Agustus 02, 2013

Aishiteru yo~

Selamat pagi...

2 Agustus 2013, 3 hari sudah aku mengasingkan diri dari duniamu. Sejenak melupakanmu dan berharap bisa selalu begitu. Namun taukah kamu? Bahwa selama 3 hari ini, aku tak benar-benar pergi. Masih ku lihat kamu dengan gurauanmu, dengan candaanmu yg terlihat lebih menyenangkan tanpaku. Sampai disini sepertinya aku cukup mengerti, kamu bukan yg dulu lagi. Kamu bukan pria manis dengan tinggi 174cm yg 58 hari lalu menerbangkanku. Apalagi? Tak ada alasanku untuk bertahan, aku harus berhenti mencari sesuatu yg sebenarnya tak pernah ada.

Aku tersenyum lega, setelah pagi ini memelukmu dalam do'a. Kali ini benar hanya Tuhan yg tau bagaimana kekalutan dalam hatiku. Bagaimana aku tetap berusaha mencari celah untuk mempertahankanmu. Meskipun nampak dari luar aku sedang giat-giatnya mencari kesibukan untuk tak lagi mengingatmu. Begitu hebatnya kah aku? Bisa melakoni 2 sisi yg berbanding terbalik. Aku hanya ingin nampak bahagia, nampak seperti gadis lainnya yg punya cerita yg layak untuk mereka kenang. Bukan cerita kesedihan, bukan cerita yg berbalut luka dan air mata seperti yg selama ini aku dapatkan.

Sesekali aku menyesal, telah banyak waktu yg aku sia-siakan. Benar kan? Aku terlalu bodoh untuk mengakui ini semua. Aku terlalu bodoh untuk menyesalinya. Aku terlalu terlalu dan terlalu bodoh! Menyesal telah mempertahankanmu kemudian masih juga menunggu. Penyesalan yg selalu ku ulang sebabnya. Kamu alasannya? Iya. Kali ini aku mengakuinya, perasaanku memang keterlaluan. Aishiteru yo~

Juli 30, 2013

Aku mulai JENUH

Aku mulai jenuh dengan hari-hariku
Jenuh dengan penantian yg tak kunjung menemukan jalan
Jenuh dengan kesendirian setelah lama kamu tinggal
Apakah kamu juga merasakan?

Aku mulai jenuh dengan hatiku
Yg selalu saja dipenuhi oleh kamu
Yg selalu saja disakiti dengan harapan palsu
Apakah kamu sadar?

Aku mulai jenuh dengan malamku
Ketika harus menunggu pesan yg tak lagi datang
Ketika harus menunggu kamu dalam daftar obrolan
Apakah kamu telah melupakan?

Aku mulai jenuh dengan duniaku
Semua orang masih saja mengingatkanku padamu
Semua orang masih saja melihat kamu dalam diriku
Apakah kamu tau?

Bagaikan hujan yg terus-menerus datang
Membuat jenuh setiap orang
Bagaikan terik mentari yg panas menyinari
Membuat gerah setiap hari

Aku ingin bebas, aku ingin lepas
Dari bayang-bayangmu
Yg selama ini mengikuti setiap langkahku
Ku rasa cukup aku tersakiti olehmu
Karena 3 tahun bukanlah putaran waktu yg singkat
Bukanlah detik yg bisa dengan mudahnya kau hitung
Tak bisa kau bayangkan bukan?
Betapa selama 3 tahun ini,
Seorang gadis bodoh menunggumu
Aku.