau, eh die maunya nabok sama aku.


Padahal apa salahnya kalo bilang, “Aku bukannya ngga kepengen, tapi belum ketemu yang pas.” Titik. Kalau bilangnya : belum mau pacaran, masih ingin sendiri --> besok ato lusa ternyata ketemu yang cocok, nah luh baru NYAHO!. Malu kan mesti ngejilat ludah kuda (kalau ludah sendiri mah biasa).


Contoh 2 (gaya politisi: kemaki, dengan sikap bertutur tak diatur) : “Gue naksir die?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar goceng pun nggak bakalan gue ambil!” --> yang sebenernya: aku sih okelah sama die, tapi dienya cuek banget. Benci deh aku (Dengan gaya genit ala Tessy)


Padahal apa salahnya bilang, “Dienya cuek begono, mana berani gue.” Titik. Kalo bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun tak mau--- dan ternyata dia naksir sama kita, Cuma karena dia punya kemaluan gede (baca: pemalu) jadinya die pasang sikap cuek bebek, sok cool. Nah, gimana coba kalo gitu?! Masak mau ikut-ikut si selebritis : ngejilat ludah kuda.


So, tanggalkan topeng itu. Apa adanya sajalah. Tapi ya, jangan vulgar, mengobral ato norak. Jujur dengan elegan gitulah.


5. Hanyut terbawa perasaan

Nelangsa. Merasa kasihan dengan diri sendiri. Seakan dengan ke-jomblo-an itu, dia menjadi orang paling malang di dunia. Makan jadi ngga enak (apalagi sayurnya basi, kurang garem pula ), tidur ngga nyenyak (AC mati ngga ada listrik, banyak nyamuk lagi, lengkap deh penderitaannya.)


Nyanyinya pun lagu Chrisye : “Di malam yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang menemani…. Srot srot (nyedot ingus)

Akhirnya kini kusadari dia telah pergi tinggalkan diriku… pufz pufz (buang ingus pake lengan baju). Nanini nananininani ninaneniii (bagian ini ngga hapal). Reff:

Mengapa terjadi pada diriku, aku tak percaya kau telah tiada… hiks hiks (terisak) haruskah ku pergi, tinggalkan dunia… hoahh, hoahh (nangis sejadi-jadinya).”


Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-apa, ane takut ikutan sedih, ikutan nagins, ikut sedot ingus. Nanti thread ini malah ngga selesai lagi… :D

Malah repot, Lagian, orang yang terhanyut oleh aneka rupa perasaan susah dan sedih sebetulnya kan ngga butuh kata-kata, Ia lebih butuh empati dan simpati (Bukan kartu As ato IM3)


Saya Cuma mau bilang : “You’ll never walk alone, jomblo (ngutip lagu yang biasa dinyanyiin fans Liverpool). Kan banyak juga yang jomblo… hehehe…”


6. Memaksakan kehendak

Cara halus : “Hi cowok, godain kita dong!” (Ekstrim: Sambil melotot, satu tanga berkacak pinggang, satunya lagi menggenggam batu siap ditimpukin). Atau, “Hi cewek, kita godain ya!” (Ekstrim: Sambil memiting nenek-nenek yang kebetulan lewat, dan menodongkan pistol ke keningnya).


Cara Kasar : “Apapun yang terjadi gua harus dapetin doi; biar gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang. Pokoknya harus dan kudu!” (Ekstrim: bayar segerombolan preman utk menculik doi, lalu dengan gaya Kung Fu Bruce Lee datang menyelamatkannya).


Atau, “Saya ngga bisa hidup tanpa doi. Udahlah, saya mau mati aja! Mana tali, mana tali! Saya mau gantung diri!” (Ekstrim: “Bunda, hidup ini kejam. Kembalikan saja aku kedalam rahimmu!” --- segede gitu, gimana masukinnya coba?!).

Atau, “Marilah kepadaku semua yang letih, lesu dan membutuhkan kehangatan, aku akan memberikan diriku seutuhnya!” (Ekstrim: DISENSOR!, maklumlah ini kan bukan H A :D)


Dan kalo berdoa, doanya gini: “Tuhan, kalau dia jodoh saya, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodoh saya, jodohkanlah, Tapi kalo ngga bisa jadi jodoh saya, biarkan dia ngejomblo seumur hidup, Amin…”


Padahal segala sesuatu yang dipaksakan (apalagi soal jodoh), pasti akan lebih banyak buruknya daripada baiknya. Usaha tentunya ngga salah, punya keinginan monggo, silahkan. Tapi iringilah itu dengan penyerahan diri kepada Tuhan YME.

“Bukan kehendakku yang jadi, melainkan Kehendak-Mu.”

Dengan berusaha da berserah diri, hidup akan terasa lebih ringan, Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita, percaya deh!….


7. Sirik

Orang Manado bilangnya mangiri. Alias iri dengki. Ngga senang melihat orang lain senang. Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin kebaikan orang lain, “Allaaaa, dia sih piala bergilir. Liat aja ntar juga dia bakalan pindah ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!”


“Eh, elu tau nggak, dia itu kan bekas pacarnya temen sodara gue, Nah, kata temen gue, temen gue dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang mantan dia itu, (Nah, bingung kan ente-ente semua… :LMAO: ) dia pernah terlibat narkoba tuh. Pernah digerebek Polisi segala. Ortunya ampe ngejual rumah buat ngebebasin dia dari penjara.”


sumber