Desember 16, 2011

5 Masalah Komunikasi yang Sering Terjadi dalam Percintaan

Dalam setiap hubungan asmara, pasti pernah diwarnai dengan pertengkaran, salah paham, bahkan saling menyakiti. Setiap masalah dalam percintaan selalu ada jalan keluarnya, namun tak sedikit pasangan yang berakhir dengan putus.

Salah satu penyebab hubungan asmara tak berjalan mulus, adalah kurangnya komunikasi yang baik antara masing-masing pasangan. Janelle Alex, seorang konsultan dari Inward Oasis, mengemukakan masalah komunikasi yang sering terjadi dalam percintaan dan solusi mengatasinya, seperti dilansir All Women Stalk.

1. Kurangnya Komunikasi
Rutinitas Anda dan pasangan seringkali membuat kualitas maupun kuantitas komunikasi berkurang. Seringkali aktivitas Anda berdua lebih sering dihabiskan di kantor dan saat ada waktu senggang, baik Anda maupun pasangan sudah cukup lelah dan memilih beristirahat saja di rumah. Percaya atau tidak, ketika terus terjebak dalam rutinitas seperti ini, hubungan Anda dan pasangan bisa semakin renggang. Ketika mulai menyadari sedang berada dalam kondisi seperti ini, sebaiknya Anda segera benahi semuanya dan temukan waktu untuk bercengkerama bersama pasangan agar hubungan kembali harmonis.

2. Menghindari Masalah
Menghindari pembicaraan tentang sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan pasangan, bisa menjadi penyebab Anda berhenti bicara dengannya. Pembicaraan yang membuat Anda merasa tidak nyaman, seringkali mendorong Anda untuk membangun dinding pemisah yang menjadi jarak antara kalian berdua. Awalnya Anda mungkin merasa nyaman dengan situasi ini, tapi sebaiknya jangan dibiarkan terlalu lama karena hal ini bisa membuat hubungan memburuk. Hadapilah masalah tersebut, jangan didiamkan. Bicarakan baik-baik dengan pasangan dan carilah jalan keluar bersama sehingga masalah selesai dan hubungan kembali membaik.

3. Interupsi
Apakah Anda sering memotong pembicaraan saat sang kekasih sedang menyuarakan pendapatnya? Menurut Janelle, menginterupsi pembicaraan orang adalah tidakan yang tidak sopan, karena menunjukkan kurangnya perhatian, tidak ada rasa hormat bahkan kurangnya rasa percaya Anda terhadap lawan bicara. Sebaiknya, biarkan pasangan menyelesaikan kata-katanya tanpa ada sedikitpun interupsi. Jika Anda memang tidak punya banyak waktu untuk mendengar seluruh omongannya, katakan padanya untuk berbicara di lain kesempatan saat Anda dan dia sedang tidak sibuk.

4. Salah Paham
Seringkali apa yang Anda bicarakan tidak sesuai dengan apa yang diterima oleh pasangan, begitu juga sebaliknya. Hal ini memicu timbulnya salah paham yang berakhir dengan pertengkaran. Walaupun bicara secara langsung, salah paham bisa saja terjadi. Untuk menghindari hal ini, Janelle menyarankan untuk mengulang kata-kata pasangan yang Anda tidak yakin akan maksudnya. Begitupun ketika Anda merasa mengatakan hal yang kurang jelas artinya, pastikan untuk menjelaskan kembali agar kesalahan dalam penerimaan komunikasi tidak terjadi.

5. Merasa Selalu Benar
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, seringkali komunikasi menjadi ajang kompetisi untuk menemukan siapa yang benar dan salah. Sebaiknya, komunikasi menjadi jembatan untuk menemukan sebuah solusi, bukan malah menjadi ajang dominasi. Cobalah untuk melihat kembali apa yang menjadi masalah Anda berdua. Kemudian, lihat masalah tersebut dari perspektif Anda maupun pasangan. Carilah letak ketidakcocokan dalam masalah itu dan secara bersama-sama mencari solusinya. Tidak ada yang menang dan yang kalah, kualitas komunikasi Anda berdua lebih penting daripada itu.

source : wolipop.com

0 komentar:

Poskan Komentar